Malam puncak penganugerahan Piala Gunungan FFWI XI tinggal menghitung waktu kurang dari satu hari lagi. Namun, persaingan ketat antarkandidat belum menunjukkan titik terang. Tidak ada yang tidak berpotensi membawa pulang Piala Gunungan dari perhelatan ini. Masing-masing nominator memiliki daya tawarnya sendiri. Kendati satu-satunya nama pemenang dari setiap unsur dan kategori harus tetap digulirkan.

Dari unsur Aktor Pendukung Terbaik kategori DRAMA misalnya, Yayan Ruhian (Tarung Sarung) dipertemukan dengan Lukman Sardi (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah) dan Reza Rahadian (Surga Yang Tak Dirindukan 3). Yayan sebagai sosok yang lekat dengan adegan-adegan laga, mesti bersaing dengan Lukman dan Reza yang notabene berkawan dengan kisah-kisah drama. Meski tidak dapat pula mengesampingkan pencapaian Jefri Nichol (Aum!) dan Teuku Rifnu Wikana (Quarantine Tales: Happy Girls Don’t Cry) sebagai para pemeran yang mendukung kehadiran tokoh utama mereka. Tentunya faktor ini harus dipertimbangkan dengan baik, ketika berbicara ihwal sebuah peran sebagai pendukung.

Pun demikian dari unsur Penata Kamera Terbaik kategori yang sama, Hani Pradigya (Sobat Ambyar) tampak sulit dalam mengungguli Batara Goempar (Ali & Ratu Ratu Queens), Anggi Frisca (Layla Majnun), dan Rendra Yusworo (A Perfect Fit). Ketiganya membawakan visual yang mencirikan kekhasan setting lokasi masing-masing. Batara dengan New York-nya, Anggi dan Azerbaijan, lalu Rendra dengan Bali-nya. Terkhusus Anggi yang konsisten dengan gaya pengambilan gambarnya, meski dia duduk sebagai sutradara sekalipun di film lain. Bagaimanapun, latar belakangnya yang berangkat dari dokumenter tampak memengaruhi semua itu.

Masih dalam satu kategori genre, Chicco Jerikho (Aum!) sebagai nominator unsur Aktor Utama Terbaik patut mewaspadai kehadiran Bhisma Mulia (Sobat Ambyar), pendatang baru yang berhasil mencuri perhatian pada debutnya dalam film tersebut 11 Januari lalu. Tentu tanpa mengabaikan kehadiran sang senior, Deddy Mizwar (Sejuta Sayang Untuknya) yang telah malang-melintang dalam olah peran sejak lama. Walau Gunawan Maryanto (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah) pun tampaknya memiliki daya tawar yang cukup kuat untuk menggulingkan mereka. Dengan hadirnya nama-nama tangguh ini, seolah kian menipiskan kesempatan Iqbaal Ramadhan (Ali & Ratu Ratu Queens) untuk memenangkan piala.

Melihat bagaimana alotnya persaingan antarunggulan dalam kategori DRAMA, HOROR juga memiliki kompetisinya sendiri. Pencapaian Shareefa Daanish (Asih 2) sebagai sosok hantu kuntilanak begitu kuat. Shareefa setidaknya perlahan mengikis posisi Tutie Kirana (Affliction) dari podium kandidat pemenang yang unggul. Jenny Zhang (Pelukis Hantu) sebagai sesama sosok kuntilanak pun seakan tidak berkutik terhadap pencapaian akting sang Asih, Shareefa. Tutie dan Shareefa lantas saling berebut hingga diumumkan pada malam puncak tanggal 28 Oktober.

Kompetisi yang ketat juga tampak antara Onadio Leonardo (Survive) dan Ibnu Jamil (Affliction). Dua sosok yang hadir sebagai teror bagi para tokoh lain dalam film masing-masing. Meski teror dari Ibnu tidak menguasai keseluruhan film, tetapi perubahan darinya cukup mengejutkan. Refal Hady (Tarian Lengger Maut) dengan peran yang sama –teror—sayangnya diredupkan oleh kualitas naratif filmnya sendiri. Sementara mereka saling bersaing, Angga Yunanda (The Watcher) dan Ario Bayu (Asih 2) justru kepayahan untuk mengimbangi ketiganya.

Baca Juga  Istirahatlah Kata-Kata, Istirahatlah Penonton

Olah peran para pemain horor ini dan kerja-kerja aspek lain dari balik layar tentu tersambung erat dengan cara para sutradara dalam mengarahkan mereka. Dalam hal ini, tampaknya Rizal Mantovani (Asih 2) cukup berat untuk bersaing dengan tiga nominator lain yang nyaris sama-sama kuat, Anggy Umbara (Survive), Arie Kriting (Pelukis Hantu), dan Teddy Soeriatmadja (Affliction). Kendati mereka bertiga punya kecenderungan masing-masing dalam menghadirkan kisah horornya sendiri. Anggy dengan horor thriller-nya, Arie dan horor komedi, lalu Teddy dengan horor dan teror. Walau Rizal juga berupaya menghadirkan teror lewat adegan-adegan horor arahannya, tetapi Asih 2 sendiri memiliki ketimpangan yang cukup kentara antar-aspek filmisnya satu sama lain.

Berbicara perihal olah peran lagi, kategori genre KOMEDI pun memiliki sosok-sosok unggulnya sendiri. Sebut saja Arya Saloka (Wedding Proposal). Penampilan dia rasanya cukup mengejutkan dan tidak boleh dianggap remeh. Dia paham betul porsinya sebagai pemeran pendukung dalam sebuah film bergenre komedi, dan pemahamannya tersebut lantas diejawantahkan dengan baik di samping sang aktor utama yang dia dukung. Kendati demikian, Sabar Ini Ujian rupanya mengambil tiga kursi sekaligus dalam unsur ini. Diisi oleh Ananda Omesh, Dwi Sasono, dan Rigen Rakelna. Bila menilik dari segi peran yang mendukung tokoh utama, atau dapat dikatakan menjadi bayangan dalam setiap langkahnya, rasanya Arya dan Omesh punya kesempatan yang sama-sama besar. Sampai-sampai menutup Onadio Leonardo (Agen Dunia) sebagai sesama nominator.

Wedding Proposal dan Sabar Ini Ujian memang banyak mencuri perhatian sekaligus pula kursi-kursi nominator. Namun, masih ada Marriage yang berkesempatan mengungguli mereka dalam sejumlah unsur. Misalnya dari unsur penulisan skenario, Evelyn Afnilia sebagai penulis memiliki caranya sendiri dalam membangun penceritaan Marriage. Kendati penokohannya untuk tokoh-tokoh selain yang utama tidak sekuat dua kandidat lain, terutama bila membicarakan soal konten dalam sebuah film komedi. Nyatanya, penulis-penulis skenario ketiga film ini menjadi nominator Penulis Skenario Terbaik yang hampir sama-sama tangguh. Setali tiga uang pula untuk unsur krusial lain dalam kategori ini, yaitu Sutradara Terbaik dan Film Terbaik. Nominator dalam kedua unsur ini pun sama. Bahkan boleh jadi posisi ketiga film tersebut adalah yang paling kokoh ketimbang film-film lain dalam kategori KOMEDI ini.

Pada momen-momen terakhir menjelang pengumuman resminya seperti ini, memang semakin sulit untuk membaca secara jelas kemungkinan pemenangnya. Masing-masing nominator jelas punya potensi sendiri-sendiri untuk membawa pulang sang piala FFWI XI. Potensi yang berbeda nilai kelebihan dan kekurangannya antarsatu sama lain. Namun, Piala Gunungan tetap harus diserahkan kepada yang terbaik di antara yang paling baik. Silakan dinantikan dengan saling berspekulasi kemungkinan-kemungkinan para pemenangnya, hingga saat pengumuman resminya pada esok hari tanggal 28 Oktober 2021.

Artikel SebelumnyaThe Deep House
Artikel BerikutnyaHostage: Missing Celebrity
Miftachul Arifin lahir di Kediri pada 9 November 1996. Pernah aktif mengikuti organisasi tingkat institut, yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Pressisi (2015-2021) di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, juga turut andil menjadi salah satu penulis dan editor dalam media cetak Majalah Art Effect, Buletin Kontemporer, dan Zine K-Louder, serta media daring lpmpressisi.com. Pernah pula menjadi kontributor terpilih kategori cerpen lomba Sayembara Goresan Pena oleh Jendela Sastra Indonesia (2017), Juara Harapan 1 lomba Kepenulisan Cerita Pendek oleh Ikatan Penulis Mahasiswa Al Khoziny (2018), Penulis Terpilih lomba Cipta Puisi 2018 Tingkat Nasional oleh Sualla Media (2018), dan menjadi Juara Utama lomba Short Story And Photography Contest oleh Kamadhis UGM (2018). Memiliki buku novel bergenre fantasi dengan judul Mansheviora: Semesta Alterna􀆟f yang diterbitkan secara selfpublishing. Selain itu, juga menjadi salah seorang penulis top tier dalam situs web populer bertema umum serta teknologi, yakni selasar.com dan lockhartlondon.com, yang telah berjalan selama lebih-kurang satu tahun (2020-2021). Latar belakangnya dari bidang film dan minatnya dalam bidang kepenulisan, menjadi motivasi dan alasannya untuk bergabung dengan Komunitas Film Montase sejak tahun 2019. Semenjak menjadi bagian Komunitas Film Montase, telah aktif menulis hingga puluhan ulasan Film Indonesia dalam situs web montasefilm.com. Prestasi besar terakhirnya adalah menjadi nominator Festival Film Indonesia 2021 untuk kategori Kritikus Film Terbaik melalui artikel "Asih, Cermin Horor Indonesia Kontemporer" bersama rekan penulisnya, Agustinus Dwi Nugroho.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.