John Wick: Chapter 2 (2017)

122 min|Action, Crime, Thriller|10 Feb 2017
7.4Rating: 7.4 / 10 from 513,928 usersMetascore: 75
After returning to the criminal underworld to repay a debt, John Wick discovers that a large bounty has been put on his life.

John Wick pada rilisnya dua tahun lalu menuai pujian selangit dari para pengamat walau hasilnya secara komersil tidak sepadan dengan pujiannya. Film penuh aksi ini dipuji terutama karena penampilan sang bintang, Keanu Reeves dengan sekuen aksinya yang sangat mengesankan mampu mengkombinasi antara seni bela diri dengan aksi tembak-menembak. Kali ini sekuelnya John Wick: Chapter 2 masih digarap oleh Chad Stahelski dengan masih menawarkan formula yang sama.

Kembalinya John Wick, sang pembunuh bayaran legendaris rupanya menarik perhatian rekan-rekan satu profesinya, salah satunya adalah Santino D’ Antonio. Santino memiliki pekerjaan besar buat John namun ia menolaknya. Santino menggunakan segala cara untuk memaksa sang legenda untuk bekerja padanya dan usahanya berhasil dengan jaminan John bisa pensiun setelahnya. Diluar dugaan pekerjaan tersebut rupanya masih berhubungan dengan jaringan besar organisasi pembunuh bayaran tempat dimana John bekerja.

Apa yang sebenarnya membuat John Wick begitu berkesan? Pertama adalah nostalgia film-film aksi balas dendam era ‘80-an dan ‘90-an a la Death Wish hingga film western, Unforgiven. Kedua adalah aksi nonstopnya kombinasi aksi perkelahian dan tembak-menembak yang disajikan dengan koreografi yang begitu indah dan elegan yang terhitung segar bagi genrenya. Apa yang menjadi kekuatan aksi film pertamanya segalanya kini disajikan lebih. Segmen aksi boleh jadi mendominasi 80% dari durasi filmnya nyaris nonstop tanpa henti. Apakah menghibur? Dari sisi aksi memang ya namun dari sisi motivasi cerita, nol. Nol besar.

Baca Juga  The Hunger Games

Motif kuat yang dulu menjadi pemicu aksi John kali ini terkesan begitu memaksa. Segala aksi hebat sepanjang film terasa sangat melelahkan dan John layaknya superhero yang menghabisi lawan-lawannya tanpa kenal lelah. Jika John benar-benar ingin pensiun, dia bisa saja pergi meninggalkan semuanya tanpa harus terikat apa pun. He’s a legend for God sake! Mengapa tidak ia lakukan? Masa bodoh dengan Santino dan organisasinya. Toh apapun yang ia lakukan situasinya tetap sama. Jawabannya tentu sederhana sekali. Tuntutan sebuah sekuel yang memaksanya beraksi kembali dan hal yang sama pula bakal membuat John beraksi kembali dengan aksi yang jauh lebih hebat di seri ketiganya kelak.

John Wick: Chapter 2 menawarkan semua aksi-aksinya yang hebat bahkan melebihi seri pertamanya namun sayangnya kali ini tidak diikuti oleh motif cerita yang kuat. Harus diakui memang beberapa momen filmnya memang disajikan sangat baik dengan dukungan beberapa aktor senior yang matang. Keanu Reeves kini rasanya telah kembali semasa era sukses The Matrix silam. Dalam satu adegan dipertegas melalui reuni antara “Neo” dan “Morpheus” yang mengembalikan memori nostalgia masa lalu. Seperti penjelasan sebelumnya, pecinta John Wick jelas tidak ada yang perlu dikhawatirkan. John Wick will return. Dijamin 100%.
WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaSplit
Artikel BerikutnyaThe Lego Batman Movie
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.