Ant-Man and the Wasp (2018)
118 min|Action, Adventure, Comedy, Sci-Fi|06 Jul 2018
7.2Rating: 7.2 / 10 from 140,723 usersMetascore: 70
As Scott Lang balances being both a Super Hero and a father, Hope van Dyne and Dr. Hank Pym present an urgent new mission that finds the Ant-Man fighting alongside The Wasp to uncover secrets from their past.

Ant-Man and the Wasp adalah film ke-20 dari seri fim Marvel Cinematic Universe (MCU). Film ini, kini bisa jadi adalah salah satu film paling dinanti setelah ending Avengers: Infinity War baru lalu yang sangat menggantung. Fans MCU pasti berharap, setidaknya ada jawaban yang terkait dengan peristiwa besar di Infinity War. Ant-Man and the Wasp kembali diarahkan oleh Peyton Reed, dengan masih mengkasting para pemain reguler dari film pertamanya, yakni Paul Rudd, Evangeline Lilly, Michael Douglas, Michael Pena, dan kali ini ditambah aktor-aktris gaek, seperti Laurence Fishburne, Michelle Pfeiffer serta Walton Goggins.

Sekalipun dirilis setelah Infinity War, namun uniknya plot filmnya mengambil kisah jauh sebelumnya yakni pasca peristiwa Captain America: Civil War. Bagi yang tidak mengikuti seri MCU, jelas bakal kebingungan melihat timeline kisahnya.

Alkisah selepas dari penjara (dibebaskan oleh Steve Rodgers), kita tak tahu persis apa yang terjadi, yang jelas kini Scott mendapat tahanan rumah dan mendapat pengawasan ketat dari pihak FBI. Di lain pihak, Dr. Hank Pym yang percaya istrinya masih hidup, bersama putrinya berusaha mencari Janet, sang istri yang terjebak dalam dunia sub-atomik. Scott yang pernah terjebak dalam dunia tersebut ternyata memiliki hubungan batin dengan Janet. Dengan bantuan Scott, Hank dan Hope memiliki harapan baru, namun mereka mendapat halangan dari sosok Ghost yang ingin pula mendapatkan Janet untuk tujuan pribadinya.

Lagi-lagi, setelah 19 film, MCU kembali mampu menawarkan formula yang berbeda dengan film-film sebelumnya. Untuk pertama kalinya, kisahnya mengalir cepat dengan berjalan nyaris “real-time”, tanpa henti sejak awal hingga akhir. Tak seperti sebelumnya, motif kisahnya kini juga lebih personal tanpa ada embel-embel musuh yang ingin menguasai dunia. Seperti film pertama, kisahnya penuh dengan aksi dan komedi dengan sisipan tema keluarga yang menyentuh. Walau tak sebaik film pendahulunya, aksi dan komedinya jelas dijamin bakal menghibur dan memuaskan penonton.

Baca Juga  Brooklyn

Dengan permainan formula aksi andalannya yakni permainan “ukuran fisik” (menyusut dan membesar) dengan skala aksi lebih besar dari sebelumnya, membuat aksi-aksinya terasa mengasyikkan walau tak dipungkiri terasa tak wajar. Gedung sebesar itu yang disusutkan sebesar tas koper, masak sih jika dibawa ke mana-mana hingga berguncang sedemikian rupa, isinya tidak berantakan (hancur)? Ibarat roti kaleng kita guncang sedikit pasti isinya sudah tidak karuan. Lalu struktur bangunannya, semisal pondasinya bagaimana pula ya? (maklum saya juga arsitek).  Aahh, mari kita bersenang-senang sajalah.

Semua karakternya boleh terbilang “komedian” karena nyaris mereka semua bisa membanyol dengan aksi, gaya, dan polahnya masing-masing. Sosok Luiz (Pena) jelas memang paling dominan membanyol dan telah mencuri perhatian sejak film pertamanya. Hanya sosok Ghost terlihat paling serius. Kombinasi aksi dan komedi dalam satu segmen aksi kejar-mengejar di kota, dijamin bakal membuat kita terkagum-kagum sekaligus tertawa terbahak-bahak. Sisi komedi yang dominan memang menjadi salah satu faktor pembeda seri Ant-Man dengan film-film MCU lainnya. Tentu tak perlu lagi komentar soal pencapaian CGI. Satu adegan aksi tadi sudah menjawabnya dengan tegas.

Walau sedikit berlebihan dan tak sebaik film pertama, tak dapat dipungkiri Ant-Man and the Wasp adalah salah satu film MCU yang paling menghibur dari sisi aksi maupun komedi. Sewaktu menulis, saya sempat berpikir tentang temuan Dr. Hank Pym ini. Mengapa teknologi sehebat ini (dan rasanya juga tak semahal teknologi milik Stark), tidak digunakan untuk kepentingan umat manusia? Masalah pangan, energi fosil, air, kesehatan, pertahanan keamanan (dari alien), dan banyak lainnya bakal sirna. Bisa jadi, Pym tak ingin teknologi ini jatuh ke tangan yang salah, namun terasa janggal saja, terlebih jika dikaitkan motif cerita semata hanya untuk mencari istrinya. Hmm mungkin saya saja yang terlalu serius. Seperti saya sudah katakan di atas, mari kita bersenang-senang saja.

Lantas, satu hal yang menjadi pertanyaan besar fans MCU, apakah benar ada sesuatu di film ini terkait Infinity War? Jawabnya ya dan ada di penghujung film, dijamin ini bakal mengejutkan fans MCU. Seperti pula sudah menjadi rumor dari banyak sumber, Avengers 4 rasanya bakal bermain-main dengan dunia sub-atomik dan dimensi waktu.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaFilm Lebaran 2018, Cermin Kualitas Film Kita?
Artikel BerikutnyaKulari ke Pantai
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini