Infección (2017)
N/A|Horror, Thriller|N/A
Rating: Metascore: N/A
N/A

Entah kapan terakhir menonton film produksi Venezuela. Teramat langka. Terlebih, ini adalah film bergenre zombi, yang kabarnya juga merupakan film debut zombi di negara ini. Infection diarahkan oleh Flavio Pedota, seorang sineas independen. Film yang konon berlokasi 64 lokasi di Venezuela ini dibintangi Rubén Guevara, Leonidas Urbina, serta Genna Chanelle Hayes. Film bencana ini uniknya dibuat dengan bujet kecil, namun setting-nya sungguh luar biasa. Kabarnya bangkai kendaraan di jalanan memang sudah ada di sana sebelumnya dan filmnya diproduksi di masa negara ini penuh masalah.

Plotnya pun sederhana saja. Entah bersumber dari mana, seorang warga di kota terinfeksi virus zombi yang menyebar begitu cepat ke seluruh wilayah di negara Venezuela. Adam (Guevara), seorang dokter, berada di situasi yang tak terduga ketika pandemi ini berlangsung. Anak dan istrinya, pergi ke rumah ayah dan ibunya di wilayah pinggiran. Di tengah situasi serba sulit, Adam dan rekannya, Johnny, berusaha menjemput keluarganya, namun hambatan demi hambatan selalu menghalangi mereka.

Seperti film zombi kebanyakan, premisnya pun telah jelas. Plotnya adalah semata untuk bertahan hidup. Penonton mengikuti Adam dan Johnny dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan plot nyaris tanpa henti. Sisi ketegangan muncul dalam beberapa momen, namun karena sudah terlalu konvensional untuk genrenya, sama sekali tak ada gigitan yang membekas. Semua serba mudah diprediksi. Lokasi dan kasting yang demikian banyak digunakan memang patut diapresiasi. Belum setting pasca bencana yang mampu ditampilkan secara baik. Tak mudah untuk membuat film berskala luas seperti ini dalam situasi sulit.

Baca Juga  The Postcard Killing

Infection untuk genrenya memang sudah terlampau jamak, namun pesan politik dalam filmnya yang menggambarkan negara Venezuela adalah sebuah metafora yang menarik. Jelas, film ini adalah sikap sang sineas terhadap situasi dan otoritas di negaranya. Segmen ending credit mempertegas segalanya. Bagaimana ribuan warga berjalan kaki untuk bermigrasi menuju negara-negara di sekeliling Venezuela. Ini adalah fakta sesungguhnya. Wabah zombi adalah satu bentuk perumpamaan efektif untuk menggambarkan betapa buruknya bagaimana situasi rakyat di Venezuela yang sangat tertekan, baik secara ekonomi dan sosial. Bahkan untuk sekadar mencari makanan pun mereka harus mengais-ngais di tempat sampah. Setidaknya, Infection telah menyumbang sesuatu yang menarik untuk subgenrenya.

Stay safe and Healthy!

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaThe Vast of Night
Artikel BerikutnyaBecky
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga 2019. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit. Kedua buku ini menjadi referensi favorit para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat penuh dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Hingga kini, ia masih menulis ulasan film serta terlibat aktif dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Biodata lengkap bisa dilihat dalam situs montase.org. ------- His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.