The Devil's Candy (2015)

79 min|Drama, Horror, Thriller|17 Mar 2017
6.3Rating: 6.3 / 10 from 23,083 usersMetascore: 72
A struggling painter's possessed by dark forces after he and his young family move into their dream home in rural Texas, in this creepy haunted-house tale.

Devil’s Candy adalah film horor independen garapan sineas pendatang baru, Sean Byrne. Tanpa menggunakan bintang kenamaan film ini mencoba mencari sesuatu yang baru diantara ratusan plot horor sejenis. Film ini mengisahkan satu keluarga, ayah, ibu, dan putrinya, yang pindah ke sebuah rumah baru, yang sebelumnya penghuninya tewas tak wajar. Kisah selanjutnya tidak sulit untuk ditebak.

Sejak awal film ini telah memiliki keunikannya sendiri dengan memasukkan unsur musik metal ke dalam plotnya. Musik adalah menjadi jiwa film ini, yang entah mengapa membuat film ini menjadi lebih hidup dan unik. Alunan lagu dan musik grup Metallica memang jarang sekali dipakai dalam film, terlebih horor, dan sebagai fans berat grup musik ini, membuat film ini terasa lebih dekat dan familiar. Bahkan suara bisikan setan pun mampu tertutup oleh alunan musik metal ini. Entah apakah ada hubungan musik metal ini dengan plotnya masih belum jelas. Namun musik rock metal terutama klasik, baik lirik dan lagunya memang sering kali dihubung-hubungkan dengan iblis, aliran sesat, atau semacamnya.

Plotnya bisa dibilang memang terlalu konvensional untuk genrenya. Film bertema “rumah iblis”, sebuah keluarga yang pindah ke rumah baru, kerasukan, dan sebagainya, jelas sudah terlalu umum. Devil’s Candy bermain di area yang sedikit berbeda dengan adanya tokoh ketiga yang pernah menghuni rumah tersebut, sehingga membuat film ini berada di tengah antara plot film horor dan psikopat. Sekali pun sosok iblis tak pernah tampak, namun kehadirannya dapat selalu kita rasakan melalui penggunaan efek suara yang brilian. Para pemainnya walau tak banyak kita kenal, juga mampu bermain sangat baik, khususnya sang ayah (Ethan Embry), dan sosok Ray (Pruit Taylor Vince).

Baca Juga  France (Festival Sinema Perancis)

Devil’s Candy, walaupun inti plotnya terlalu konvensional, adalah sebuah film horor unik yang mampu memadukan musik rock metal dengan horor. Pesan filmnya memang sederhana, yakni hubungan orang tua dengan anak. Ketika orang tua lengah sedikit saja maka “setan” akan mengambil-alih anak mereka. Agak klise memang tapi rasanya ada benarnya juga, dan film ini menampilkan segala sesuatunya dengan unik. Bagi fans Metallica, ending credit-nya dijamin bakal menghibur. Kapan lagi bisa mendengarkan satu lagu utuh dengan sound system yang memadai seperti di bioskop.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
75 %
Artikel SebelumnyaPower Rangers
Artikel BerikutnyaMoon Cake Story
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). A lifelong cinephile, he developed a profound passion for film from an early age. After completing his studies in architecture, he embarked on an independent journey exploring film theory and history. His enthusiasm for cinema took tangible form in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience eventually led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched students’ understanding through courses such as Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended well beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, Understanding Film, an in-depth examination of the essential elements of cinema, both narrative and visual. The book’s enduring significance is reflected in its second edition, released in 2018, which has since become a cornerstone reference for film and communication scholars across Indonesia. His contributions to the field also encompass collaborative and editorial efforts. He participated in the compilation of Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1–3 and 30 Best-Selling Indonesian Films 2012–2018. Further establishing his authority, he authored Horror Film Book: From Caligari to Hereditary (2023) and Indonesian Horror Film: Rising from the Grave (2023). His passion for cinema remains as vibrant as ever. He continues to offer insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com while actively engaging in film production with the Montase Film Community. His short films have received critical acclaim at numerous festivals, both nationally and internationally. In recognition of his outstanding contribution to film criticism, his writing was shortlisted for years in a row for Best Film Criticism at the 2021-2024 Indonesian Film Festival. His dedication to the discipline endures, as he currently serves as a practitioner-lecturer in Film Criticism and Film Theory at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta, under the Independent Practitioner Program from 2022-2024.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses