Ritual (2012)
87 min|Drama, Horror, Mystery|26 Apr 2012
5.4Rating: 5.4 / 10 from 2,947 usersMetascore: N/A
A man must save his two children when they disappear during a holiday in the woods.

Film diawali dengan seorang pria bernama John (Rio Dewanto) tiba-tiba terbangun mendapati dirinya di tengah hutan dalam keadaan terkubur. Ia tidak mampu mengingat asal usul dirinya serta bagaimana ia bisa berada di tempat tersebut. Setelah menelusuri hutan, ia menemukan sebuah rumah kabin serta sebuah petunjuk yang mencengangkannya. Ia menyadari  harus menyelamatkan diri dan segera mencari anak-anaknya dari seorang misterius yang mencoba meneror keluarga mereka.

Seperti judul filmnya, Modus Anomali, mulai menampakkan aslinya ketika plot mulai berjalan lambat dan membingungkan. Segala macam petunjuk dalam cerita memiliki berbagai macam arti. Banyaknya petunjuk di persimpangan cerita mampu membuat penonton terkecoh sehingga harus bersabar dalam mengikuti alur kisahnya. Di sepertiga awal cerita juga sedikit membosankan karena hanya terfokus pada satu karakter saja. Joko Anwar sebagai sineas dan penulis naskah seperti film-filmnya Kala dan Pintu Terlarang, memang sengaja merancang sebuah cerita thriller yang membingungkan namun unik dan menarik untuk ditonton.

Secara teknis, film ini digarap dengan baik. Nyaris seluruh setting-nya digarap dengan sangat detil untuk ukuran film yang termasuk berbujet minim. Suasana Hutan dan kabin tidak kalah dengan film-film horor barat. Sepanjang film juga menggunakan teknik handheld camera, namun di awal film kamera selalu mengikuti tokoh utama dengan gerak kamera yang cukup kasar sehingga kurang nyaman ditonton. Satu pencapaian yang cukup istimewa adalah aspek efek suara, didukung dengan penggambaran atmosfir yang baik serta beragam detail dari efek suara dan iringan instrumen yang mencekam amat mendukung kisahnya yang membingungkan.

Baca Juga  Mata Tertutup, Tak Mampu Membuka “Mata (Hati)”

Rio Dewanto juga patut dipuji sebagai tokoh utama yang menjadi kunci dalam cerita filmnya. Dengan akting totalnya, yang sepanjang film selalu tampil  gelisah dan ketakutan sangat membantu membangun jalan cerita. Dari sisi bahasa bicara, penggunaan bahasa Inggris memang patut dipertanyakan. Sepertinya ini memang tuntutan seorang Joko Anwar yang menginginkan filmnya disajikan seperti ini yang sudah tampak dari kisah dan pencapaian artistiknya yang memang kebaratan. Penggunaan bahasa Inggris memang agak janggal dan berkesan tidak masuk akal, terutama dari sisi aksen dan intonasi. Apakah memang film ini khusus untuk konsumsi penonton barat? Mengapa tidak sekalian mencari pemain aktor barat? Terlepas segala argumennya, dari satu sisi memang ini menjadi keunikan tersendiri.

Joko Anwar seperti film-filmnya sebelumnya memang memberi warna tersendiri di industri perfilman kita. Kisah filmnya selalu penuh intrik dan misteri plus kejutan-kejutan di klimaks film. Selera penonton awam memang sepertinya bukan sasaran sang sineas. Para sineas kita tidak perlu semata-mata hanya terfokus pada meningkatkan mutu namun keragaman genre juga patut diciptakan untuk menambah warna dan perkembangan Industri film kita ke arah yang lebih baik.

Anton Sugito

WATCH TRAILER

Artikel SebelumnyaFenomena The Raid
Artikel BerikutnyaHi5teria, Aksi Nyata Para Sineas Muda yang Patut Diapresiasi
memberikan ulasan serta artikel tentang film yang sifatnya ringan, informatif, mendidik, dan mencerahkan. Kupasan film yang kami tawarkan lebih menekankan pada aspek cerita serta pendekatan sinematik yang ditawarkan sebuah film.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.