The Twilight Saga: Eclipse (2010)
124 min|Action, Adventure, Drama|30 Jun 2010
5.1Rating: 5.1 / 10 from 260,829 usersMetascore: 58
As a string of mysterious killings grips Seattle, Bella, whose high school graduation is fast approaching, is forced to choose between her love for vampire Edward and her friendship with werewolf Jacob.

Eclipse merupakan film roman fantasi yang merupakan seri ketiga dari novel laris karya Stephenie Meyers lanjutan dari Twilight (2008) serta New Moon (2009). Film ini kini digarap oleh David Slade yang pernah menggarap film horor vampire unik 30 Days of Night (2007). Seperti dua film sebelumnya, Eclipse masih pula dibintangi aktor-aktris yang tengah naik daun yakni Kristin Stewart, Robert Pattinson, serta Taylor Lautner.

Setelah peristiwa sebelumnya hubungan Bella (Stewart) dan Edward (Pattinson) kini semakin dekat. Di tempat lain, vampir musuh lama keluarga Cullen, yakni Victoria secara diam-diam membentuk sepasukan vampir untuk menuntaskan dendam lamanya. Victoria yang mengincar Bella serta pasukannya yang menganggu kedamaian kota membuat dua klan yang lama berseteru, yakni vampir dan werewolf harus saling bekerja sama. Edward dan Jacob (Lautner) yang sama-sama menginginkan dan mencintai Bella selalu terlibat dalam perselisihan kecil yang tidak pernah berakhir hingga sang gadis memilih satu diantara mereka.

Eclipse boleh dibilang adalah seri terburuk dibanding dua film sebelumnya. New Moon sendiri diluar sukses filmnya adalah film yang sangat buruk secara kualitas dan Eclipse semakin menyempurnakannya. Dua film ini adalah contoh bagaimana film bisa begitu buruk dari banyak sisi terutama cerita dan dialog. Seperti halnya New Moon, Eclipse sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru. Seperti laiknya sinetron, konflik tampak sekali terlalu dibuat-buat dan dilebih-lebihkan seperti konflik kekanakan antara Edward dan Jacob. Salahkan saja Bella mengapa ia memilih mencintai vampir dan werewolf. Konflik selamanya akan terus ada selama Bella masih menjadi manusia. Sungguh konyol! Film ini semata-mata hanya menjual pesona serta “fisik” Pattinson dan Lautner lalu beberapa kali adegan mesra amatiran. Satu hal lagi yang membuat film ini begitu memuakkan adalah dialog. Sepanjang film dipenuhi dialog-dialog bodoh tak bermutu yang sama sekali tak berguna dan mudah sekali diantisipasi penonton.

Baca Juga  Horizon Line

Eclipse adalah satu contoh sempurna film bakal sukses komersil yang sangat buruk secara kualitas. Pesan moral yang tersembunyi secara cerdas dan simbolik di film pertamanya kini sudah memudar. Film ini justru menyisipkan pesan-pesan moral yang disajikan secara vulgar, gamblang, dan konyol seperti jangan melakukan seks sebelum menikah, menghargai keperawanan, penggunaan kondom, dan lain sebagainya. Entahlah mungkin cara ini manjur untuk remaja masa kini. Pesan saya untuk Anda: lebih baik tunggu versi dvdnya cuma buang-buang waktu saja. Maybe i’m just too old for this!

PENILAIAN KAMI
Overall
10 %
Artikel SebelumnyaKnight & Day, Menjual Aksi dan Pesona Cruise
Artikel BerikutnyaPredators, Dibawah Bayang-Bayang Predator
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

1 TANGGAPAN

  1. Setuju! kualitas Eclipse jelek dan mengecewakan banget! Sama sekali ga ada gregetnya. Penggambarannya terlalu menyederhanakan versi bukunya. Sama sekali ga berkesan!

  2. sangat mebosankan dan sangat remaja.. tp sepertinya remaja pun bs meilih mana film yg layak mana yg tidak.. film ini mengumbar bumbu seks yg tidak menggugah selera. tidak ada adegan yg membuat ghreget. semua datar2 saja, bhkan saat pertaruurngan antar vampir..bahkan dakota fanning pun tidak terlihat menawan disini..;(

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.