Dolittle (2020)
101 min|Action, Adventure, Comedy, Family, Fantasy|17 Jan 2020
5.6Rating: 5.6 / 10 from 4,762 usersMetascore: 27
A physician discovers that he can talk to animals.

Kisah klasik Doctor Dolittle adaptasi buku karya Hugh Lofting, kini kembali dibuat filmnya yang digarap oleh Stephen Gaghan. Pada tahun 1998, filmnya pernah dibuat (Dr. Dolittle) dengan bintang Eddie Murphy yang kisahnya lepas dari novelnya. Kini, film terbarunya, Dolittle, dibintangi aktor kondang Robert Downey Jr., Michael Sheen, Antonio Banderas, serta didukung nama-nama besar sebagai pengisi suara binatang, antara lain Emma Thompson, Tom Holland, Rami Malek, John Cena, Kumal Nanjiani, Ralph Fiennes, Olivia Spencer, Marion Cotillard, serta Selena Gomez. Lantas mampukah Dolittle punya kualitas sebesar nama-nama para pemerannya?

Dolittle adalah dokter hewan yang memiliki kelebihan berbicara dengan binatang. Sepeninggal sang istri, Dolittle seperti kehilangan gairah hidup. Ia mengasingkan diri di dalam istananya tanpa mau lagi membuka praktek bagi binatang-binatang yang sakit. Suatu ketika, sang ratu sakit keras, dan kerajaan Inggris memanggil Dolittle untuk mengobatinya. Diagnosa mengharuskan Dollitle dan rekan-rekan binatangnya untuk mencari buah ajaib yang ada di sebuah pulau misterius jauh di lautan. Petualangan pun dimulai.

Konon, film ini lebih loyal pada bukunya ketimbang versi Eddie Murphy yang hanya mencaplok sosoknya saja. Saya memang tak pernah membaca bukunya tapi dari apa yang disajikan, semuanya ambyar. Semua serba cepat dan memaksa. Alur plotnya seperti tak sabar untuk menampilkan adegan aksi demi aksi dengan tidak menekankan pada substansi cerita yang mengindahkan logika penceritaannya sendiri. Banyak hal yang hilang dan terlewat, serba tak berproses. Adegan seringkali melompat jauh, misal dari aksi bahaya mendadak dalam situasi yang nyaman. Sebenarnya ini tidak mengapa, namun karena terlalu sering, mood menjadi hilang dan kita tidak mampu larut ke dalam kisahnya.

Baca Juga  Spectre

Satu hal yang menjadi daya tarik, tentu adalah sang bintang utama. Setelah sang aktor sukses berperan menjadi sosok superhero ikonik Marvel, kini ia harus berperan dalam karakter yang sama sekali berbeda. Sukseskah aktingnya? Bagi saya sangat menggelikan. Downey berusaha keras menjauh dari sosok Tony Stark, namun uniknya, ia justru mendekat ke sosok Capt. Jack Sparrow (Johnny Depp). Dengan aksen Inggris yang tanggung, dan gesturnya, sosoknya malah ada di tengah-tengah antara Tony Stark dan Jack Sparrow, bisa terbayang? Saya tidak tahu persis apakah sosok asli di bukunya memang seperti ini tapi seolah ada yang hilang dari karakter Dolittle.

Di luar pencapaian visual yang menawan dan sisi humornya, Dolittle terjebak dalam plotnya yang lemah, memaksa, dan absurd. Ini mungkin tak masalah untuk target penontonnya serta fans sang aktor bintang, namun jelas bukan untuk penikmat film reguler. Ini mungkin juga menjawab mengapa film ini tidak diputar di bioskop terbesar di kota Jogja. Magnet terbesar Dolittle adalah sang bintang, namun dengan performanya justru menjadi bumerang untuk filmnya. Jika sukses komersial, tentu sekuelnya bakal diproduksi, namun sepertinya film ini bakal jauh dari harapan.   

PENILAIAN KAMI
Overall
40 %
Artikel SebelumnyaSurat dari Kematian
Artikel Berikutnya1917
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

1 TANGGAPAN

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.