Milly & Mamet (2018)
101 min|Comedy, Romance|20 Dec 2018
7.6Rating: 7.6 / 10 from 333 usersMetascore: N/A
Mamet obeyed Milly's request to stop working at a banker bank to raise their children, to work in his in-laws factory to meet Alexandra who again invited her to become a chef at the restaurant of her second dream while in college.

Sukses seri Ada Apa dengan Cinta? (AADC) rupanya membuka peluang untuk kisah spin-off-nya, yakni Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta dan Rangga). Isu produksi film ini sudah terdengar sejak lama, namun baru pada liburan akhir tahun ini, filmnya dirilis. Pada pemutaran hari pertama tadi siang, satu studio full house. Bisa jadi ini gelagat baik, filmnya bakal menembus angka 1 juta penonton, menyusul dua film garapan Ernest Prakasa lainnya, Cek Toko Sebelah dan Susah Sinyal. Sekaligus menjadi pemain dan penulis naskah, Ernest jelas memberi sentuhan komedi dan drama khasnya pada film prekuelnya ini. Para pemain utama masih sama dengan serinya, yakni Sissy Priscillia dan Dennis Adhiswara, dengan para pemain pendukung, antara lain Julie Estelle, Yoshi Sudarso, Roy Marten, Surya Saputra, dan belasan komika reguler sang sineas, serta cameo bintang AADC lainnya, yakni Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, dan Titi Kamal.

Alkisah Milly (Sissy Priscillia) dan Mamet (Dennis Adhiswara) yang berteman sejak SMU, kini menikah dan telah memiliki seorang bayi. Mamet bekerja pada sang mertua yang memiliki usaha tekstil. Sementara Milly menjadi ibu rumah tangga yang kesehariannya hanya menjaga sang bayi. Suatu ketika, Mamet mendapat tawaran dari sahabat lamanya, Alexandra (Julie Estelle) untuk membuka restoran yang menjadi impian dan passion-nya sejak lama. Mamet pun beralih kerja, dan ia pun menjadi seorang chef yang sukses. Milly pun yang bosan di rumah akhirnya memilih bekerja. Masalah mulai timbul ketika Mamet dan Milly mulai tak bisa membagi waktu untuk keluarga mereka.

Siapa yang menyangka kisah Milly dan Mamet ternyata memiliki potensi cerita yang begitu baik. Berbeda dengan dua seri AADC sebelumnya yang lebih menekankan pada kisah asmara Cinta & Rangga, kini Milly & Mamet menekankan pada tema keluarga. Ernest adalah orang yang ideal untuk menggarap film ini karena sebelumnya ia selalu mengangkat tema serupa. Sentuhan sang sineas tentu memberikan sesuatu yang segar bagi serinya karena kemasan komedinya. Secara keseluruhan sang sineas mampu menyajikan sebuah tontonan drama komedi keluarga yang sangat menghibur dan sarat dengan pesan temanya.

Baca Juga  Nini Thowok

Adegan pembuka yang sederhana mampu disajikan demikian manis, menggambarkan awal kedekatan Milly dan Mamet. Satu montage kecil yang sekaligus menjadi opening title menggambarkan dengan efektif perkembangan hubungan mereka berdua sejak pacaran, menikah, hingga mereka memiliki seorang anak. Kisahnya tak banyak konflik berarti hingga Mamet sibuk dengan pekerjaan barunya. Miskomunikasi sering terjadi setelahnya hingga menjelang segmen akhir. Sayangnya pada perpindahan cerita menjelang segmen akhir, kisahnya terasa sedikit agak memaksa, dan kisah pun, arahnya tak sulit ditebak setelahnya. Walaupun, ending yang manis dan menghibur menutup kisah filmnya.

Sisi humor tentu adalah menu utama filmnya. Bahkan sosok serius seperti Cinta, Maura, dan Karmen bisa membanyol pada segmen pembuka. Sayang tiga sosok ini hanya tampil sekilas. Chemistry antara Milly dan Mamet terjalin istimewa, baik ketika mereka berdialog serius maupun membanyol. Akting mereka berdua di luar dugaan, sungguh jauh dari kata buruk. Sosok di sekitar mereka (komika reguler Ernest) juga amat mendukung dan menghidupkan suasana menjadi lebih ceria dengan celotehan konyol mereka, seperti Sari (pembantu Milly), para karyawan bawahan sang mertua, hingga penjual nasi goreng, pak polisi, dan lainnya. Seperti biasa, dalam sisi komedinya, Ernest masih menyisipkan isu yang tengah hangat kini, baik masalah politik, korupsi, hingga selebgram. Semua disajikan ringan tanpa terlihat memaksa.

Sang sineas dengan sentuhannya mampu membuat seri AADC menjadi sesuatu yang segar, ringan, dan menghibur melalui sisi komedi, drama, serta pesan keluarga yang kuat. Tak ada keraguan, film ini bakal sukses meraih jutaan penonton karena daya tarik seri AADC serta fans dari sang sineas sendiri. Tak banyak film bertema keluarga yang berkualitas baik dan segar, seperti halnya film ini. Ernest melalui tiga filmnya telah mampu memberikan batasan tinggi untuk genrenya. Semoga, film-film drama komedi berkualitas lainnya semakin banyak bermunculan di masa datang. Sukses film ini juga rasanya bisa memberikan opsi bagi serinya untuk membuat film spin-off lainnya. Siapa tahu?

WATCH TRAILER

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.