After Met You (2019)
107 min|N/A|10 Jan 2019
7.1Rating: 7.1 / 10 from 11 usersMetascore: N/A
Ari, the coolest and most handsome guy at his school, is challenged by his friends, The Daks, to find a girlfriend who is definitely not interested in him. Ara, an introverted and smart ...

After Met You digadang-gadang akan menyusul sukses film Dilan 1990, begitulah yang dikatakan sang produser, Raffi Ahmad. Bahkan sebelum rilis filmnya, muncul berita-berita heboh terkait dengan para pemerannya, seperti para tokoh utama yang dulunya pernah menjalin hubungan, hingga berita tentang novel yang katanya berdasarkan dari pengalaman pribadi sang penulis yang merangkap sebagai pemeran utama dalam film ini.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ari Ilham dan Dwitasari, film ini disutradarai oleh Patrick Effendy, yang pernah menyutradarai Ada CInta di SMA (2016), dan CJR The Movie (2015). Film ini dibintangi oleh sang penulis novel sendiri, Ari Ilham, beserta Yoriko Angeline, Michelle Wanda, Naufan Raid Azka, Yudha Keling, Chicco Kurniawan, dan Dede Satria.

Ari adalah cowok paling keren di sekolahnya. Ia ditantang oleh teman-temannya untuk mencari pacar yang jelas-jelas tidak tertarik padanya. Ara (Yoriko Angeline) seorang gadis yang introvert dan pintar di sekolah adalah target Ari. Ternyata Ara adalah putri produser Ari yang juga berprofesi sebagai DJ. Ari, yang berusaha menyembunyikan luka batinnya karena kondisi keluarganya, juga harus berusaha memenangkan hati Ara.

Sejak awal film dimulai, sudah tercium gelagat jika film ini terlalu memaksakan dalam berbagai aspek. Momen demi momen tak lebih sekedar formalitas belaka, seperti sudah ter-setting sejak awal. Bahkan konflik dan ending-nya terbaca dengan jelas, tanpa harus membaca novelnya terlebih dahulu, atau cukup melihat trailer-nya saja untuk bisa memahami isi filmnya.

Baca Juga  Sweet 20

Semua serba kebetulan. Kebetulan Ara berceletuk sinis yang membuat Ari dan gengnya saling bertaruh. Kebetulan ayah Ara merupakan produser Ari. Kebetulan ini, dan kebetulan itu. Tarik ulur hubungan Ari dan Ara seolah hanya ingin mengulur waktu, tak ada momen berkesan dalam filmnya. Terlalu banyak momen klise yang tidak menggugah rasa penasaran penonton untuk menanti kelanjutan cerita, adegan demi adegan.

Selain serba kebetulan, bisa dibilang pula, film ini tidak memiliki jiwa, konfliknya terlalu dipaksakan. Seperti konflik antar Ari dan Azka yang seolah dijadikan formalitas belaka karena Azka merupakan partner kerja Ari di luar layar. Satu-satunya momen haru yang paling terasa ketika Ari bertengkar dengan ayahnya, itupun karena dukungan akting kuat dari Surya Saputra. Dibeberapa momen, logat bicara Ari dibuat sok puitis ala Dilan, hingga Ara sendiri berucap “Basi! Ini bukan tahun 90’an!” Dan saya pun setuju dengan Ara, film ini hanya menonjolkan rayuan-rayuan ala Ari Ilham tanpa benar-benar memberi pesan tentang bagaimana memperjuangkan cinta. Justru peran Michelle Wanda sebagai Alika yang cukup mencuri perhatian dengan rayuan-rayuannya yang “memaksa”. Ada juga penampilan dari cameo yang cukup memberi hiburan tersendiri meski hanya satu momen saja.

Perfilman nasional kini sedang dalam perkembangan yang pesat. Para filmmaker saling berlomba membuktikan film siapa yang paling laris. Namun, sayangnya banyak film kita yang masih lemah dalam segi cerita. After Met You memiliki ambisi besar untuk bersaing di perfilman nasional, namun rasanya tak cukup jika hanya mengandalkan sensasi. Film ini memiliki para bintang muda yang cukup berbakat dalam akting, namun sayang tidak diimbangi dengan cerita yang bagus.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
40 %
Artikel SebelumnyaPerjanjian dengan Iblis
Artikel BerikutnyaEscape Room
Luluk Ulhasanah
Luluk Ulhasanah atau lebih akrab dipanggil EL, lahir di Temanggung 6 September 1996. Sejak kecil hobi menonton film dan menulis. Minatnya pada film membuat ia bergabung dengan Komunitas Film Montase sejak tahun 2016 dan mulai beberapa kali terlibat produksi film pendek, dan aktif menulis review film, khususnya rubrik film Asia. Pada bulan Desember 2017, ia menjadi juri mahasiswa dalam ajang festival film internasional, Jogja Asian Film Festival (JAFF Netpac) 2017. Ia juga salah satu penyusun dan penulis buku 30 Film Indonesia Terlaris 2002-2018. Kini, ia menjabat sebagai Asisten Divisi Website untuk periode 2019-2020.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.