Angel Has Fallen (2019)
121 min|Action, Thriller|23 Aug 2019
6.4Rating: 6.4 / 10 from 111,175 usersMetascore: 45
Mike Banning is framed for the attempted assassination of the President and must evade his own agency and the FBI as he tries to uncover the real threat.

Siapa sangka, ternyata seri ketiga franchise Has Fallen masih saja diproduksi dengan masih memasang sang jagoan sekaligus aktor laga, Gerard Butler. Filmnya kali ini diarahkan oleh Ric Roman Waugh yang juga diproduseri oleh salah satunya Butler sendiri. Film ini juga masih memasang aktor regulernya pada dua seri sebelumnya, yakni Morgan Freeman, yang kini telah menjadi presiden. Film aksi murni ini memang masih didominasi sekuen aksi dengan plot “Die Hard” seperti dua seri sebelumnya. Faktanya, dua seri sebelumnya memang bukan menjadi favorit para kritikus, bagaimana dengan seri ketiganya ini?

Beberapa tahun sejak peristiwa seri sebelumnya, Mike Banning masih menjadi pemimpin pasukan khusus pengawal presiden yang kali ini adalah Allan Trumbull yang dulu menjadi wakil presiden. Ketika sang presiden tengah berlibur di akhir pekan, mendadak mereka diserang oleh pihak tak dikenal yang mengakibatkan seluruh pasukan pengawal presiden tewas, kecuali Mike dan sang presiden. Beberapa bukti yang didapat FBI justru memberatkan Mike sebagai dalang dari pembantaian ini. Dalam satu upaya penahanan, Mike berhasil lolos dan kini, ia berusaha mencari otak dari malapetaka yang menimpanya.

Tidak seperti sebelumnya yang memang nyaris didominasi aksi. Seri ketiganya ini dibilang lebih lunak dan bahkan cenderung membosankan dalam prosesnya. Plot Angel banyak memiliki kemiripan dengan film Sentinel yang dibintangi Michael Douglas, yang jelas-jelas jauh lebih baik. Plot Angel sangat mudah sekali diantipasi arah kisahnya. Penikmat film sejati, rasanya bisa memprediksi hasil akhirnya sejak belasan menit awal. Tak ada kejutan sama sekali. Tempo plot ”drama” di awal pun, sangat lambat dan melelahkan. Aksi pada babak pertama dan kedua juga terasa kurang menggigit. Film ini baru terasa hidup sejak babak ketiga (seperempat durasi akhir) karena sajian aksinya yang terhitung lumayan. Mengherankan, mengapa tidak membuat kisahnya lebih sederhana seperti seri sebelumnya?

Baca Juga  The Man from Toronto

Walau aksi di babak klimaks yang terbilang lumayan, Angel Has Fallen adalah seri ketiga yang kurang menggigit dan terlalu konvensional untuk genrenya, sejalan usia sang aktor yang telah menua. Untuk bujet filmnya yang sebesar US$ 80 juta (lebih besar dari sebelumnya), hasilnya sungguh mengecewakan. Apa yang diharapkan penonton terhadap film ini hanyalah aksi. Terbukti, sewaktu menonton film ini, banyak penonton yang berbicara dengan rekan di sebelahnya. Ini sungguh sangat jarang terjadi ketika saya menonton. Sangat menganggu. Persis seperti film ini yang amat menganggu saya. Mike Banning is done. Untuk bisa mengikuti sukses seperti sebelumnya, rasanya mustahil.

 

PENILAIAN KAMI
Overall
40 %
Artikel SebelumnyaPerburuan
Artikel BerikutnyaTenki no Ko (Weathering with You)
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.