Andor (2022–)
N/A|Action, Adventure, Drama|21 Sep 2022
8.4Rating: 8.4 / 10 from 162,340 usersMetascore: N/A
Prequel series to Star Wars' 'Rogue One'. In an era filled with danger, deception and intrigue, Cassian will embark on the path that is destined to turn him into a Rebel hero.

Andor adalah seri semesta kisah Star Wars yang merupakan spin-off prekuel dari Rouge One (2016) dan merupakan seri keempat yang dirilis oleh Disney +.  Seri bertotal 12 episode ini diarahkan bergantian oleh Toby Haines, Benjamin Caron, serta Susan White. Seri ini dibintangi sederetan nama-nama besar, yakni Diego Luna, Stellan Skarsgard, Adria Arjona, Fiona Shaw, Genevieve O’Reilly, Andy Serkis, dan Forest Whitaker. Dibandingkan semua seri terdahulunya, Andor adalah yang terbaik dari sisi intensitas plot maupun artistiknya.

Wouldn’t you rather give it all at once to something real?

Seri ini mengambil latar kisah 5 tahun sebelum peristiwa dalam Rogue One yang juga merupakan prekuel dari Star Wars: A New Hope (1977). Protagonis seri ini adalah Cassian Andor (Luna) yang merupakan satu tokoh penting dalam Rogue One. Singkatnya, seri ini mengisahkan latar belakang sosok Andor, bagaimana sepak terjangnya sebagai pencuri serta buronan hingga ia menjadi member Rebel Alliance melawan Galactic Empire. Dalam serinya, plotnya bersinggungan dengan sosok-sosok penting seperti senator Mon Mothma, Saw Gerrera, hingga Luthen Rael. Andor juga mengambil lokasi cerita di berbagai planet, seperti Morlana One, Ferrix, Aldhani, Narkina 5, hingga ibukota kekaisaran, Coruscant.

Siapa sangka, plotnya yang berawal sederhana bisa berkembang demikian kompleks. Fans Star Wars sekalipun rasanya bakal tak mudah mengikuti alur plotnya dengan puluhan karakter dalam beragam status sosial dan pangkat. Pemantik utamanya adalah sosok Andor, sementara lainnya hanyalah karakter pendukung yang kelak bakal menjadi bagian penting dalam aksi Rebel Alliance. Andor pun dengan segala peristiwa yang menimpanya tak mudah untuk kita ikuti. Andor terjebak dalam satu petualangan ke petualangan lainnya yang tak bisa ia elakkan. Poin utamanya adalah menggambarkan keahlian sang protagonis. Ia adalah seorang teknisi, juru mekanik, ahli taktik, serta pilot terampil dan cerdas, yang mampu menggunakan peruntungan dan keahliannya untuk bisa keluar dari satu masalah ke masalah lainnya.

Baca Juga  Blood Red Sky

Fans Star Wars bakal menikmati sisi lain dari semesta kisahnya yang pernah disajikan sebelumnya. Kisahnya begitu membumi melalui gerakan arus bawah kelompok pemberontak dan kaum buruh hingga kegelisahan sang senator di atas sana. Sementara pihak kekaisaran melalui perwira-perwira  mereka dengan mata bak elang mengintai dan siap memangsa. Intrik politik dan mata-mata di dua pihak tak terelakkan. Ketegangan dan kegentingan tak pernah hilang dalam plotnya. Kisahnya, secara silih berganti bergulir cepat mengikuti satu peristiwa dengan peristiwa lainnya tanpa ada jeda secuilpun dalam total 12 episode, seolah semua peristiwa memiliki klimaks masing-masing.

Selain naskah yang solid dan setting-nya yang mengagumkan, deretan kastingnya adalah yang terbaik dalam serinya selama ini (bahkan mungkin beberapa film bioskopnya). Puluhan tokoh di pihak pemberontak dan kekaisaran, semuanya bermain prima (baca: perfect). Tak ada satu sosok pun yang terlihat tenang dan berleha-leha macam Han Solo, semua ekspresi mereka adalah kegelisahan, ketegangan, dan ketakutan di bawah bayang-bayang kekaisaran. Tercatat Luna, Skarsgrard, Arjona, Saw, Serkis, hingga O’Reilly bermain begitu luar biasa. Lalu tercatat di pihak kekaisaran, dua perwira yang diperankan Kyle Soller (Syril) dan Denise Gough (Dedra) begitu brilian bermain dengan ekspresi dingin, bengis, dan tanpa kompromi. Dua pemain ini entah mengapa begitu mencuri perhatian dalam tiap adegannya.

Andor adalah seri Star Wars terbaik, melalui “kerumitan” plotnya serta kekayaan karakter dan lokasinya yang membuat kisahnya begitu membumi. Tak ada sosok Jedi, tak ada Mandalorian, tak ada Sith, tak ada sosok jagoan dan sok jago apa pun yang muncul di seri ini. Ini yang saya suka dan ini adalah ekspektasi tertinggi dalam seri semesta Star Wars yang sudah cacat sejak episode 7.  Satu segmen favorit saya adalah penjara “pabrik” super ketat di Narkina 5. Wow, segmen ini begitu luar biasa dan membekas melalui setting dan karakter-karakter barunya yang merefleksikan perjuangan kaum buruh yang tertindas. Andor di tempat ini berujar, “bagian mesin (yang mereka rakit) ini pastilah adalah satu bagian dari sesuatu yang penting”. Ternyata OMG! Ia sama sekali tidak salah. Post credit scene dalam episode terakhir seri ini menjelaskan semua. What a series!

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
100 %
Artikel SebelumnyaKeramat 2: Caruban Larang
Artikel BerikutnyaThe Guardian of the Galaxy Holiday Special
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.