American Made (2017)

115 min|Action, Comedy, Crime|29 Sep 2017
7.1Rating: 7.1 / 10 from 208,187 usersMetascore: 65
The story of Barry Seal, an American pilot who became a drug-runner for the CIA in the 1980s in a clandestine operation that would be exposed as the Iran-Contra Affair.

American Made adalah film biografi komedi arahan Doug Liman yang diadaptasi dari kisah nyata Barry Seal, seorang pilot handal yang direkut oleh CIA pada era 1980-an. Tokoh Barry Seal sebelumnya juga pernah difilmkan dalam Doublecrossed (1991) dan The Infiltrator (2016). Film ini dibintangi oleh bintang kenamaan Tom Cruise, Domhnall Gleeson, serta Sarah Wrigth. Liman sendiri seperti kita tahu adalah sineas yang menggarap Go, Bourne Identity, Fair Game, serta Edge of Tomorrow. Tema sejenis rupanya sudah akrab sebelumnya dengan sang sineas.

Alkisah, Barry Seal adalah seorang pilot muda handal maskapai TWA yang suka menyelundupkan cerutu. Seorang agen CIA bernama Monty Schafer memanfaatkan situasi ini untuk merekrut Seal. Misi Seal adalah menyelundupkan senjata ke wilayah Amerika Selatan untuk membantu para gerilya untuk menggulingkan pemerintah yang mendukung paham komunis di sana. Seal melakukan tugasnya dengan sangat baik hingga reputasinya terdengar oleh kartel lokal yang ingin memasukkan narkoba ke wilayah Amerika. Dengan imbalan yang sangat banyak dan sepadan dengan resikonya, Seal menyanggupinya di sela-sela misi untuk negara.

Dengan tempo yang terbilang cepat untuk genrenya, film ini seperti tidak mau membuang waktu dalam mengolah plotnya. Momen demi momen bergerak cepat, namun selalu menarik untuk diikuti karena kemasan sinematiknya yang atraktif. Walau informasi demi informasi yang muncul demikian cepat, tetap mudah bagi penonton untuk mencernanya, salah satunya karena bantuan narasi yang diisi oleh sang karakter sendiri. Sisipan komedi yang intensif dan berselera tinggi juga amat membantu sehingga filmnya tidak pernah terasa bosan. Satu-satunya hal yang mengganjal adalah kisahnya sendiri. Apakah kisah yang menarik ini benar-benar terjadi tanpa dramatisasi (rekayasa) kisah yang berarti? Kisahnya terlalu sempurna untuk sungguh-sungguh terjadi.

Baca Juga  Roma

Film ini jelas unggul dalam kemasan sinematiknya. Penggunaan teknik editing cepat serta teknik montage digunakan begitu efektif untuk menyingkat kisahnya. Montage menjadi aspek paling menarik dalam film ini. Teknik ini nyaris digunakan sepanjang filmnya sejak awal hingga akhir hingga tak jarang kita melihat adegan yang “sama” berulang-ulang kali dalam sebuah adegan. Liman jelas sudah sangat terasah dengan teknik ini sejak menggarap Edge of Tomorrow. Tone warna filmnya yang pucat bernuansa 80-an dengan iringan musik dan lagu era yang sama semakin menambah atraktif filmnya. Tidak pernah sebuah film biografi dikemas begitu menarik dengan gaya seperti ini.

American Made adalah film biografi komedi menghibur dengan kemasan sinematik yang atraktif, serta tentunya pesona Tom Cruise, namun plotnya terlalu sempurna untuk genrenya. Tom Cruise walau tampil sangat baik dan pas dengan perannya, namun tak banyak menguras aktingnya karena nyaris sepanjang film hanya aksi dan dialog pendek dengan sesekali berbahasa lokal. Cruise melakukan apa yang biasa ia lakukan dengan sangat baik. Dengan kualitas cerita serta kemasan sinematiknya, rasanya film ini bisa punya potensi besar dalam ajang Academy Awards tahun depan. Selalu menyenangkan melihat bagaimana industri film Hollywood memotret borok negara mereka sendiri dengan cara elegan dan sinematik.
WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
90 %
Artikel Sebelumnya7 Pasangan Aktor-aktris Masa Kini yang Sering Beradu Akting
Artikel BerikutnyaBaby Driver
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.