beef

Dua orang yang tak saling mengenal bertemu di momen yang salah. Keduanya mengamuk di jalanan, sama-sama ingin saling mengalahkan. Kemarahan mereka terus berlanjut hingga berkobar menjadi dendam. Cerita unik ini tertuang dalam series Beef yang meraup sejumlah penghargaan di ajang Golden Globes 2024.

Adalah Danny Cho (Steven Yeun) seorang kontraktor berdarah Korea yang merasa kesal karena gagal mengembalikan barang yang dibelinya di sebuah supermarket. Di parkiran, amarahnya tersulut oleh pengemudi mobil mewah yang mengintimidasinya. Pengemudi tersebut rupanya juga sedang melewati hari yang buruk. Ia adalah Amy Lau (Ali Wong).

Danny kemudian menelusuri pemilik kendaraan tersebut. Ia nekat mendatangi dengan berpura-pura memberi saran tentang renovasi rumah. Ia terkejut karena awalnya mengira pelaku yang mengintimidasinya adalah pria. Ia kemudian meluncurkan aksi dendamnya, yakni mengotori lantai toilet Amy.

Amy pun makin mengamuk. Keduanya kemudian saling membalas dendam baik disengaja maupun tidak. Dari aksi pembalasan yang kekanakan, kemudian berujung menjadi aksi yang melibatkan dan merugikan banyak pihak.

Konflik yang Rumit dan ‘Nakal’

Beef yang diciptakan Lee Sung Jin terbilang memiliki banyak unsur kejutan. Meski judulnya Beef, series ini bukan bergenre kuliner. Beef sendiri merupakan bahasa slang yang bisa dimaknai sebagai masalah, seseorang punya masalah dengan orang lain. Ini merujuk pada pertikaian antara Amy dan Danny.

Dua karakter utama di sini, Amy dan Danny dikupas latarnya masing-masing sejak masih anak-anak, untuk mengetahui alasan keduanya bisa bertindak sejauh itu.

Danny sebagai anak sulung ingin memberikan contoh baik kepada adiknya. Ia juga ingin menjadi sosok yang mapan sebelum menikah. Ia sebenarnya perhatian, tapi ada kalanya menyebalkan.

Sifat Amy dan Danny sebenarnya mirip satu sama lain. Keduanya punya latar belakang keluarga Asia yang banyak tuntutan. Amy sedari kecil dituntut untuk bekerja keras. Ketika menikah dan punya anak, ia merasa lelah dan kesal karena suami, George (Joseph Lee) dan mertuanya terus membebaninya.

Baca Juga  The Glory

Dalam film ini keduanya memiliki konflik masing-masing, baik konflik internal di lingkungan mereka sendiri dan yang bersinggungan dengan keinginan untuk membalas dendam. Cerita diperkuat dengan isu keluarga Asia yang khas dan dialog-dialog segar dan menyentil. Bagian-bagian tersebut berhasil diolah oleh sang penulis sehingga menjadi tontonan yang memikat.

Gambar-gambar yang variatif dihadirkan. Tempat tinggal Danny yang sederhana dikontraskan dengan rumah mewah milik Amy.  Ambilan dekat dan medium digunakan untuk menonjolkan mimik Amy yang ekspresif dan individual. Sedangkan frame Danny cukup banyak yang menunjukkan interaksinya dengan adik, sepupu, dan kawan-kawannya untuk menunjukkan pembawaannya yang lebih easy going.

Namun pada dasarnya series yang tayang di Netflix ini hidup berkat akting para pemerannya. Steven Yeun dan Ali Wong adalah nyawa di series ini. Steven Yeun namanya terangkat sejak membintangi series Walking Dead dan film Minari. Ia mendapatkan nominasi Oscar untuk perannya di Minari. Sementara Ali Wong pernah tampil di film Always be My Maybe. Kemudian juga ada Young Machino, Joseph Lee, David Chloe, Maria Bello, dan Mia Serafino yang turut memberikan nyawa dalam series ini.

Beef meraup 13 nominasi Primetime Emmy Awards dan berhasil membawa pulang tiga piala Golden Globe. Penghargaan di Golden Globes 2024 tersebut masing-masing untuk kategori Best Actress – Miniseries or Television Film (Ali Wong), Best Actor – Miniseries or Television Film (Steven Yeun), dan Best Limited or Anthology Series or Television Film.

PENILAIAN KAMI
Overall
75 %
Artikel SebelumnyaLift
Artikel BerikutnyaSelf Reliance
Dewi Puspasari akrab disapa Puspa atau Dewi. Minat menulis dengan topik film dimulai sejak tahun 2008. Ia pernah meraih dua kali nominasi Kompasiana Awards untuk best spesific interest karena sering menulis di rubrik film. Ia juga pernah menjadi salah satu pemenang di lomba ulas film Kemdikbud 2020, reviewer of the Month untuk penulis film di aplikasi Recome, dan pernah menjadi kontributor eksklusif untuk rubrik hiburan di UCNews. Ia juga punya beberapa buku tentang film yang dibuat keroyokan. Buku-buku tersebut adalah Sinema Indonesia Apa Kabar, Sejarah dan Perjuangan Bangsa dalam Bingkai Sinema, Antologi Skenario Film Pendek, juga Perempuan dan Sinema.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.