Banyak orang beranggapan bahwa persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu merupakan hal yang mustahil. Kebersamaan yang dialami dua insan melalui berbagai momen yang tidak terlupakan dapat menumbuhkan rasa cinta diantaranya. Entah itu cinta yang kemudian berbalas ataupun bertepuk sebelah tangan. Dear Love mengisahkan persahabatan yang terjalin sejak kecil hingga cinta menjadi kenyataan yang harus dihadapi ketika kedua sahabat tiba di usia dewasa.

Rayya dan Nico adalah dua sahabat yang begitu dekat sedekat rumah mereka yang bertetangga. Rayya yang mengidap sakit jantung begitu dilindungi oleh Nico. Rayya adalah gadis cantik suka melakukan hal yang unik, salah satunya menulis surat cinta tanpa pernah dikirimkan dan hanya menyimpannya ke dalam sebuah box. Hingga suatu saat surat-surat tersebut sampai kepada orang yang dituju dan Rayya terpaksa harus menghadapi mereka satu persatu. Ketika Addin, mantan pacarnya kembali datang dalam hidupnya, Rayya menjadi bingung apa yang harus ia lakukan karena Nico pun seolah pergi untuk menghindar.

Dear love berdurasi 105 menit dan terasa lama sekali karena film hanya berfokus pada satu permasalahan utama. Untung saja, akting ketiga pemain utama Mentari De Marelle (Rayya), Dimas Aditya (Nico), dan Billy Davidson (Addin) cukup nikmat dilihat, khususnya pemeran Rayya.  Dear Love cukup membuat penonton terenyuh dan ikut terbawa suasana. Film drama romantis ini dapat menggambarkan suasana canggung di antara persahabatan dengan cinta. Meskipun seharusnya film ini dapat diolah menjadi lebih baik dengan cara penyajian konflik yang lebih kuat, setidaknya tampak bahwa sineas sudah berusaha untuk menyajikan film ini sebaik-baiknya.

Sebagai film drama romantis, Dear Love tidak hanya mengunggulkan daya tarik fisik para pemainnya. Segala hal yang berkaitan dengan tata artistik tampak dipersiapkan dengan cukup matang sehinggga nikmat untuk dilihat. Karakter Rayya yang bekerja di bidang fashion tampil cantik dengan kostum dan aksesoris yang begitu fashionable tetapi tidak berlebihan. Properti lain juga cukup menunjang  daya tarik film sehingga menyenangkan untuk dinikmati. Selain itu, ilustrasi musik juga nikmat untuk didengar karena cukup mengikuti mood film dan tidak berlebihan. Berbagai unsur tersebut menyatu dengan baik dan menggiring penonton untuk tetap fokus menonton hingga akhir film.

Baca Juga  Adagium

Dear Love menggambarkan kegalauan seorang perempuan muda dalam menghadapi perasaannya sendiri. Ia tidak mengerti apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan. Perasaan insecure, mudah panik, takut mengecewakan orang lain, dan sulit beradaptasi di lingkungan kerja yang keras pada usia muda, ditampilkan secara baik dalam film. Mentari De Marelle mampu membawakan peran tersebut dengan baik. Gerak tubuh dan cara bicaranya tampak begitu alami dan representatif. Meskipun secara fisik De Marelle tampak terlalu dewasa untuk perempuan berusia 21 tahun, tetapi ia mampu menunjukkan mental perempuan usia muda labil yang membuatnya menjadi sulit bersikap tegas. Selain menyuguhkan romantisme anak muda, Dear Love juga memberikan pesan yang membangun sikap anak muda untuk berani menyatakan perasaan dan berani mengambil keputusan sebelum semuanya terlambat.

WATCH TRAILER

Artikel SebelumnyaJack Reacher: Never Go Back
Artikel BerikutnyaDoctor Strange
Menonton film sebagai sumber semangat dan hiburan. Mendalami ilmu sosial dan politik dan tertarik pada isu perempuan serta hak asasi manusia. Saat ini telah menyelesaikan studi magisternya dan menjadi akademisi ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.