Honest Thief (2020)
99 min|Action, Thriller|16 Oct 2020
6.0Rating: 6.0 / 10 from 57,356 usersMetascore: 46
Wanting to lead an honest life, a notorious bank robber turns himself in, only to be double-crossed by two ruthless FBI agents.

Sang jagoan tua kembali dan Liam Neeson kembali dalam peran tipikalnya yang menjadikannya populer dalam satu dekade terakhir ini. Honest Thief diarahkan oleh sineas debutan Mark Williams dengan didukung nama-nama tak asing seperti, Robert Patrick serta Jai Courtney. Hebatnya, film aksi thriller ini juga sempat dirilis di IMAX, agak tak lazim untuk produksi studio kelas menengah. Apakah sang bintang kembali mampu menunjukkan karismanya seperti sebelum-sebelumnya?

Tom Dolan (Neeson) adalah seorang pembobol bank kelas kakap. Ia berhasil mengambil uang sebanyak US$ 9 juta tanpa bisa tersentuh pihak berwenang selama hampir satu dekade. Suatu hari, Tom bertemu dengan perempuan yang ia kagumi, bernama Annie, dan setelah ini pun, ia berhenti melakukan aksinya. Setahun setelahnya, Tom lelah dengan kebohongannya pada Annie hingga akhirnya berniat untuk menyerahkan diri ke FBI dengan mengembalikan seluruh uang yang ia rampok. Dua agen FBI yang bertugas menyelidiki ini justru berpaling ketika melihat uang sebesar itu. Situasi semakin memburuk ketika Tom pun dituduh membunuh satu agen FBI senior dan Annie pun turut terseret dalam kekacauan ini.

HONEST THIEF, from left: Anthony Ramos, Liam Neeson, Jai Courtney, 2020. © Open Road Films / Courtesy Everett CollectionFamiliar dengan plotnya? Jagoan kita dalam film-film berplot tipikalnya ini selalu dituduh melakukan sesuatu yang tidak ia lakukan dan berusaha membersihkan namanya. Situasi menegangkan dan aksi seru tembak menembak dan kejar mengejar mobil selalu ada di antaranya. Belasan film sudah, sang aktor kawakan bermain dalam film-film sejenis sejak Taken (2008). Jenuh? Tentu ya, namun entah mengapa, selalu mengasyikkan melihat sang jagoan beraksi. Namun, dengan naskah yang buruk seperti film ini, semua menjadi flat sekalipun sang aktor bermain dalam performa standarnya.

Baca Juga  Turning Red

Ide kisahnya sebenarnya tidak buruk-buruk amat, namun pengembangan serta penyelesaian konfliknya terlalu datar dan mudah terbaca. Tak ada kejutan besar seperti lazimnya plot sejenis. Ancaman nyawa bagi sang kekasih pun tidak lantas mampu membuat tensi plotnya naik, justru malah semakin melempem hingga penutup cerita. Ending-nya sungguh mengecewakan. Sekeras apapun usaha sang bintang beraksi, tetap saja tak ada gigitan dalam tiap adegannya. Skala cerita yang terbatas dengan karakter yang itu-itu saja sepertinya yang membuat film ini tidak mampu berkembang lebih jauh.

Liam Neeson lazimnya mampu menghibur kita melalui peran tipikalnya, namun plot yang lemah dan terlalu mudah diantipasi menjadikan Honest Thief sebagai salah satu film terburuk sang bintang. Kali ini Neeson luput dari sasaran. Sang sineas yang namanya masih asing terbukti kurang terampil dalam memainkan intensitas ketegangan dalam tiap adegan aksinya. Honest Thief hanya sebatas tontonan B-Movies dan untuk fans Neeson rasanya masih lebih menyenangkan menonton kembali film-film aksi thriller terdahulu.

Stay safe and Healthy!

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
40 %
Artikel SebelumnyaFreaky
Artikel BerikutnyaMank
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.