Long Shot (2019)
125 min|Comedy, Romance|03 May 2019
7.0Rating: 7.0 / 10 from 33,499 usersMetascore: 67
Journalist Fred Flarsky reunites with his childhood crush, Charlotte Field, now one of the most influential women in the world. As she prepares to make a run for the Presidency, Charlotte hires Fred as her speechwriter and sparks fly.

Long Shot merupakan film komedi romantis arahan Jonathan Levine yang kita kenal dengan film zombi unik arahannya, Warm Bodies. Long Shot dibintangi aktor reguler sang sineas, Seth Rogen, yang sebelumnya telah bermain dalam dua filmnya, yakni 50-50 dan The Night Before. Rogen kali ini berpasangan dengan aktris senior papan atas, Charlize Theron, bersama Andy Serkis, O’shea Jackson, dan Alexander Skarsgard. Dalam beberapa dekade terakhir, film romedi romantis bagus terbilang minim, lalu bagaimana Long Shot?

Fred (Rogen) adalah seorang jurnalis idealis yang keluar kerja dari kantornya setelah diambil alih oleh seorang milyuner serakah. Suatu ketika, ia bertemu dengan perempuan mantan tetangga dan babysitter-nya semasa kecil, Charlotte (Theron), yang kini berstatus sebagai sekretaris presiden dan menjadi salah satu perempuan terpopuler di AS. Charlotte yang menyukai tulisan Fred, akhirnya merekrutnya menjadi penulis pidato untuk serangkaian kampanye hijau di mancanegara. Hubungan mereka pun berkembang jauh setelah Charlotte jatuh hati pada teman masa kecilnya ini.

Sejak Pretty Woman dan Notting Hill rasanya nyaris tak ada film komedi romantis yang bagus dan populer, dan Long Shot boleh dibilang mendekati kualitas dua film ini. Formula plotnya pun nyaris tak jauh beda. Dua sejoli yang berbeda status (sangat kontras bahkan fisik) saling jatuh hati, namun kali ini bedanya, ada tema politik dibaliknya kisahnya. Walau arah plotnya tak sulit diantisipasi, namun proses kisahnya yang membuat film ini berbeda. Protokoler keamanan hingga rutinitas padat Charlotte dengan para tamu kenegaraannya menjadikan satu situasi menarik yang membuat hubungan mereka berdua semakin menggelitik untuk kita nikmati, terlebih sisi humornya. Lihat bagaimana mereka harus berdansa di dapur dalam satu pesta resmi kenegaraan dengan iringan lagu It Must Have Been Love (Roxxete) via handphone. Lagu ini pun secara tidak kebetulan adalah OST dari Pretty Woman.

Baca Juga  The Lego Ninjago Movie

Rogen dan Theron tampil sebagai bintangnya. Rogen tampil seperti peran tipikalnya dengan gayanya yang khas dan selalu bicara sesukanya. Sementara Theron tampil elegan sekaligus liar dalam perannya kali ini. Walau rasanya kini tak banyak menguras kualitas aktingnya selain penampilan fisiknya yang tampil luar biasa menawan. Chemistry keduanya pun terbangun sangat baik walau beberapa momen terasa kurang menggigit. Aksi polah konyol mereka memang tercatat lebih dominan dan menarik ketimbang adegan-adegan serius. Seperti satu aksi di atas ranjang, jauh lebih menghibur dari semua adegan ketika mereka beradu mulut.

Long Shot merupakan film tipikal komedi romantis yang mengandalkan penampilan dua bintangnya serta memberi solusi positif bagi dilema sisi moral kisahnya. Kongkalikong antara pejabat dengan pengusaha dalam kisahnya, tentu sudah menjadi hal biasa yang terjadi, namun inti kisahnya tidak mengarah ke sini. Budaya kaum milineal yang tak lepas dari media sosial, kini banyak memiliki pengaruh bagi dunia politik. Skandal pun menjadi santapan empuk para jurnalis media massa yang tentu memengaruhi citra para politikus. Long Shot mampu menawarkan solusi manis bagaimana seharusnya public figure bisa berdamai dengan ini semua. Cukup dengan move on dan jujur pada publik.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
75 %
Artikel SebelumnyaThe Vanishing
Artikel BerikutnyaPokémon Detective Pikachu
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.