Safety adalah film biografi drama olahraga arahan Reginald Hudlin yang dirilis oleh Disney +. Safety didaptasi dari kisah nyata perjuangan Ray McElrathbey untuk mencari keseimbangan di antara sekolah, karir olahraga, dan problema keluarganya. Film ini dibintangi oleh para pendatang muda, yakni Jay Reeves, Cirrine Foxx, serta Thaddeus J. Mixson. Kisah sejenis sudah terlalu jamak untuk genrenya, namun lebih jauh Safety mencoba mengambil skala kisahnya lebih luas, yakni komunitas bukan hanya persoalan individu.

Ray adalah mahasiswa baru di Universitas Clemson yang tinggal di asrama kampus. Ray tidak hanya mendapatkan beasiswa sebagai atlit yang tangguh, namun ia juga adalah mahasiswa cerdas dan pintar. Semua berjalan sempurna, tidak hingga sang ibu yang memiliki kecanduan obat diwajibkan untuk masuk rehabilitasi selama sebulan. Ray yang tidak tega meninggalkan sang adik, Fahmarr, akhirnya membawa dan menyelinapkan adiknya ke dalam asrama kampus. Aksi ini tentu saja membawa resiko besar bagi Ray yang akhirnya memengaruhi kinerjanya di kampus dan di tempat latihan.

Dengan tidak menonjolkan sisi komedi, alur kisahnya berjalan sederhana dan tak sulit ditebak arah kisahnya. Dalam perkembangan, konflik menjadi semakin menarik karena masalah cerita tidak hanya fokus ke sosok Ray dan adiknya semata, namun melibatkan semua orang yang ada di dekat Ray. Hal ini yang membuat film ini sedikit berbeda. Ray sendiri tidak akan mampu mengatasi masalahnya. Kekuatan komunitas kampus dan kekeluargaan mengambil peranan besar di sini. Walau penyelesaian akhir terasa klise, tetap saja film ini terasa hangat dan menghibur.

Dengan pesan kuat tentang keluarga dan persahabatan, Safety mampu bermain aman berada di track genrenya yang menjadi tradisi Disney. Tema keluarga macam ini memang tidak pernah ada matinya, terlebih untuk Disney. Setidaknya film ini lebih baik daripada film-film fantasi berbujet besar, macam Artemis Fowl, The Nutcracker, Wrinkle in Time, atau yang baru saja rilis Godmothered.

Stay safe and Healthy!

Baca Juga  Sing 2

Dengan pesan kuat tentang keluarga dan persahabatan, Safety mampu bermain aman berada di track genrenya yang menjadi tradisi Disney.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaMonsters of Man
Artikel BerikutnyaI’m Your Woman
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). A lifelong cinephile, he developed a profound passion for film from an early age. After completing his studies in architecture, he embarked on an independent journey exploring film theory and history. His enthusiasm for cinema took tangible form in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience eventually led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched students’ understanding through courses such as Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended well beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, Understanding Film, an in-depth examination of the essential elements of cinema, both narrative and visual. The book’s enduring significance is reflected in its second edition, released in 2018, which has since become a cornerstone reference for film and communication scholars across Indonesia. His contributions to the field also encompass collaborative and editorial efforts. He participated in the compilation of Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1–3 and 30 Best-Selling Indonesian Films 2012–2018. Further establishing his authority, he authored Horror Film Book: From Caligari to Hereditary (2023) and Indonesian Horror Film: Rising from the Grave (2023). His passion for cinema remains as vibrant as ever. He continues to offer insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com while actively engaging in film production with the Montase Film Community. His short films have received critical acclaim at numerous festivals, both nationally and internationally. In recognition of his outstanding contribution to film criticism, his writing was shortlisted for years in a row for Best Film Criticism at the 2021-2024 Indonesian Film Festival. His dedication to the discipline endures, as he currently serves as a practitioner-lecturer in Film Criticism and Film Theory at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta, under the Independent Practitioner Program from 2022-2024.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses