Seorang perempuan lanjut usia datang dari sebuah kampung dijemput istrinya, Nadine (Faradina Mufti). Alif (Rio Dewanto) tertegun menatapnya karena tak ingat sama sekali perempuan tersebut adalah ibunya. Ia tak mengusir perempuan tersebut, hanya nalurinya seperti berkata ada sesuatu yang tidak pas. Kepingan teka-teki yang menunggu disatukan ini menjadi tawaran film Legenda Kelam Malin Kundang yang tayang di bioskop sejak Kamis, 27 November 2025.
Perempuan yang mengaku sebagai amak alias ibunya itu bernama Aminah (Vonny Anggraini). Ia meyakinkan Alif dan keluarganya dengan bercerita masa kecil Alif. Ia juga mudah mengambil hati istri dan anaknya dengan selalu memasak hidangan Minang yang lezat.
Sementara itu, Alif jadi makin sering mimisan. Ia mengalami geger otak setelah kecelakaan sehingga banyak ingatan yang samar-samar. Beberapa ingatan mulai kembali, tapi hanya ingatan masa kecilnya di Padang yang benar-benar seperti lenyap. Ia menemukan petunjuk kecil lewat gambar-gambar yang dulu disembunyikannya. Namun, seiring dengan meningkatnya rasa ingin tahunya, ia jadi makin sering mimisan dan berhalusinasi.
Sejak Joko Anwar mengumumkan akan mengangkat legenda terkenal Malin Kundang dengan nuansa yang kelam, banyak yang tertarik dan penasaran. Namun rupanya Joko Anwar di film ini selaku penulis utama, produser, dan editor, sedangkan bangku sutradara diserahkan ke tangan Rafli Hidayat dan Kevin Rahardjo. Ini adalah debut keduanya menyutradarai film panjang.
Meski demikian tak terlihat ini adalah film panjang pertama mereka. Nafas Joko Anwar malah lebih terlihat jelas, apalagi para pemerannya adalah aktor dan aktris yang pernah berkolaborasi dengan Joko Anwar seperti Rio Dewanto dan Faradina Mufti. Para kru seperti Zeke Khaseli dan Ical Tanjung masing-masing sebagai penata musik dan sinematografer juga sering terlibat dalam film-film Joko Anwar.
Gaya pengambilan gambar, musik, dan tensi ceritanya memang memiliki nafas yang mirip dengan film misteri Joko Anwar pada umumnya. Demikian pula dengan narasi ceritanya. Legenda Kelam Malin Kundang memiliki kepingan misteri, gaya bertutur, dan tema yang seperti kombinasi Pintu Terlarang dan Modus Anomali.
Dalam Legenda Kelam Malin Kundang, tokoh utama Alif digambarkan hilang ingatan. Ini mengingatkan pada konflik yang dialami oleh tokoh utama bernama John yang kebingungan karena tak ingat sama sekali siapa dirinya ketika terbangun di hutan. Tokoh John ini juga diperankan oleh Rio Dewanto sehingga membuat film ini jadi mirip.
Legenda Kelam Malin Kundang juga mengingatkan pada Pintu Terlarang yang merupakan adaptasi dari novel karya Sekar Ayu Asmara. Tokoh utamanya sama-sama seniman serta memiliki istri cantik dan kaya-raya. Gambir dalam Pintu Terlarang digambarkan sebagai pematung, sedangkan Alif di Legenda Malin Kundang sebagai pelukis mikro.
Keduanya digambarkan memiliki trauma dan masa lalu kelam serta menyimpan banyak rahasia. Pemicu halusinasi dan kebingungan Alif adalah kecelakaan mobil dan kedatangan perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Sedangkan pada Pintu Terlarang adalah video-video terlarang yang bisa ditonton di perkumpulan misterius dan pintu yang tak boleh dibuka.
Ya, ada beberapa elemen cerita dan gaya bertutur yang mengingatkan Legenda Kelam Malin Kundang terhadap Pintu Terlarang. Meski demikian Legenda Kelam Malin Kundang tetap menarik untuk ditonton dan memiliki keistimewaan tersendiri.
Performa akting dari para pemain memberikan sumbangan lebih terhadap kisah Malin Kundang ini, selain visualnya yang memang apik. Penampilan Rio Dewanto dan Faradina Mufti makin terasah. Ini bisa dibandingkan sendiri ketika menonton kembali film Modus Anomali dan kemudian menyaksikan performa Rio di Legenda Kelam Malin Kundang.
Vonny Anggraini sebagai amak, paling mencuri perhatian. Saat ia muncul kali pertama di layar dengan busana dan penampilan yang sederhana, penonton seperti melihat sosok ibu dalam Legenda Malin Kundang dalam wujud nyata. Salut buat tim make-up dan kostum yang berhasil mewujudkan sosok ibu seperti dalam legenda ini.
Di awal hingga paruh kedua, tempo bercerita agak lambat. Namun ketika memasuki konflik, pace menjadi cepat. Apalagi, ketika memasuki seperempat terakhir. Tokoh utama seperti diburu-buru untuk segera mengungkap misteri tersebut.
Tema besar cerita Malin Kundang tetap terasa meski jalan ceritanya berbeda. Kepingan misteri, visual, dan performa akting para pemainnya membuat Legenda Kelam Malin Kundang menarik untuk disimak, meski mengingatkan akan film-film misteri Joko Anwar sebelumnya yang senafas.





