I Love You from 38000 Feet (2016)

102 min|Romance|05 Jul 2016
7.2Rating: 7.2 / 10 from 57 usersMetascore: N/A
N/A

     Judul film ini terkesan unik. Nyatanya, judul ini terinspirasi dari kisah nyata seorang pramugari bernama Khairunnisa Haidar Fauzi yang mengunggah foto di akun media sosialnya sebelum pesawat yang ia tumpangi mengalami kecelakaan hingga ia pun tewas. Foto tersebut adalah kertas bertulisan “I Love You From 38000 feet” yang ia letakkan di jendela pesawat. Peristiwa yang terjadi pada 24 Desember 2014 ini mendapatkan banyak respon dari masyarakat khususnya di media sosial. Selain digarap untuk konsumsi layar lebar, I Love You From 38000 Feet (ILY) juga digarap dalam bentuk novel yang ditulis oleh Tisa TS. Novel ini di-launching 23 April 2016 lalu sehingga memberikan kesempatan para pecinta novel dan film untuk menikmati dan terlarut dalam kisah cinta romantis ini sehingga penasaran dan segera menonton saat filmnya rilis.

     Tidak seperti biasanya, film dibuat berdasarkan novel yang laris di pasaran. Kali ini novel dan film diproduksi dalam waktu bersamaan sehingga setelah proses syuting selesai, para pemeran utama dapat menandatangani novel tersebut sekaligus menjadi daya tarik launching. Dengan larisnya novel tersebut, maka akan menarik banyak pembaca untuk menonton filmnya yang dirilis sekitar 3 bulan setelahnya. Memproduksi novel dan film dalam waktu yang bersamaan adalah strategi marketing yang ternyata bisa sangat menguntungkan. Film ini telah meraih lebih dari 1 juta penonton sejak rilis pada momen lebaran lalu. Apa sebenarnya yang menarik dari film ini?

     Aletta seorang gadis manis dan periang yang merupakan keturunan ningrat. Karena jomblo, maka sang nenek yang menginginkan cucunya tetap menjaga tradisi keluarganya berencana untuk menjodohkan Aletta dengan Dhito. Aletta tidak menyukai rencana ini. Ia tidak tertarik pada Dhito dan kemudian memutuskan untuk berlibur ke Bali. Pada saat inilah ia bertemu dengan Arga dan berusaha menarik hati pemuda tersebut. Meskipun pada awalnya Arga tampak dingin, namun akhirnya mereka menikmati momen bahagia bersama. Sayangnya, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena suatu hal terjadi.

Baca Juga  Hafalan Shalat Delisa

     Keindahan alam dan kenikmatan traveling saat ini sedang sangat digandrungi. Hal ini terlihat dari banyaknya kalangan muda memenuhi setiap lokasi wisata dan kemudian mengunggahnya melalui akun media sosial. Fenomena kekinian ini benar-benar dimanfaatkan untuk menjadi daya tarik cerita film ILY. Film drama romantis ini menyuguhkan keindahan alam Bali yang secara umum belum ditampilkan film-film sebelumnya. Meskipun dari segi cerita tampak dibuat-buat, setidaknya dengan memanfaatkan keindahan setting seharusnya setiap adegan dapat dikemas dan disajikan dengan baik, sehingga memberikan kesan di hati penonton khususnya pada adegan romantisnya. Namun sayangnya, hal ini tidak dilakukan dengan maksimal sehingga secara keseluruhan film ILY disajikan dengan cara asal jadi saja. Seperti film-film Indonesia lazimnya yang menyuguhkan kisah romantis, formula yang diunggulkan hanya seputar romantisme dan wisata alam tanpa diimbangi dengan kualitas teknik sinematik yang dapat memaksimalkan potensi film.

    Sekalipun begitu, unsur komedi yang ditampilkan oleh Ricky Cuaca cukup menghibur. Selain, tentu saja keunggulan fisik dua pemain utamanya, Michelle Ziudith dan Rizky Nazar namun soal akting jangan ditanya. Tidak ada yang mengagumkan dari divisi ini. Film roman biasanya didukung oleh musik dan lagu untuk menciptakan mood dan kesan mendalam. Tetapi, lagu tema yang dinyanyikan oleh penyanyi papan atas sekelas Rossa belum mampu menolong kualitas filmnya secara keseluruhan. Film ILY memang tidak begitu mengesankan, tapi setidaknya film ini tetap layak untuk ditonton untuk sekedar mencari hiburan. Ternyata film yang mengangkat kisah cinta remaja dan isu kekinian memang masih menarik minat para pecinta film Indonesia.

WATCH TRAILER

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini