Captain Fantastic (2016)

118 min|Comedy, Drama|29 Jul 2016
7.9Rating: 7.9 / 10 from 153,836 usersMetascore: 72
In the forests of the Pacific Northwest, a father devoted to raising his six kids with a rigorous physical and intellectual education is forced to leave his paradise and enter the world, challenging his idea of what it means to be a parent.

Di sebuah daerah di pegunungan dimana pepohonan tumbuh lebat secara alami dan air sungai mengalir dengan tenang, seorang pria muda yang terlihat seperti penduduk primitif menancapkan pisaunya ke leher seekor rusa, dan seketika itu pula hewan tersebut mati. Tak lama berselang keluarga pria primitif ini muncul dan sang ayah menginisiasi sang anak dengan darah si rusa. Sekarang kita tahu mereka bukanlah penduduk primitif atau sejenisnya yang hidup di pegunungan. Mereka adalah satu keluarga modern yang memilih untuk hidup jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota. Hari-hari mereka diisi dengan berbagai macam latihan dari sang ayah, Ben (Viggo Mortensen). Ben melatih keenam anaknya dengan berbagai macam latihan fisik, bertarung satu lawan satu, berburu, hingga yang paling ekstrim memanjat bukit berbatu di kala hujan. Tidak hanya fisik, Ben juga membimbing mereka untuk belajar literatur, matematika, sejarah, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Mereka juga bernyanyi dan bermain musik. Sedikit sulit untuk bisa percaya dengan apa yang saya lihat di awal film ini. Perlakuan terlalu ekstrim juga dengan resiko yang bisa terjadi pada anak-anak ini. Kehidupan macam apa ini?

Suatu hari mereka mendengar kabar bahwa ibu mereka atau istri Ben, Leslie (Trin Miller) telah meninggal dunia karena bunuh diri. Ben dan anak-anaknya kemudian memutuskan untuk menghadiri pemakaman ibu mereka serta memenuhi keinginan terakhir Leslie sebagai penganut Budha yaitu dikremasi. Dengan mengendarai sebuah bus sekolah keluarga ini pun meluncur menghadapi ujian yang sesungguhnya. Keinginan almarhumah ditentang sendiri oleh ayah Leslie yang juga mertua Ben bernama Jack (Frank Langella). Jack juga memiliki masalah dengan Ben, dia menganggap Ben sebagai penyebab dari hal buruk yang menimpa putrinya.

Baca Juga  Final Score

Gaya hidup alternatif bisa menjadi sebuah solusi dalam merawat dan membesarkan anak di tengah kehidupan modern yang semakin tak terkontrol. Dan itulah yang dilakukan Ben kepada keenam anaknya dalam Captain Fantastic. Naskah yang brilian dipadu dengan akting prima dari setiap pemain menjadi kekuatan utama film ini. Matt Ross dengan jeli menangkap berbagai aspek kehidupan modern sebagai sebuah kelucuan tersendiri, seperti kapitalisme, pendidikan, parenting, cinta, hingga agama tak luput dijadikan bahan guyonan, yang kemudian dengan efektif mampu menyampaikan ide tentang sebuah keindahan akan kehidupan yang sederhana. Tak banyak film berkualitas dengan tema sejenis yang pernah diproduksi, terakhir mungkin Little Miss Sunshine (2006) yang memiliki tema serta kualitas yang sepadan.

Seluruh casting bermain dengan sangat baik, bersinergi menghadirkan keunikan tersendiri. Keenam anak Ben dengan kelucuannya berhasil menghadirkan momen-momen jenaka nan menyentuh. Begitu juga dengan Frank Langella melalui kharismanya mampu mewakili ide sebagai orang tua dengan gagasan akan kemapanan hidup. Tentu yang paling menonjol diantara semuanya adalah Viggo Mortensen, bisa dibilang inilah peran terbaik Viggo sepanjang karir keaktorannya.

Captain Fantastic adalah film yang sarat akan kritik sosial, dimana pilihan gaya hidup dijadikan solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan kehidupan modern. Film ini tidak sepenuhnya menentang gaya hidup modern atau sepenuhnya setuju dengan gaya hidup alternatif tapi lebih dari itu, film ini menawarkan sesuatu yang lebih penting  yaitu nilai-nilai keluarga (family values) sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan yang selalu berubah secara dinamis.
WATCH TRAILER

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini