Happiest Season (2020)
102 min|Comedy, Romance|25 Nov 2020
6.6Rating: 6.6 / 10 from 48,480 usersMetascore: 69
A holiday romantic comedy that captures the range of emotions tied to wanting your family's acceptance, being true to yourself, and trying not to ruin Christmas.

Happiest Season adalah film komedi romantis arahan Clea DuVall yang mengangkat tema LGBT. Film ini dibintangi beberapa aktris bintang, yakni Kristen Stewarts, McKenzie Davis, Alison Brie, dan Aubrey Plaza. Film ini sejatinya dijadwalkan rilis di teater pada minggu lalu untuk mengisi liburan akhir tahun, namun pandemi yang berkepanjangan membuat studio Tristar Pictures melepasnya ke platform streaming Hulu. Sepertinya komedi romantis kebanyakan, film ini memang menyajikan seperti yang diharapkan, terlepas dari isu besarnya.

Abby (Stewart) dan Harper (Davis) adalah sepasang kekasih sesama jenis yang saling mencintai. Pada liburan Natal kali ini, Harper berencana untuk membawa sang pacar bertemu keluarganya, sementara Abby pun berencana untuk meminang sang kekasih. Di luar dugaan Abby, Harper ternyata belum memberitahu hubungan mereka karena dianggap dapat menghancurkan karir sang ayah. Situasi berkembang semakin rumit sejak Abby berpura-pura sebagai sahabat Harper dan masuk ke dalam lingkaran keluarga tersebut.

Dari genrenya, memang tak ada yang baru sama sekali. Penikmat film, terlebih fans genrenya, rasanya bakal tak sulit menduga arah cerita hingga ending. Sudah ratusan film dengan plot cerita macam ini dengan standar struktur tiga babak. Sederhananya, kisah film ini hanya mengganti sosok utama pasangan pria dan wanita, menjadi sesama jenis. Selama ini, film-film populer (boxoffice) Hollywood masih terkesan malu-malu mengangkat sisi LGBT, namun dalam film ini menjadi sajian utama dan melekat ringan dalam plotnya. Isu ini menjadi terasa biasa tanpa ada kesan diselipkan dan ruang abu-abu di antaranya, sebut saja seperti film bertema sama macam The Half of It.

Happiest Season menggunakan format baku komedi romantis yang menyajikan isu LGBT secara ringan dengan beberapa nama besar sebagai pendukungnya. Nama-nama bintang, macam McKenzie Davis, terlebih Kristen Stewart jelas bermain di bawah level akting mereka yang terbiasa bermain dalam film-film berat. Tidak seperti Davis, Stewart pun tampak kurang luwes bermain dalam film bergenre ini. Di luar isunya, film ini tidak banyak menawarkan sesuatu yang baru kecuali hiburan semata dengan kelucuan-kelucuan spontannya.

Baca Juga  How to Train Your Dragon

Stay safe and Healthy!

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaHis House
Artikel BerikutnyaBenyamin Biang Kerok 2
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). A lifelong cinephile, he developed a profound passion for film from an early age. After completing his studies in architecture, he embarked on an independent journey exploring film theory and history. His enthusiasm for cinema took tangible form in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience eventually led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched students’ understanding through courses such as Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended well beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, Understanding Film, an in-depth examination of the essential elements of cinema, both narrative and visual. The book’s enduring significance is reflected in its second edition, released in 2018, which has since become a cornerstone reference for film and communication scholars across Indonesia. His contributions to the field also encompass collaborative and editorial efforts. He participated in the compilation of Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1–3 and 30 Best-Selling Indonesian Films 2012–2018. Further establishing his authority, he authored Horror Film Book: From Caligari to Hereditary (2023) and Indonesian Horror Film: Rising from the Grave (2023). His passion for cinema remains as vibrant as ever. He continues to offer insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com while actively engaging in film production with the Montase Film Community. His short films have received critical acclaim at numerous festivals, both nationally and internationally. In recognition of his outstanding contribution to film criticism, his writing was shortlisted for years in a row for Best Film Criticism at the 2021-2024 Indonesian Film Festival. His dedication to the discipline endures, as he currently serves as a practitioner-lecturer in Film Criticism and Film Theory at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta, under the Independent Practitioner Program from 2022-2024.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses