The Devil's Candy (2015)

79 min|Drama, Horror, Thriller|17 Mar 2017
6.4Rating: 6.4 / 10 from 21,836 usersMetascore: 72
A struggling painter's possessed by dark forces after he and his young family move into their dream home in rural Texas, in this creepy haunted-house tale.

Devil’s Candy adalah film horor independen garapan sineas pendatang baru, Sean Byrne. Tanpa menggunakan bintang kenamaan film ini mencoba mencari sesuatu yang baru diantara ratusan plot horor sejenis. Film ini mengisahkan satu keluarga, ayah, ibu, dan putrinya, yang pindah ke sebuah rumah baru, yang sebelumnya penghuninya tewas tak wajar. Kisah selanjutnya tidak sulit untuk ditebak.

Sejak awal film ini telah memiliki keunikannya sendiri dengan memasukkan unsur musik metal ke dalam plotnya. Musik adalah menjadi jiwa film ini, yang entah mengapa membuat film ini menjadi lebih hidup dan unik. Alunan lagu dan musik grup Metallica memang jarang sekali dipakai dalam film, terlebih horor, dan sebagai fans berat grup musik ini, membuat film ini terasa lebih dekat dan familiar. Bahkan suara bisikan setan pun mampu tertutup oleh alunan musik metal ini. Entah apakah ada hubungan musik metal ini dengan plotnya masih belum jelas. Namun musik rock metal terutama klasik, baik lirik dan lagunya memang sering kali dihubung-hubungkan dengan iblis, aliran sesat, atau semacamnya.

Plotnya bisa dibilang memang terlalu konvensional untuk genrenya. Film bertema “rumah iblis”, sebuah keluarga yang pindah ke rumah baru, kerasukan, dan sebagainya, jelas sudah terlalu umum. Devil’s Candy bermain di area yang sedikit berbeda dengan adanya tokoh ketiga yang pernah menghuni rumah tersebut, sehingga membuat film ini berada di tengah antara plot film horor dan psikopat. Sekali pun sosok iblis tak pernah tampak, namun kehadirannya dapat selalu kita rasakan melalui penggunaan efek suara yang brilian. Para pemainnya walau tak banyak kita kenal, juga mampu bermain sangat baik, khususnya sang ayah (Ethan Embry), dan sosok Ray (Pruit Taylor Vince).

Baca Juga  Hereditary

Devil’s Candy, walaupun inti plotnya terlalu konvensional, adalah sebuah film horor unik yang mampu memadukan musik rock metal dengan horor. Pesan filmnya memang sederhana, yakni hubungan orang tua dengan anak. Ketika orang tua lengah sedikit saja maka “setan” akan mengambil-alih anak mereka. Agak klise memang tapi rasanya ada benarnya juga, dan film ini menampilkan segala sesuatunya dengan unik. Bagi fans Metallica, ending credit-nya dijamin bakal menghibur. Kapan lagi bisa mendengarkan satu lagu utuh dengan sound system yang memadai seperti di bioskop.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
75 %
Artikel SebelumnyaPower Rangers
Artikel BerikutnyaMoon Cake Story
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.