Genre Film : Drama Comedy
Duration : 100 menit
Release : 7 April 2016
Production : KG Studio
Director : Teezar  Sjamsuddin
Actors : Babe Cabita, Acha Sinaga, Abdurrahim Arsyad

Kembali film komedi “stand up” lokal rilis di bioskop-bioskop menyusu seri Comic 8 baru lalu.  Berbeda dengan Comic 8 yang menampilkan action-comedy, Get Up Stand Up menyajikan drama berbalut komedi oleh komika Stand Up Comedy. Babe Cabita alias Bang Ibo, seorang penyiar radio di Medan, mendadak harus merantau ke Jakarta karena mengejar gadis pujaannya, Fatiya. Fatiya selama ini selalu mengurus Babe dan menyerah oleh tingkah Babe yang lamban dan malas. Di Jakarta, demi bisa dekat dengan Fatiya, Babe bekerja di rumah makan Padang yang setiap hari dikunjungi Fatiya dan rekan-rekan kantornya. Sampai akhirnya Babe memutuskan untuk ikut kompetisi Stand Up Comedy sebagai pembuktian cintanya pada Fatiya.

Get Up Stand Up menjadi semacam prolog dari kisah sukses seorang komika Stand Up Comedy Indonesia (SUCI). Dimana film ini mereka-ulang awal hingga akhir kompetisi Open Mic hingga SUCI, bahkan hingga seluk beluk masa karantina. Para alumni SUCI didapuk sebagai tokoh-tokoh utama film, tentunya dengan materi komedi khas masing-masing. Menjual komedi para komika, film ini sukses menghibur dan mengundang tawa setiap penonton. Sayangnya, drama yang disajikan terkesan “klasik”. Adegan kecelakaan, kejutan ulang tahun, cinta segitiga, sudah lazim digunakan dalam formula sinetron. Tetapi plot cerita cukup mapan untuk menghadirkan konflik dan memberi solusi dengan mulus. Munculnya cameo personel band, Ungu dan cameo para juri SUCI semakin menambah motif alur cerita. Bahkan selipan-selipan joke cukup menyelamatkan sehingga film ini tidak “basi” dan tidak “lebay”.

Baca Juga  Percobaan Studi Psikologis dalam Fiksi

Secara tampilan, Get Up Stand Up tidak kalah dengan film-film Indonesia lain, dikemas dengan matang dan baik mendukung momen-momen dramatis antara Babe, Abdur, dan Fatiya. Musik pengisi terbilang baik, ditambah juga dengan lagu pendukung dari Ungu. Sayangnya, suara pengisi atau dub para aktor terdengar kurang real. Di tengah membanjirnya komedi sejenis di bioskop-bioskop kita, cepat atau lambat penonton akan bosan jika para pembuat film tidak segera membuat terobosan baru.

WATCH TRAILER

Artikel SebelumnyaUpdate: The Jungle Book 2 & Fast 8
Artikel BerikutnyaEye in The Sky
Lahir dan besar di Kalimantan Barat, merupakan seorang aktivis demokrasi. Tahun 2015 hijrah ke Yogyakarta untuk menekuni ilmu film di sebuah perguruan tinggi swasta. Selain kuliah, menulis dan menggambar animasi menjadi rutinitas pilihannya.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.