Siapa yang tidak kenal Princess Syahrini? Kehebohannya dalam tiap kegiatan yang terus diposting di media sosial membuat masyarakat terhibur. Ditambah lagi, tentunya desahan manja yang ia ucapkan. Menjadi ikon penyanyi perempuan manja kebanggaan Indonesia. Dan, sudah saya duga sebelumnya pasti akan ada yang memproduksi film dengan Syahrini sebagai pemerannya. Ia memiliki nilai jual. Ya, apapun yang disuguhkan dalam filmnya, dengan adanya Syahrini yang fenomenal masyarakat jadi penasaran dan ingin menonton meskipun sekedar untuk nonton santai cari hiburan sebagai penghilang penatnya rutinitas. Termasuk juga saya.

Bodyguard Ugal-Ugalan disutradarai oleh Irham Archo Bahtiar yang sebelumnya menyutradarai Security Ugal-Ugalan (2017). Film ini mengisahkan Syahrini yang membutuhkan perlindungan ekstra karena khawatir akan adanya ancaman penyusup ke rumahnya. Berusaha mencari bodyguard professional, ia menemui Erin (Tamara Bleszynski) yang memiliki perusahaan penyedia bodyguard. Alhasil, 5 orang bodyguard pun bekerja melindunginya dengan sikap yang kocak.  Hingga suatu hari, Syahrini pun hilang diculik dengan permintaan tebusan Rp 100  milyar, dan para bodyguard berusaha menyelematkannya.

Film komedi yang diproduseri Dhamoo Punjabi ini, tidak menawarkan sesuatu yang baru selain kemunculan Syahrini. Ide plotnya pun mirip dengan The Bodyguard yang dimainkan Kevin Costner dan Whitney Houston. Para bodyguard yang terdiri dari Boris Bokir, Muhadkly, Lolox, Anyun Cadel, dan Melayu Nicole bermain dengan kemampuan akting seadanya. Kelucuan yang mereka tampilkan sering kali berlebihan bahkan sama sekali tidak lucu. Adegan remeh saja, seperti kesulitan membuka pintu menjadi adegan yang diunggulkan. Padahal, para pemain tersebut yang berlatar komika terkenal seharusnya bisa memberikan sumbangan adegan maupun dialog yang lebih lucu dan menghibur.

Pertanyaan saya yang mendalam adalah sampai kapankah film komedi Indonesia akan seperti ini terus? Bukannya bermaksud memihak sutradara andal Joko Anwar atas penyataanya mengenai film Indonesia yang tayang pada saat Lebaran. “Enggak kuat, jelek banget”.  Iya benar, saya juga merasakan hal yang sama. Meskipun berbeda film yang dimaksud oleh Joko Anwar, tapi pernyataannya bisa dipakai untuk menggambarkan opini saya. Bodyguard Ugal-Ugalan sebenarnya bisa dibuat lebih menarik. Plot ceritanya sudah cukup mumpuni untuk dieksplor lebih jauh. Mengapa tidak mengupayakan lebih maksimal setiap adegan yang mungkin untuk dimaksimalkan. Contohnya, adegan kesialan yang ditemui salah seorang bodyguard di jalanan. Seandainya pemilihan lokasi lebih masuk akal, tentu adegan ini akan lebih layak ditonton. Mungkin saya berekspektasi terlalu tinggi jika mengharapkan adegan konser tunggal Syahrini disajikan seperti adegan konser Jenny Lind dalam The Greatest Showman. Tapi, andai saja sineas mengupayakan hal itu, saya pasti akan lebih puas dan bangga dengan kualitas film Indonesia pada umumnya, genre komedi pada khususnya. Akhir kata, kesan saya menonton film ini adalah sesuai dengan lagu tema yang mengiringi film ini: Gubrak, Gubrak, Gubrak! Jeng Jeng Jeng!

WATCH TRAILER

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini