Johnny English Strikes Again (2018)
89 min|Action, Adventure, Comedy|26 Oct 2018
6.2Rating: 6.2 / 10 from 83,748 usersMetascore: 39
After a cyber-attack reveals the identity of all of the active undercover agents in Britain, Johnny English is forced to come out of retirement to find the mastermind hacker.

Johnny English Strikes Again adalah film seri ketiga dari petualangan agen Johnny English yang kembali diperankan komedian ikonik, Rowan Atkinson. Filmnya digarap oleh David Kerr dengan didukung pemain-pemain kenamaan, seperti Emma Thompson, Olga Kurylenko, serta Ben Miller. Mr. Bean seperti tak ada matinya, dan kini petualangan apa lagi yang ingin ditawarkan filmnya di usia sang aktor yang memasuki umur 63 tahun.

Kantor pusat markas agen rahasia Inggris di London di-hack seseorang sehingga semua agen yang kini ada di lapangan terekspos identitasnya. Tak ada agen lapangan tersisa dan pihak pemerintah terpaksa mengutus agen lama (baca: tua) untuk menyelidiki kasus ini. Johnny yang kini berprofesi sebagai guru seolah dasar kini terpaksa harus kembali ke lapangan untuk menyelamatkan negaranya.

Kita semua tahu, Johhny English identik dengan sosok Mr. Bean, dan semua aspeknya, baik dari sisi cerita, pengadeganan hingga tentu aksi komedinya memberi ruang penuh bagi sosok ini untuk beraksi dengan segala kekonyolannya. Intinya, tak usahlah kita membahas cerita karena polah Bean, eh Johnny, adalah sajian utama film ini. Semua orang telah kenal betul karakter ini, apa saja bisa terjadi dan tak ada yang tak mungkin. Polah Johnny selalu berujung malapetaka bagi orang lain, dan inilah yang membuat film ini menghibur banyak penonton.

Baca Juga  Windfall

Formula komedinya yang khas, “old school”, bisa jadi memang masih ampuh bagi penonton sekarang. Semua serba mudah diprediksi. Ketika Johnny meremehkan satu hal dengan mimiknya yang khas maka hal yang ditakutkan (diharapkan penonton) pasti bakal terjadi. Banyolan ini sudah usang, namun tidak bagi sebagian besar penonton yang memenuhi bioskop. Aksi terpleset, bom, terlempar dari gedung, hingga aksi VR mampu membuat seisi bioskop bergemuruh. Kadang banyolan berkelas muncul (contoh saja, “London Lemming”, jawabnya ketika bartender bertanya ingin minum apa), namun sebagian besar guyonan slapstick-nya sudah tidak lagi menggelitik.

Dengan mengusung formula komedi yang sudah menjadi trademark sang bintang, Johnny English Strikes Again bakal memuaskan para fansnya sekalipun gaya banyolannya kini sudah tampak usang. Beberapa pemain pendukung, seperti Emma Thompson dan Miller bermain baik, namun Kurylenko hanya tampak sebagai pemanis semata. Jika memang kamu fans Mr.Bean, jelas akan terhibur seperti apa yang kamu harapkan.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
50 %
Artikel SebelumnyaAlpha
Artikel BerikutnyaFinal Score
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.