Laundry Show merupakan film komedi yang disutradarai oleh Rizky Baliki dan Upi Avianto sebagai penulis skenario sekaligus produser kreatif. Cerita dalam film ini, diangkat dari novel yang ditulis oleh Uki Lukas dengan judul yang sama, dan memiliki cerita yang  mengusung tema jasa laundry. Dengan menggandeng rumah produksi Multivision Plus (MVP), film berdurasi 90 menit ini, diperankan oleh Boy William sebagai Uki, Gisella Anastasia sebagai Agustina.

Film ini berkisah mengenai seorang pria muda bernama Uki (Boy William) yang rajin dan tekun. Ia bekerja di sebuah perusahaan kopi instan ternama. Namun, ia diperlakukan dengan tidak adil oleh rekan kerja dan atasannya. Hal ini membuat Uki frustasi sehingga ia memutuskan untuk melepas pekerjaanya. Ia lalu mendirikan usaha jasa laundry pakaian dan mewujudkan ambisinya untuk menjadi seorang boss. Dengan segala masalahnya, Uki baru menyadari betapa sulitnya duduk menjadi seorang atasan.

Laundry Show mengangkat tema yang ringan dan menarik, yaitu tentang perjuangan seorang pengusaha baru yang membangun segalanya dari nol, dibalut dengan komedi yang segar dan menghibur. Takaran komedi yang dihadirkan tidak berlebihan dan sesuai dengan porsinya. Loundry memiliki alur cerita yang menarik dengan menghadirkan konflik demi konflik yang lumayan kompleks. Konflik yang dipilih juga terhitung berani dan dihadirkan dengan komedi dan tingkah polah para komika yang jenaka.

Selain itu pula, film ini menghadirkan isu keberagaman yang ditampilkan melalui latar belakang dan asal muasal para karyawan. Latar belakang para karyawan dan Uki sendiri sebagai tokoh utama, secara sabar disatukan dalam sebuah situasi yang perlahan membuat mereka menjadi kompak dan saling menyayangi. Isu keberagaman ini yang membuat filmnya berkesan hangat dan menyenangkan. Sayangnya, kisah percintaan yang dihadirkan terasa klise dan cenderung mudah ditebak, seperti halnya film-film roman pada umumnya. Dua sosok pria dan perempuan yang awalnya saling bermusuhan, namun akhirnya justru saling jatuh hati. Siapa yang tak tahu ini? Penyelesaian juga terkesan dipaksakan dan kurang dieksplor lebih mendalam. Padahal konflik yang dihadirkan sangat real layaknya problem yang memang dihadapi oleh seorang pengusaha baru.

Baca Juga  Ada Cinta di SMA

Di luar sisi penceritaannya, penonton juga dimanjakan dengan gambar-gambar estetik yang memanjakan mata. Film ini menampilkan berbagai properti pendukung dengan warna-warna yang tajam dan mencolok. Setting colorful ini dipadukan dengan pergerakan kamera yang dinamis. Hal ini tentu mendukung mood film yang ceria. Secara keseluruhan, akting para pemainnya terhitung lumayan dan mampu memancing rasa geli dan tawa lewat karakter-karakter yang kuat. Namun, justru pembawaan Boy William malah terlihat kaku memerankan sosok Uki yang ambisius dan konyol.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaAlita: Battle Angel
Artikel BerikutnyaThe Lego Movie 2: The Second Part
Redaksi Montase
memberikan ulasan serta artikel tentang film yang sifatnya ringan, informatif, mendidik, dan mencerahkan. Kupasan film yang kami tawarkan lebih menekankan pada aspek cerita serta pendekatan sinematik yang ditawarkan sebuah film.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini