All About Eve (1950)
138 min|Drama|27 Oct 1950
8.2Rating: 8.2 / 10 from 139,404 usersMetascore: 98
Seemingly timid but secretly ruthless ingenue Eve Harrington insinuates herself into the lives of aging Broadway star Margo Channing and her circle of theater friends in this Oscar-winning story.

Tidak ada yang baru di bawah matahari. ‘Keaslian’ hanyalah keahlian untuk memanipulasi dan mengemas. Ungkapan, ide-ide dan gagasan dibungkus ulang menjadi sesuatu yang segar agar tidak tampak seperti usang. Itu sebabnya apa yang klise tidak selalu menjadi buruk dan terlihat tidak penting.

Eve (Anne Baxter) adalah kisah klise itu. Ia datang dari kampung untuk menjadi aktris teater terkenal seperti Margo Channing (Bette Davis), aktris idolanya. Untuk mencapai ambisi besarnya ini, Eve dengan cerdik dan cenderung licik menciptakan jalan dan skenario agar bisa masuk dalam lingkungan elit Broadway. Eve bermain piawai. Ia memainkan perannya di luar panggung dengan luar biasa. Margo Channing yang tadinya memandang remeh, jatuh hati kepadanya. Ia lalu menjadikan Eve sebagai asistennya. Bill Sampson ( Gary Merrill) yang merupakan kekasih Margo sekaligus sutradara teater pun ikut simpati dan kagum dengan Eve. Begitu juga dengan lingkungan elit teater yang lain seperti penulis, produser bahkan kritikus.

Sorot lampu pun berpindah dari Margo kepada Eve. Eve mulai ditunjuk sebagai aktris pengganti bagi Margo. Margo yang sudah terlihat tua mulai terancam. Margo gusar. Eksistensinya sebagai aktris teater papan atas meneror dirinya. Karena Margo adalah teater, jika bukan itu, apa lagi yang tersisa dari dirinya?

Baca Juga  Perempuan Berkalung Sorban, Hanya Film Religi Biasa

Cerita yang ditulis oleh Joseph L. Mankiewicz ini adalah sebuah contoh bagaimana skenario dibuat dengan baik. Sebagai tradisi khas Hollywood, plot berkembang dengan model naratif pembagian secara umum dengan gerak linear walaupun ada kilas balik di dalamnya. Tapi bukan ini yang istimewa. Yang istimewa adalah bagaimana karakter-karakter yang diciptakan oleh Mankiewicz begitu sangat meyakinkan, mereka hadir tidak sebagai stereotip yang sedang mengantarkan cerita. Mereka adalah karakter-karakter yang hidup dalam ruang dan waktu film tersebut.

Mankiewicz juga berhasil membuat struktur naratif yang intens, berkelok dan akhir yang menyenangkan, yang dihadirkan dalam bentuk ironi. Kepiawaian Mankiewicz dalam mengatur plot membuat film tersebut menjadi sebuah drama yang tidak membosankan. Atas skenario yang dibuatnya ini, Joseph L. Mankiewicz dianugerahi sebagai penulis skenario terbaik.

Lengkapnya dalam Academy Awards di tahun 1950, Film ini mendapat 14 nominasi dan memenangkan 6 piala Oscar termasuk film terbaik menyisihkan Sunset Boulevard (Billy Wilder), King Solomon’s Mine (Compton Bennett), Father of the Bride (Vincente Minnelli), dan Born Yesterday (George Cukor).

Pada akhirnya semua tahu tentang Eve dan bagaimana Eve berakhir. Inilah yang klise itu. Eve bersama keberhasilannya dan Margo bersama keberhasilan yang baru. Sebuah ide yang dihadirkan secara berulang namun masih punya tenaga untuk mencerahkan, bahwa kebahagian jaraknya hanya satu jengkal dari hati.

Homer Harianja

WATCH TRAILER

Artikel SebelumnyaBioskop Jogja, Dari Empire 21 Hingga Empire XXI
Artikel BerikutnyaPerempuan Berkalung Sorban, Hanya Film Religi Biasa
memberikan ulasan serta artikel tentang film yang sifatnya ringan, informatif, mendidik, dan mencerahkan. Kupasan film yang kami tawarkan lebih menekankan pada aspek cerita serta pendekatan sinematik yang ditawarkan sebuah film.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.