Free Fire (2016)

91 min|Action, Comedy, Crime|21 Apr 2017
6.3Rating: 6.3 / 10 from 50,191 usersMetascore: 63
Set in Boston in 1978, a meeting in a deserted warehouse between two gangs turns into a shoot-out and a game of survival.

Free Fire adalah film aksi komedi produksi Inggris arahan Ben Wheatley, yang dibintangi sederetan bintang, seperti Brie Larson, Sharlto Copley, Armie Hammer, dan Cilian Murphy. Film berbujet US$ 7 juta ini menawarkan konsep yang tidak biasa pada film aksi umumnya dengan kisah yang sederhana dan ruang terbatas. Alkisah, dua pihak tengah bernegosiasi dalam pembelian senjata ilegal di sebuah gudang pabrik. Walau situasi penuh curiga, namun transaksi berjalan lancar hingga satu masalah kecil menghangatkan suasana, dan baku tembak pun terjadi.

Sekitar 20 menit pertama adalah momen terbaik filmnya. Penokohan karakter walau singkat cukup efektif menggambarkan masing-masing tokohnya. Kisah berjalan semakin menarik ketika transaksi berlangsung penuh nuansa ketegangan di antara dua belah pihak. Transaksi berjalan mulus dan tensi ketegangan pun menurun. Kita tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, namun bagaimana proses tersebut berlangsung sungguh jauh di luar perkiraan. Sungguh brilian sekaligus konyol. Performa para pemain dengan karakter mereka yang eksentrik adalah satu faktor utama yang membuat kisahnya berjalan sangat menarik pada momen ini.

Berikutnya adalah aksi tembak-menembak yang tak ada hentinya. Celotehan konyol saling bersahutan yang memancing gelak tawa. Penonton sangat terhibur dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa intrik kecil muncul membuat cerita semakin menarik, namun nyatanya tidak cukup kuat untuk menopang durasi 90 menit. Eksplorasi konflik cerita kurang mampu digali sehingga rasa bosan dan lelah pun mulai muncul. Tidak ada tensi ketegangan berarti sejak sepertiga film hingga akhir. Penonton bahkan tidak tahu lagi pihak mana menembak siapa. Screen directing sungguh kacau hingga penonton kehilangan orientasi arah dan ruang. Agek aneh juga peluru beterbangan sedemikian hebat, namun peluru hanya menyerempet tubuh mereka.

Baca Juga  Dream Scenario

Free Fire menawarkan sebuah ide cerita dengan konsep minimalis yang sangat menghibur dengan performa akting para pemainnya yang nyaris sempurna, hanya saja plot filmnya hanya ideal untuk durasi 20 menit. Sharlto Copley menjadi bintang utama disini karena melakoni tokoh Vernon yang konyol dengan celotehan tanpa henti. Sementara Brie Larson tampil hanya sebagai pemanis. Sangat disayangkan, film ini berpotensi menjadi sangat menarik jika berada di tangan sutradara jenius macam Tarantino. Wheatley bukanlah Tarantino yang mampu membuat kisah sederhana dan minimalis menjadi sebuah masterpiece.
WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaThe Circle
Artikel BerikutnyaKing Arthur: Legend of the Sword
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.