Pitch Perfect 3 (2017)

93 min|Comedy, Music|22 Dec 2017
5.8Rating: 5.8 / 10 from 71,459 usersMetascore: 40
Following their win at the world championship, the now separated Bellas reunite for one last singing competition at an overseas USO tour, but face a group who uses both instruments and voices.

Sukses tak terduga Pitch Perfect 2 (bujet US$ 29 juta) meraih US$ 287,5 juta secara global, memicu sekuel keduanya yang dikonfirmasi hanya beberapa hari setelah rilis filmnya. Pitch Perfect 3 digarap oleh Trish Sie yang pernah menggarap seri Step Up kelima. Aktris sutradara Elizabeth Banks yang menggarap sekuel keduanya, kini hanya bertindak sebagai produser. Film ini masih menampilkan bintang-bintang reguler, yakni Anna Kendrick, Rebel Wilson, Hailee Steinfeld, Brittany show, Anna Camp, dan juga aktor gaek John Lithgow, Ruby Rose, serta DJ Khaled. Banks sendiri bersama John Michael Higgins, masih tampil sebagai duo presenter ikonik sejak seri pertamanya.

Setelah gagal dalam pekerjaan mereka, para alumni Barden Bella yang kini bersahabat kental, memutuskan untuk mengikuti tur musik yang diadakan USO (United Service Organizations Inc.) untuk menghibur para militer AS yang ada di negeri seberang sana. Tanpa diduga, ternyata Bela dan kawan-kawan berkompetisi bersama grup musik lain yang menggunakan instrumen untuk dipilih DJ Kondang, DJ Khaled, mendampingi turnya.

Tak banyak ekspektasi dari film ini karena terasa sebagai sekuel formal belaka. Para tokohnya kini bukan lagi remaja kampus yang enerjik, namun telah menjadi perempuan dewasa yang kini berkutat dengan masalah dan pekerjaan mereka. Memang terasa agak memaksa ketika mereka mengikuti tur menyanyi, but the show must go on. Kita bakal tahu apa yang terjadi setelah lawan-lawan mereka muncul, dan The Bella memang sudah terbiasa dalam aroma kompetisi macam ini. Sudah tak banyak kejutan, kecuali sub plot Fat Amy dan ayahnya yang memberi nuansa komedi aksi berbeda dari dua film sebelumnya.

Baca Juga  Minions

Film ini tidak lagi menekankan tema kecintaan pada musik seperti pada seri pertamanya, namun lebih menekankan pada nilai persahabatan. Sekali pun begitu, musik akapela yang menjadi ruh seri ini masih menghidupkan pula seri ketiganya ini. The Bella masih menampilkan beberapa nomor manis yang renyah dan merdu di telinga. Segmen adu vokal seperti dua seri sebelumnya masih pula ditampilkan, walau kini nuansanya jauh berbeda. Duo presenter reguler, Gail (Banks) dan John (Higgins), selalu muncul dengan komentar negatif mereka terhadap The Bella. Walaupun tampil sebagai efek humor semata, namun kini tampak sekali memaksa dan keberadaan mereka cenderung menganggu.

Walau kita semua tahu Picth Perfect 3 diproduksi karena sukses sekuel keduanya, namun film ini masih memiliki pesona akapela untuk menutup manis serinya. Film ini memang dimaksudkan sebagai penutup trilogi Pitch Perfect. Namun, industri film kini semakin sulit ditebak. Film ini diproduksi dengan bujet US$ 45 juta. Hanya dalam waktu satu minggu saja sejak rilisnya, film ini sudah menghasilkan US$ 50 juta pada rilis globalnya. Siapa bakal tahu?

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaAyat-Ayat Cinta 2
Artikel BerikutnyaTeaser Wiro Sableng Rilis!
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.