Sukses Batman juga memicu WB untuk memproduksi Batman: The Animated Series (1992-1995) yang merupakan bagian dari proyek DC animated universe. Seri ini sukses besar dan berjalan hingga 85 episode. Sekalipun hanya film seri animasi televisi namun seri ini dipuji karena kuat dari sisi cerita serta pendekatan artistiknya yang bernuansa gelap. Suara Batman diisi oleh Kevin Conroy. Seri Batman ini juga banyak dianggap sebagai salah satu seri animasi terbaik yang pernah diproduksi. Seri ini tercatat adalah seri pertama dalam DC animated universe, dan dalam Superman: The Animated Series (1996-2000), Batman kadang muncul, juga superhero DC lainnya. Masih dalam DC animated universe, Batman selanjutnya muncul dalam The New Batman Adventures (1997-1999), Batman Beyond (1999-2001), Justice League (2001-2004), serta Justice League Unlimited (2004-2006).

Setelah Batman: The Animated Series berjalan satu musim dengan sukses, pihak WB tertarik untuk membuat versi animasi panjangnya. Batman: The Mask of the Phantasm (1993) rencana semula akan langsung dirilis untuk video namun WB memutuskan rilis di bioskop. Suara Batman kembali diisi oleh Kevin Conroy. Dengan bujet $6 juta film ini mendapat pujian kritikus karena dianggap kuat dari sisi cerita dan mampu menyajikan banyak hal yang tak mampu divisualisasikan dalam film live action-nya. Sayangnya, film ini gagal pada rilis bioskopnya karena jadwal rilis yang mendadak namun tertutup oleh penjualan home video-nya sukses besar.

NEXT: BATMAN FOREVER

1
2
3
4
5
Artikel SebelumnyaBatman: The Movie, Batman versi Panjang Seri Televisi
Artikel BerikutnyaDari Redaksi Montase
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

1 TANGGAPAN

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.