47 Meters Down (2017)

89 min|Horror, Mystery, Thriller|16 Jun 2017
5.6Rating: 5.6 / 10 from 60,433 usersMetascore: 52
Two sisters vacationing in Mexico are trapped in a shark cage at the bottom of the ocean. With less than an hour of oxygen left and great white sharks circling nearby, they must fight to survive.

47 Meters Down adalah film produksi Inggris garapan Johannes Roberts. Roberts dikenal menggarap film-film horor kelas dua, diantaranya adalah F (2010). Film teror hiu ini, dibintangi aktris penyanyi Mandy Moore, Claire Holt, serta aktor senior, Matthew Modine. Tak ada ekspektasi lebih untuk film ini, namun setidaknya menarik untuk ditonton, apakah 47 Meters bisa bersaing secara kualitas dengan thriller sejenis yang rilis tahun lalu, The Shallow?

Alkisah dua kakak beradik, Lisa dan Kate tengah berlibur di Mexico. Mereka berkenalan dengan dua pemuda lokal yang menawarkan mereka untuk berpetualang di bawah laut bersama hiu-hiu ganas. Lisa yang awalnya menolak akhirnya menyanggupi keinginan Kate. Keesokan harinya, mereka pergi ke laut lepas dan semua berjalan sesuai rencana. Mereka turun ke laut dengan sebuah kurungan khusus untuk bisa melihat hiu-hiu besar dari jarak dekat. Sesaat setelah mereka akan naik ke purmukaan, mendadak tali baja kurungan terputus. Lisa dan Kate jatuh ke dasar lautan, komunikasi terputus, dan mereka harus berjuang untuk tetap hidup sebelum pertolongan datang.

Sejak filmnya bermula tak ada satu pun aspek menarik dalam filmnya. Bujet film yang kecil tampak dalam kemasan teknis filmnya. Dialog para pemain pun tampak kaku. Alur cerita berjalan ringan tanpa perlu kita pikir panjang hingga atraksi di bawah laut ditampilkan. Visualisasi hiu pun tampak artifisial sehingga tidak mampu membangkitkan mood menegangkan sebagaimana mestinya. Film ini telah selesai, dan saya pun lebih banyak melihat jam, berapa lama lagi film ini masih bersisa dengan segala perasaan tak nyaman.

Baca Juga  The Equalizer 3

Lambat laun, kisahnya mulai terasa sedikit menggigit sejak separuh filmnya. Kisah filmnya yang nyaris 80% berada di dasar lautan menimbulkan perasaan berbeda karena jarang sekali sebuah film menampilkan hal ini. Walau dari sisi kisahnya kita tahu apa yang bakal terjadi, namun dari sisi produksi kita juga tahu bahwa sekuen di bawah laut ini sulit untuk diproduksi, dan film ini menampilkannya dengan baik. Sedikit twist yang sangat menegangkan menjelang segmen akhir cukup untuk membuat penonton satu isi bioskop menjerit-jerit. Segmen ini adalah momen terbaik filmnya dan salah satu yang terbaik untuk genrenya.

Walau secara keseluruhan tampak artifisial, 47 Meters Down mampu menampilkan beberapa momen menegangkan di kedalaman lautan dengan level bujetnya. Film ini jelas bukan saingan para pendahulunya yang superior, termasuk The Shallow, namun setidaknya 47 Meters mampu menampilkan efek horor serta ketegangan yang berbeda di tengah gemerlap film-film besar musim panas tahun ini.

<span class=”td_text_highlight_marker_green td_text_highlight_marker”>WATCH TRAILER</span>

PENILAIAN KAMI
Overall
50 %
Artikel SebelumnyaBila Nonton The Mummy Tanpa Tahu Dark Universe
Artikel BerikutnyaTransformers: The Last Knight
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Ia juga menulis Buku Film Horor: Dari Caligari ke Hereditary (2023) serta Film Horor Indonesia: Bangkit Dari Kubur (2023). Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Baru lalu, tulisannya masuk dalam shortlist (15 besar) Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Sejak tahun 2022 hingga kini, ia juga menjadi pengajar praktisi untuk Mata Kuliah Kritik Film dan Teori Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dalam Program Praktisi Mandiri.

1 TANGGAPAN

  1. Jadi.. apakah kurang banyak ketegangan di film ini… berencana pengen menuju bioskop bersama teman2.. dikarenakan adanya mandy moore… tp ..kalau ketegangannya kurang menggigit… spertinya mundur saja…

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.