influencer

Influencer adalah film drama thriller garapan Kurtis David Harder. Film ini dibintangi nama-nama asing, sebut saja Emily Tennant, Cassandra Naud, Sara Canning, serta Rory J. Saper. Film ini dirilis oleh platform spesialis horor, Shudder pada awal Mei ini. Apakah film bertema titelnya ini mampu memberikan satu sentuhan baru pada genrenya?

Madison (Tennant) adalah seorang influencer yang kini tengah berlibur di Thailand. Ia bertemu dengan seorang gadis muda asing bernama CW (Naud) yang tak lama akrab. Ketika kamar hotel Madison dirampok dan kehilangan paspornya, ia pun dipaksa tinggal lebih lama lagi. CW pun mengajaknya mengunjungi tempat-tempat wisata eksotis di Thailand, hingga mereka berkunjung ke sebuah pulau kosong terpencil. Siapa sangka, CW meninggalkan Madison di sana. CW pun kini menikmati identitas barunya sebagai Madison dengan segala gaya hidup mewahnya. Selang beberapa waktu, dengan modus yang sama, CW kembali mengincar seorang gadis muda influencer lainnya bernama Jessica (Canning). Situasi berkembang semakin rumit ketika Ryan (Saper), pacar Madison, mendadak datang.

Kisah horor thriller sejenis memang bukan hal baru, di mana sekelompok atau seorang turis yang datang berlibur mendadak berubah menjadi mimpi buruk. Entah pelakunya seorang slasher, psikopat, hiu pembunuh, monster, atau lainnya. Bedanya kini adalah motif sang pelaku. Semua targetnya adalah seorang gadis muda influencer di mana media sosial menjadi aktivitas rutin kesehariannya. Secara mudah tampak pesan terselubung di balik kisahnya. CW adalah seorang gadis muda cantik kesepian yang memiliki bekas lahir (cacat) di wajahnya, dan ini menjadi satu alasan besar mengapa ia melakukan aksi keji ini. Entah sudah ada berapa influencer muda yang menjadi korbannya.

Baca Juga  Lightyear

Plotnya sendiri berjalan menegangkan dan penuh kejutan dalam prosesnya. Naskahnya cukup cerdik mengarahkan penonton ke kanan padahal arah plotnya menuju kiri. Kejutan demi kejutan ini pula yang membuat kisahnya begitu intens terus memancing rasa penasaran dan menarik diikuti. Pergantian sorotan tokoh utama secara mendadak, membuat kita justru makin penasaran. Bahkan untuk beberapa momen, kita pun bisa bersimpati dengan karakter CW. Pembatasan informasi di mana penonton tahu, sementara Jessica dan Ryan tidak, membuat situasi begitu menegangkan. Semua kastingnya pun bermain mengesankan sehingga begitu mudahnya penonton masuk dalam situasi genting ini.

Influencer adalah drama thriller intens bernuansa horor dengan dukungan para kastingnya yang bermain natural serta pesan kuat tentang efek media sosial. Influencer adalah film bertema “cewek kekinian” yang bisa jadi mewakili perasaan jutaan generasi muda di mana pun. Motif kisahnya rasanya bakal lebih mudah dipahami kaum hawa, di mana rasa iri untuk dapat merasakan kehidupan materi yang lebih “mewah” atau “berkelas” menjadi satu poin terbesar dalam film ini. Walau dengan penggambaran yang gamblang, bukan berarti Influencer tidak memiliki pesan menohok. Influencer adalah salah satu film tentang kritik sosial masa kini terbaik dalam satu dekade terakhir.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaHypnotic
Artikel BerikutnyaTransformers: Rise of the Beasts
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Ia juga menulis Buku Film Horor: Dari Caligari ke Hereditary (2023) serta Film Horor Indonesia: Bangkit Dari Kubur (2023). Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Baru lalu, tulisannya masuk dalam shortlist (15 besar) Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Sejak tahun 2022 hingga kini, ia juga menjadi pengajar praktisi untuk Mata Kuliah Kritik Film dan Teori Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dalam Program Praktisi Mandiri.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.