Braking for Whales (2019)
103 min|Comedy, Drama|24 Apr 2020
5.0Rating: 5.0 / 10 from 539 usersMetascore: N/A
A dysfunctional brother and sister are forced to come to terms with each other and themselves over their recently deceased mother's final wish.

Braking for Whale adalah film komedi road-trip yang digarap oleh Sean McEwen. Film berdurasi 103 menit ini dibintangi Tom Felton dan Tammin Sursok. Road-trip memang genre yang jarang sekali diproduksi tiap tahunnya, sejak Little Miss Sunshine (2006), tidak banyak film di genre ini yang menyandang predikat istimewa, akankah film ini mampu bersaing?

Alkisah Star (Sursok) dan Brandon (Felton) adalah dua kakak beradik yang baru saja ditinggal mendiang ibu mereka. Sang ibu yang terobsesi dengan ikan paus, memberi wasiat untuk melempar abunya masuk ke dalam tubuh ikan paus, sebelum resmi warisan uang dan rumah menjadi milik mereka berdua. Mau tak mau, mereka harus melakukan itu semua, dan melakukan perjalanan darat menuju ke Ocean Park yang jauh dari tempat tinggal mereka. Brandon dan Star menemui banyak peristiwa dalam perjalanan, yang tak disangka membuat merenungi makna hidup mereka selama ini.

Plotnya sangat unik dan tipikal genrenya. Motifnya memang terhitung segar dan tentu mampu membuat kita tersenyum geli. Abu kremasi dilempar ke dalam tubuh ikan paus? Rasanya kisah film ini adalah salah satu ide paling segar sepanjang tahun ini. Plotnya berjalan ringan dengan disisipi beberapa komedi cerdas nan menggelikan, namun berjalannya cerita, kisahnya bergerak semakin dalam, jauh ke dalam batin dua kakak beradik eksentrik ini. Walau mereka bukan sosok yang sempurna, namun kita dengan mudah mampu “jatuh hati” dengan mereka. Walau tak banyak latar cerita, naskahnya dengan baik mampu membangun karakter dua sosok ini melalui konflik-konflik yang tersaji sepanjang plotnya.

Baca Juga  Beast Beast

Tom Felton, yang kita kenal bermain sebgai sosok antagonis dalam seri Harry Potter, ternyata mampu bermain sangat baik dalam film ini. Demikian pula sang kakak perempuan yang diperankan oleh Tammin Sursok. Star benar-benar mencuri perhatian kita, dengan gayanya yang enerjik dan blak-blakan serta polahnya yang liar. Keduanya mampu membangun chemistry yang luar biasa kuat dengan pesonanya masing-masing.

Braking for Whale, adalah sebuah komedi road-trip dengan kisah unik dengan chemistry kuat antara dua bintang utamanya. Dari sisipan komedinya, bisa jadi, film ini memiliki agenda politik. Sang kakak yang tergila-gila sosok presiden partai Republik, George Bush, sampai-sampai bermasturbasi dengan sampul buku bergambar wajah sang tokoh. Atau, ini semata hanya sarkasme? Saya tak bisa menangkapnya secara jelas. Satu hal yang jelas, perjalanan panjang ini mampu membuat keduanya menjadi lebih dewasa. Tipikal untuk genrenya, dan faktanya, memang sudah banyak film sejenis yang jauh lebih superior dari film ini.

Stay safe and Healthy!

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaTo the Stars
Artikel BerikutnyaThe Lodge
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.