London Has Fallen (2016)

99 min|Action, Thriller|04 Mar 2016
5.9Rating: 5.9 / 10 from 170,322 usersMetascore: 28
In London for the Prime Minister's funeral, Mike Banning is caught up in a plot to assassinate all the attending world leaders.

Sukses komersil Olympus Has Fallen walau tak booming rupanya cukup untuk membuat sekuel lanjutannya. Masih dibintangi sebagian besar kasting yang sama, London Has Fallen masih menawarkan plot “Die Hard” yang inti kisahnya kurang lebih juga sama dengan film awalnya. Alkisah kematian Perdana Menteri Inggris membawa duka mendalam bagi para pemimpin dunia. Semua petinggi negara-negara besar direncanakan akan datang pada acara pemakaman di London termasuk Presiden AS, Benjamin Asher. Pada hari pemakaman, aparat kota London bersiaga penuh menghadapi acara besar tersebut. Satu demi satu, para pemimpin dunia yang datang tewas oleh sekelompok teroris, kecuali Asher dan pengawal setianya, Mike Banning. Sendirian, Banning menghadapi ratusan teroris yang telah menguasai penuh kota London yang ingin menangkap sang presiden.

Tak banyak yang ditawarkan oleh plotnya. Inti kisahnya hanya menjadi alasan utama agar aksi bisa dimunculkan sepanjang filmnya. Apakah usahanya berhasil? Untuk para fans aksi bisa dibilang ya. Sejak masalah muncul nyaris adegan aksi berjalan tanpa henti hingga akhir filmnya. Aksi kejar-mengejar seru, tembak-tembakan, ledakan, dan baku hantam tangan kosong secara bergantian dimunculkan tanpa jeda. Entah berapa puluh orang bahkan ratusan yang tewas sepanjang aksi-aksi ini. Tidak terhitung. Teroris seperti semut tidak ada habisnya, dan nyaris tanpa bantuan siapapun, Mike menghadapi semuanya sendirian. Konyol? Ya memang, namun ini yang menjadi nilai hiburan filmnya. Aksi semata.

Baca Juga  Are You There God? It’s Me Margaret

London Has Fallen tidak menawarkan sesuatu yang baru untuk genrenya namun fans film aksi pasti bakal terhibur dengan aksi-aksinya. Beberapa sekuen aksi termasuk car chase dan tembak menembak di jalanan kota London memang sangat seru dan menghibur dan film aksi murni jenis ini sudah beberapa waktu lama tidak kita lihat di layar bioskop. Sayang sekali memang, para pemain berbakat macam Gerard Butler, Aaron Eckhart, hingga Morgan Freeman tidak banyak menggunakan talenta aktingnya. London Has Fallen menghadirkan semua aksi yang fans aksi harapkan dan sekuel lanjutan sepertinya hanya menanti waktu. Eksplorasi plot “Die Hard” yang lebih baik masih kita tunggu.

Eksplorasi Plot Die Hard bisa dibaca pada artikel ini:
https://montasefilm.com/die-hard-movies/

Review Olympus Has Fallen bisa dibaca pada artikel ini:
https://montasefilm.com/olympus-has-fallen/

Watch Trailer

PENILAIAN KAMI
Overall
50 %
Artikel SebelumnyaPemenang Academy Awards 2016
Artikel BerikutnyaKung Fu Panda 3
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.