Ghost in the Shell (2017)

107 min|Action, Crime, Drama|31 Mar 2017
6.3Rating: 6.3 / 10 from 200,176 usersMetascore: 52
In the near future, Major Mira Killian is the first of her kind: A human saved from a terrible crash, who is cyber-enhanced to be a perfect soldier devoted to stopping the world's most dangerous criminals.

Ghost in the Shell merupakan adaptasi dari film anime populer karya Mamoru Oshii tahun 1995. Kisah filmnya sendiri diadaptasi dari manga (komik Jepang) karya Masamune Shirow. Sementara film remake – live action-nya ini digarap oleh Rupert Sanders dengan bintang utama, Scarlett Johansson. Film animasinya banyak dianggap pengamat sebagai salah satu film anime terbaik yang pernah ada, karena pencapaian tema dan visualnya.

Kisah filmnya berlatar sebuah kota fiktif di masa datang. Alkisah Major adalah cyborg wanita pertama, yang merupakan hasil eksperimen kombinasi otak manusia dengan tubuh mekanik, buatan perusahaan robotik bernama Hanka. Major tergabung dalam sebuah kelompok kontra teroris elit bernama seksi 9. Suatu ketika mereka dihadapkan pada sebuah kasus pembunuhan misterius yang mengincar para petinggi Hanka. Semakin dalam penyelidikan kasus semakin rumit, Major akhirnya menyadari bahwa semua ini terkait dengan eksistensi dan masa lalunya.

Suka tidak suka, film remake-nya ini memang harus menderita komparasi dengan film anime-nya yang memang terlalu superior. Dari sisi visual, film ini adalah merupakan visualisasi yang sempurna dari anime-nya. Beberapa shot yang digunakan pun sama, sebagai tribute, yang sudah terlihat sejak opening filmnya. Semua visualisasinya, baik tokohnya, suasana kota, mood, dan seluruh pengadeganan baik aksi maupun nonaksi, seluruhnya memiliki jiwa dari anime-nya. Sebuah pencapaian CGI yang memang sangat menawan untuk menghidupkan ini semua. Sangat disayangkan, justru lagu dan musik tradisional Jepang yang menjadi salah satu ruh filmnya, tidak digunakan hingga ending.

Dari sisi cerita, sekilas inti kisahnya mirip dengan anime-nya, dengan tempo cerita yang agak lambat. Hal yang berbeda adalah motif dari tokoh “antagonis”-nya. Film anime-nya lebih dalam mengeksplor tema eksistensialisme. Sementara film remake-nya mengeksplorasi tema identitas diri, jauh lebih ringan dari plot versi anime-nya. Seolah-olah tampak plot filmnya ini hanya menempel pada plot anime-nya, dengan sedikit modifikasi cerita lebih terbuka pada ending. Siapa pun tahu, ini merupakan strategi pasar jika kelak film ini sukses komersial.

Baca Juga  Happy Death Day

Ghost in the Shell adalah sebuah remake yang amat mengesankan dari sisi visual namun kisahnya merupakan kompromi untuk potensi serinya kelak. Film anime memang tergolong sulit untuk di-remake karena visi dan imajinasinya yang begitu tinggi. Setidaknya patut diapresiasi bagaimana film ini mampu memvisualisasikan dengan begitu baik. Scarlett Johansson sendiri untuk kesekian kalinya kembali terjebak dalam peran tipikal, setelah Black Widow, Lucy, bahkan karaktek Samantha dalam Her. Karakternya di Ghost in the Shell bisa dibilang adalah perpaduan antara ketiga karakter yang pernah diperankan sang aktris.
WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaMoon Cake Story
Artikel BerikutnyaTurah
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.