Extreme Job (2019)
111 min|Action, Comedy, Crime|21 Jun 2019
7.1Rating: 7.1 / 10 from 4,432 usersMetascore: N/A
A police undercover operation takes a delicious, unexpected turn.

Extreme Job adalah film aksi komedi produksi Korea Selatan yang disutradarai oleh Lee Byeong-heon. Film ini dibintangi beberapa nama besar serta pemain serial tv populer, seperti Ryu Seung-ryong, Lee Hanee,  Lee Dong-hwi, dan Gong Myung. Film ini sukses luar biasa dengan meraih lebih dari US$ 80 juta serta menggaet lebih dari 12 juta penonton hanya di Korea Selatan saja! Rekor demi rekor dipecahkan film ini. Seberapa istimewakah film komedi aksi ini?

Alkisah satu tim detektif pimpinan Inspektur Go, mendapat tugas untuk mengawasi sebuah lokasi yang disinyalir menjadi tempat gembong narkoba di kota mereka. Mereka mengawasi dari seberang jalan, tepatnya dari sebuah rumah makan sepi yang menyajikan menu ayam goreng. Waktu demi waktu berlalu, mereka merasakan aksi pemantauan kurang efektif karena tidak mampu masuk ke dalam bangunan di seberang. Ketika mereka melihat seorang pengantar makanan bisa masuk ke dalam bangunan, maka ide gila pun muncul. Mereka memutuskan untuk menyamar lebih jauh dengan membuka restoran ayam goreng berharap penghuni bangunan di seberang memesan makanan mereka. Satu hal yang tak mereka duga, restoran mereka justru laris dibanjiri pengunjung. Premis cerita yang menarik bukan?

Dari sisi cerita, terlebih genrenya, film ini menyajikan sebuah kisah unik yang belum pernah kita temui sebelumnya. Dari ringkasan cerita di atas, tampak terlihat sedikit memaksa, namun jika kita menontonnya, prosesnya berlangsung masuk akal dan sama sekali tak terasa tergesa. Semua disajikan perlahan dan efektif sehingga momen demi momen dengan bumbu komedinya sangat enak untuk diikuti alur plotnya. Kelokan kisahnya selalu penuh kejutan hingga akhir, dan sulit untuk kita prediksi. Sisi komedi memang menjadi menu utama kisahnya dengan dukungan sosok dan akting para pemain utamanya yang bermain sangat menawan.

Baca Juga  Ajin: Demi-Human

Aksi “stake out” tentu butuh waktu yang lama, namun film ini mampu meringkas beberapa momennya dengan sangat baik sekaligus menghibur. Dengan sering menggunakan teknik montage (kilasan peristiwa), film ini mampu membangun sisi komedi sekaligus alur plotnya dengan amat efektif. Satu contoh di bagian awal ketika mereka tengah sibuk mengawasi, lengkap dengan papan tulis dan berkas lainnya sebagai bahan penyelidikan, mendadak para pengunjung masuk ke dalam ruangan restoran, sontak mereka semua kaget dan langsung membuang semua berkas. Satu lagi, ketika mereka menaikkan harga ayam goreng beberapa kali dengan harapan restoran sepi (sehingga lebih fokus ke tugas), namun tetap saja restoran mereka selalu penuh pengunjung. Semua montage-nya disajikan dengan gaya humor yang begitu berkelas dan sangat menghibur.

Kukuruyuk! Extreme Job adalah sebuah aksi komedi penuh kejutan dari sisi kisahnya dengan dukungan para kasting sempurna serta gaya humor yang khas. Para pemain utama bahkan pendukung, semua bermain mengesankan menghidupkan semua adegannya. Pilihan kasting memang patut diacungi jempol, semua karakternya memiliki gaya dan kharismanya masing-masing. Sosok-sosok yang begitu diremehkan sejak awal mendadak berubah menjadi sosok yang sama sekali berbeda di segmen klimaks. Extreme Job merupakan satu pencapaian segar bagi genrenya yang boleh dibilang mengungguli dan tak bakal mungkin dibuat film-film Barat sejenis. Tak heran jika film ini begitu sukses secara komersial. Industri film raksasa di Barat, kini jelas mendapat tantangan serius dari Asia, Korea Selatan khususnya.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaAcademy Awards 2019 Winner
Artikel BerikutnyaDilan 1991
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga 2019. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit. Kedua buku ini menjadi referensi favorit para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat penuh dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Hingga kini, ia masih menulis ulasan film serta terlibat aktif dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Biodata lengkap bisa dilihat dalam situs montase.org. ------- His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.