Film bergenre komedi memiliki kesulitannya sendiri, dan Cuk Fk mencoba peruntungannya dengan mengarahkan I Need You Baby. Dengan cerita yang berasal dari Eric Satyo, skenario film ini ditulis oleh Dewi Paramitha. Baik Cuk Fk maupun Paramitha setidaknya bukan kali pertama ini menggarap film bergenre komedi. I Need You Baby produksi Blue Water Films diperankan oleh Gading Marten, Shandy Aulia, Cut Keke, Joshua Pandelaki, dan Dea Panendra. Bisakah setidaknya sang sutradara dan penulisnya menampilkan hasil yang lebih baik ketimbang garapan mereka sebelumnya?

Beno (Gading) dan Cathy (Shandy) adalah sepasang suami-istri dengan kehidupan percintaan yang sederhana. Namun biduk rumah tangga mereka tidak pernah sederhana bila sudah menyangkut Mami (Cut Keke) dan Papi (Joshua) Cathy. Hari-hari terus berlalu dengan hanya satu tuntutan dari mereka yang tak pernah ada ujungnya, “Kapan punya anak?”. Seiring Beno dan Cathy yang muak, mereka bersiasat menyewa bayi demi memuaskan hasrat sang mami dan papi untuk menimang cucu. Kebohongan tercipta, dan masalah komunikasi internal keluarga berubah menjadi kasus kriminal.

Elemen-elemen pembentuk komedi yang ada dalam I Need You Baby cenderung lebih banyak mengandalkan situasi dan karakter konyol. Banyak sekali kejadian tiba-tiba dalam film ini yang digunakan untuk menciptakan momen tak terduga demi mendulang tawa. Sebagian memang berhasil, tetapi sebagian besarnya lagi tidak. Wedding Proposal dan Baby Blues justru lebih baik dalam pembentukan elemen komedi dengan penampilan kuat dari para pemainnya.

Pembuatan film komedi memang memiliki kesulitannya sendiri. Penulisan naskahnya lebih sulit lagi. Film dengan genre komedi sangat mengandalkan olah peran para pemainnya, dan bagaimana sang penulis menyusun setiap adegannya. Saat unsur-unsur tersebut kurang luwes dalam pengolahannya, maka tak jarang filmnya pun berakhir senyap, gagal membangkitkan tawa dari penontonnya. Itulah yang dialami I Need You Baby.

Agak sukar menikmati humor-humor dari film ini hingga dramanya akibat Shandy dan Joshua yang memerankan Cathy dan Papi. Terutama Shandy dengan kualitas aktingnya yang masih sama saja seperti peran-peran dia sebelumnya. Kaku, tanggung, terkesan sulit lepas saat terlibat percakapan biasa. Olah vokal dalam aktingnya baru terlihat, ketika berada dalam adegan-adegan yang mengharuskannya menunjukkan kemarahan atau perasaan kesal. Joshua pun tidak jauh berbeda. Tampil bak “robot” dengan mengulang satu kalimat yang sama mengikuti arahan naskah. Barangkali sang penulis merasa pengulangan itu akan menciptakan kelucuan. Padahal tidak sama sekali.

Baca Juga  Mencuri Raden Saleh

I Need You Baby sejatinya telah cukup bermasalah dari skenarionya. Kendati digarap oleh sutradara maupun penulis yang sudah pernah menggarap film komedi. Segmen-segmen komedi yang muncul terasa berlubang-lubang. Momen yang paling lucu pun tidak terlalu istimewa. Lucu, tetapi hanya cukup untuk menarik senyum-senyum kecil belaka. Kita bisa tertawa lepas dengan lebih mudah atau setidaknya tersenyum lebih lebar, saat menonton Wedding Proposal maupun Sabar Ini Ujian.

Hadir dengan skenario bermasalah dan elemen komedi yang lemah, unsur-unsur pada aspek sinematik lain di samping akting pun tak membantu. Rasanya seperti kembali menonton film-film komedi keluaran 2019 ke belakang atau bahkan era lama, dengan teknis yang masih belum mapan. Kelompok film komedi yang diisi oleh Wakil Rakyat (2009), Quickie Express (2007), #MoveOnAja, atau juga Insya Allah Sah 2. Tak ada kreasi pada gambar, artistik, musik, maupun editing yang berpengaruh besar agar mampu mendukung dramatik cerita. Beruntungnya kehadiran Gading, Cut Keke, Anyun, dan Dea banyak menolong dengan humor-humor mereka. Meski tak signifikan karena sudah terlalu banyak celah dalam film ini.

I Need You Baby menyajikan komedi medioker yang sangat mengandalkan situasi dan kekonyolan karakter. Komedi tak sekadar ihwal tingkah lucu seorang tokoh di situasi yang salah. Kondisi ini diperparah dengan bangunan naskah yang lemah, sehingga elemen komedinya pun hambar. Banyak di antara alurnya pun bisa tertebak dengan mudah. Meski memang cukup baik dalam menciptakan ketegangan, tetapi secara keseluruhan I Need You Baby terlalu sukar untuk memicu tawa dan menghadirkan drama.

PENILAIAN KAMI
Overall
40 %
Artikel SebelumnyaThe Outfit
Artikel BerikutnyaMetal Lords
Miftachul Arifin lahir di Kediri pada 9 November 1996. Pernah aktif mengikuti organisasi tingkat institut, yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Pressisi (2015-2021) di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, juga turut andil menjadi salah satu penulis dan editor dalam media cetak Majalah Art Effect, Buletin Kontemporer, dan Zine K-Louder, serta media daring lpmpressisi.com. Pernah pula menjadi kontributor terpilih kategori cerpen lomba Sayembara Goresan Pena oleh Jendela Sastra Indonesia (2017), Juara Harapan 1 lomba Kepenulisan Cerita Pendek oleh Ikatan Penulis Mahasiswa Al Khoziny (2018), Penulis Terpilih lomba Cipta Puisi 2018 Tingkat Nasional oleh Sualla Media (2018), dan menjadi Juara Utama lomba Short Story And Photography Contest oleh Kamadhis UGM (2018). Memiliki buku novel bergenre fantasi dengan judul Mansheviora: Semesta Alterna􀆟f yang diterbitkan secara selfpublishing. Selain itu, juga menjadi salah seorang penulis top tier dalam situs web populer bertema umum serta teknologi, yakni selasar.com dan lockhartlondon.com, yang telah berjalan selama lebih-kurang satu tahun (2020-2021). Latar belakangnya dari bidang film dan minatnya dalam bidang kepenulisan, menjadi motivasi dan alasannya untuk bergabung dengan Komunitas Film Montase sejak tahun 2019. Semenjak menjadi bagian Komunitas Film Montase, telah aktif menulis hingga puluhan ulasan Film Indonesia dalam situs web montasefilm.com. Prestasi besar terakhirnya adalah menjadi nominator Festival Film Indonesia 2021 untuk kategori Kritikus Film Terbaik melalui artikel "Asih, Cermin Horor Indonesia Kontemporer" bersama rekan penulisnya, Agustinus Dwi Nugroho.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.