Ralph Breaks the Internet (2018)
112 min|Animation, Adventure, Comedy, Family, Fantasy|21 Nov 2018
8.4Rating: 8.4 / 10 from 304 usersMetascore: 70
Six years after the events of "Wreck-It Ralph", Ralph and Vanellope, now friends, discover a wi-fi router in their arcade, leading them into a new adventure.

Ralph Breaks the Internet merupakan sekuel dari Wreck It Ralph (2012) yang kini disutradarai oleh Rich Moore bersama Phil Johnston. Seri pertamanya yang juga merupakan produksi Walt Disney Animation Studios, sukses meraih nominasi film animasi panjang terbaik dalam ajang Golden Globe dan Academy Awards. Film ini masih pula diisi suara oleh John C. Relly, Sarah Silverman, dan kini beberapa bintang baru turut serta, seperti Gal Gadot, Alan Tudyk, Alfred Molina, hingga Taraji P. Henson. Dengan bermodal bujet US$ 175 juta, akankah sekuelnya ini mampu mengungguli film pertamanya?

Setelah 6 tahun sejak peristiwa film pertama, Ralph dan Vanellope masih bersahabat baik. Sang gadis kini merasa bosan dengan rutinitasnya dan ingin mendapatkan tantangan baru. Ralph yang ingin menghibur Vanellope, justru sebaliknya membuat permainan balap Sugar Rush rusak hingga akhirnya dinonaktifkan. Untuk memperbaiki permainan tersebut, Ralph lalu mengajak sahabatnya pergi ke dunia internet, sebuah tempat yang ternyata jauh lebih besar dari bayangan mereka.

Kisahnya kini memang masih mengusung tema persahabatan antara dua tokoh utamanya. Namun, kali ini hubungan Ralph dan Vanellope diuji lebih jauh lagi dan sekuelnya ini mampu menampilkan kisahnya dengan cara sederhana dengan visualisasi yang sangat berkelas. Mata penonton kini amat dimanjakan dengan warna-warni dunia internet yang ditampilkan begitu memesona.

Kita tinggalkan dulu komentar soal visual, dan kembali ke Ralph dan Vanellope. Sejak awal cerita pun, kita dengan mudah masuk ke dalam dua sosok tokoh utamanya, terlebih fans film pertamanya yang memiliki ending begitu menyentuh. Chemistry kuat di antara keduanya, yang lagi-lagi dibawakan secara memukau oleh John C. Relly dan Sarah Silverman, membuat kita seolah tidak menonton film animasi. Visualisasi yang begitu gemerlap tidak lantas membuat dua sosok ini meredup, namun sebaliknya. Sejak awal, mereka nyaris tak pernah lepas dalam satu adegan pun, begitu mereka terpisah, anehnya, kita pun ikut merasakan kehilangan satu sama lain. Hubungan mereka pun, di akhir kisah kini naik tingkat dengan lagi-lagi disajikan melalui satu adegan yang menyentuh.

Baca Juga  Passengers

Rasanya belum pernah ada visualisasi film animasi sebrilian apa yang dilakukan film ini. Semua detail yang ada di internet saat ini, mampu divisualisasikan secara cerdas, Dari mesin pencarian, jual beli item game online, bahkan hingga iklan pop-up jika kita masuk sebuah situs. Semua sosial media populer pun ada di sini serta mampu menggambarkan secara jelas kebiasaan dan perilaku manusia kini terhadap sosmed dengan melakukan apapun kini hanya dengan sentuhan jari. Kita sebagai penonton, sama takjubnya dengan Ralph dan Vannelope ketika memandang dunia internet yang tersaji begitu indah dan gemerlap.

Satu lagi yang mencuri perhatian adalah ikon populer serta cameo yang muncul di film ini. Entah mungkin puluhan bahkan ratusan jumlahnya jika dicermati benar. Dalam satu momen, Vanellope dikejar pasukan stormtroopers dengan iringan score imperial March di situs Walt Disney. Kapan lagi kita bisa melihat Groot diwawancara oleh fansnya jika tidak di sini. Sosok Iron Man hingga Stan Lee pun tampil sekilas. Namun, tentu yang dominan adalah kemunculan para putri Disney, yang sudah kita akrabi sejak trailer film ini rilis. Geli rasanya melihat “putri” Vanellope bisa bernyanyi layaknya para putri dengan gaya dan passion-nya terhadap balap mobil. Penikmat film sejati dijamin bakal terpuaskan dengan ini semua.

Berbekal perpaduan kuat sisi drama, aksi, komedi, dan pencapaian visualnya, Ralph Breaks the Internet merupakan tontonan sempurna penonton segala usia melalui visualisasi menawan dunia internet serta pesan kuat tentang persahabatan. Ralph Breaks the Internet adalah sebuah pencapaian sekuel langka yang tidak hanya sangat menghibur, namun juga kita bisa belajar banyak dari dua sosok tokoh utamanya tentang apa arti persahabatan sesungguhnya.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
90 %
Artikel SebelumnyaDongeng Mistis
Artikel BerikutnyaRampant
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini