Baywatch (2017)

116 min|Action, Comedy, Crime|25 May 2017
5.5Rating: 5.5 / 10 from 201,368 usersMetascore: 37
Devoted lifeguard Mitch Buchannon butts heads with a brash new recruit, as they uncover a criminal plot that threatens the future of the bay.

Baywatch diadaptasi dari serial televisi berjudul sama yang sangat populer pada era 90-an. Serial film yang dulu populer dengan bintangnya, David Hasselhoff, kini digarap oleh Seth Gordon dengan dibintangi sederet nama besar, yakni Dwayne Johnnson, Zac Efron, Priyanka Chopra, serta Alexandra Daddario. Generasi muda kini, jelas tidak akrab dengan serial televisinya, lantas apa ini menjadi masalah besar? Rasanya ya. Kisahnya secara singkat merangkum serial satu musim, sejak rekrutmen anggota baru hingga aksi mereka di lapangan.

Sejak pembuka filmnya hingga judulnya muncul, sudah bisa terbayang betapa menderitanya saya dua jam ke depan. Nyaris tidak ada satu pun dari aspek filmnya yang menarik. Sejak judul filmnya muncul sudah mengisyaratkan bahwa film ini tidak serius dibuat. Kisahnya berjalan dengan tempo cepat, namun terasa datar sekalipun konflik tersaji, dan ini terjadi hingga akhir film, seolah tak ada poin penting dalam filmnya. Gambar-gambar yang muncul selalu disisipi oleh musik atau lagu yang campur aduk dengan transisi yang amat kasar, dan seringkali tidak pas dengan adegannya. Sangat melelahkan, dan tidak ada momen untuk bisa bernafas lega sedikitpun. Adegan aksinya pun disajikan dengan efek visual yang tak realistik sama sekali. Film ini jelas-jelas ingin diarahkan ke arah komedi, namun banyolan pun terasa garing dan kadang menjijikkan.

Baca Juga  Star Wars Episode VII: The Force Awakens

Baywatch adalah satu contoh sempurna sebuah film adaptasi yang buruk dari nyaris semua aspeknya. Satu saja serial televisinya jauh lebih menghibur dari film ini. Film ini terasa tanggung serta tidak mampu mengambil ruh serial televisinya. Talenta para pemainnya terbuang sia-sia. Johnnson tak bisa lepas dari peran tipikalnya, mirip dengan karakter Hobbs di seri Fast & Furious. Efron hingga kini belum mendapat peran yang bisa mengeksplorasi bakatnya. Para pemain perempuan hanya tampak sebagai pemanis belaka. Baywatch bukan tontonan yang baik dan menghibur. Amat mengherankan, film dengan kualitas seperti ini bisa diproduksi, dan sungguh mengherankan lagi jika sekuelnya dibuat.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Artikel SebelumnyaDespicable Me 3
Artikel BerikutnyaFilosofi Kopi 2: Ben & Jody
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.