expend4bles
Expend4bles (2023)
103 min|Action, Adventure, Thriller|22 Sep 2023
4.8Rating: 4.8 / 10 from 22,661 usersMetascore: N/A
Armed with every weapon they can get their hands on, the Expendables are the world's last line of defense and the team that gets called when all other options are off the table.

Aksi para bintang laga kawakan secara mengejutkan rupanya masih diproduksi sekalipun seri terakhirnya tidak menuai sukses yang diharapkan. Expend4bles adalah seri keempat film laga bertabur bintang yang kini diarahkan Scott Waugh. Film ini masih dibintangi aktor-aktor regulernya, Jason Statham, Sylvester Stallone, Dolph Lundgren, Randy Couture serta kini didukung Curtis “50 Cent” Jackson, Megan Fox, Tony Jaa, Iko Uwais, Jacob Scipio, Levy Tran, hingga Andy GarcĂ­a. Dengan bermodal USD 100 juta, mampukah film ini menuai sukses komersial seperti seri awalnya?

Barney (Stallone), Christmas (Statham), dan rekan-rekannya kini mendapat misi rahasia untuk meladeni satu kelompok teroris pimpinan Rahmat (Uwais) yang mengincar hulu ledak nuklir di Libya. Dalam satu pertempuran sengit, satu rekan mereka gugur hingga agen CIA kepala misi ini, Marsh (Garcia), mendepak Christmas karena mengabaikan perintah. Rahmat pun kini memiliki bom nuklir dan rupanya ia berniat memulai Perang Dunia III dengan meledakkannya di perbatasan Rusia. Sementara tim Expendables ditugaskan kembali mengejar Rahmat, Christmas pun dengan caranya sendiri memiliki agenda yang sama.

Sekuel ketiganya masih menggunakan formula cerita yang sama dengan seri sebelumnya. Sekelompok tim protagonis tangguh melakukan sebuah misi besar rahasia untuk menyelamatkan dunia dengan hadangan para antagonis yang sulit ditaklukkan. Para penikmat seri pendahulunya tahu persis ke mana arah kisahnya melalui dominasi aksi aktor-aktor laga jagoan kita plus selipan humornya. Penampilan para bintangnya adalah menu utama dan memang bukan plotnya. Kisahnya terlalu mudah diantisipasi (dengan secuil twist) tanpa ada ancaman yang berarti. Aksi-aksinya berjalan generik tanpa ada sesuatu yang baru, baik itu aksi perkelahian, tembak menembak, aksi kejar mengejar, hingga ledakan bom. Tipikal dan sungguh sangat melelahkan.

Baca Juga  Captain America: Civil War

Bukankah aksi yang kita cari di sini? Betul, namun pada seri sebelumnya, setidaknya para bintang laganya menikmati betul peran mereka. Mereka enjoy, maka kita pun enjoy. Bintang-bintang kawakan ini sudah kita kenal betul gaya dan ekspresinya melalui film-film ikonik mereka, dan ini yang sesungguhnya kita cari dan tunggu. Sebut saja aksi khas Arnold, Bruce Willis, Jet Li, Van Damme, Harrison Ford, hingga Robert Davy dalam seri-seri sebelumnya. Ini yang sudah tidak kita temui dalam sekuel terbarunya. Bintang-bintang laga Asia pendatang baru, Tony Jaa dan Iko Uwais pun tak mampu memberi kesan membekas, sekalipun di luar dugaan, Iko mendapat peran dominan. Si jelita, Megan Fox secara literal hanya sebagai pemanis belaka tanpa peran berarti.

Seperti titelnya, Expend4bles adalah sekuel sia-sia yang tak lagi menyenangkan bagi para pemain maupun penonton. Tak ada cerita yang berarti, tak ada ancaman, lubang plot yang tak terhitung, dan aksi bintang-bintangnya yang tak menggigit dan melelahkan. Sebagai penghormatan besar atas karir panjang mereka, mengapa tidak merekonstruksi cerita yang lebih manusiawi dan menyentuh, alih-alih aksi nihil seperti ini. Ini adalah sebuah kesia-sia-an besar yang tak bisa ditolerir para fans sejati bintang-bintangnya.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
20 %
Artikel SebelumnyaLove at First Sight
Artikel BerikutnyaKisah Tanah Jawa: Pocong Gundul
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Ia juga menulis Buku Film Horor: Dari Caligari ke Hereditary (2023) serta Film Horor Indonesia: Bangkit Dari Kubur (2023). Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Baru lalu, tulisannya masuk dalam shortlist (15 besar) Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Sejak tahun 2022 hingga kini, ia juga menjadi pengajar praktisi untuk Mata Kuliah Kritik Film dan Teori Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dalam Program Praktisi Mandiri.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.