Kondisi yang sedang terjadi di hampir seluruh dunia membuat kita harus menerima kenyataan untuk melakukan #selfquarantine dan #socialdistancing demi mencegah Covid19 melebar luas. Inilah waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan menonton film. Walaupun banyak film yang dipaksa ditunda dan bioskop-bioskop mulai sepi, Netflix menjadi salah satu solusi terbaik. Netflix kini juga menjadi salah satu portal streaming film yang terpandang dan menghasilkan film film yang mencuri perhatian.

Salah satunya adalah film seri produksi Korea Selatan, Kingdom. Di tengah wabah Covid-19, Kingdom memberikan cerita tentang “wabah” yang related dengan keadaan kita sekarang. Bedanya wabah ini berbentuk zombi/monster. Saya tidak pernah tertarik dengan film zombi/monster. Namun, Kingdom memberikan warna lain untuk film genre ini. Serial yang menayangkan 6 episode di dua musim ini diadaptasi dari web komik atau webtoon berjudul Kingdom of The Gods.

Kingdom disutradarai oleh Kim Seong-Hun yang dikenal sebagai sutradara The Tunnel yang sukses di pasaran. Skenarionya digarap oleh Kim Eun Hee yang pernah mengerjakan proyek sukses bersama Signal. Kingdom tampak jelas diproduksi secara matang dengan bujet produksi yang tidak kecil.

Ber-setting cerita di Korea Selatan pada masa dinasti Joseon sekitar abad 15, membuat kingdom menjadi sangat menarik perhatian. Di mulai dari kostum, set, figuran dan practical effect yang meyakinkan dengan sinematografi yang sangat mumpuni sehingga memberikan kesan nyata kondisi kerajaan Korea pada masanya. Satu hal yang menarik, titik berat kisahnya tidak hanya pada zombi/monsternya, namun lebih dalam lagi tentang intrik sebuah kerajaan.

Ketika Raja tidak mampu lagi memimpin kerajaan karena faktor kesehatan dan usia, muncul perebutan tahta antara putra mahkota dan keluarga ratu dari Klan Cho yang memang terkenal tamak serta menghalalkan berbagai cara untuk merebut kekuasaan. Di tengah perebutan tahta yang penuh intrik, munculah wabah dari tumbuhan yang mampu menghidupkan orang mati dan mampu merubah manusia menjadi zombi/monster dari gigitannya. Wabah itu menyerang ke seluruh penjuru korea dan masuk hingga ke kerajaan.

Baca Juga  Chungking Express, Sebuah Visualisasi tentang Kesunyian

Kingdom memiliki adegan aksi yang menegangkan bergaya khas Asia. Ancaman nyata para zombi/monster hadir di musim pertama dan tensinya semakin naik di musim kedua. Permainan dan pertarungan pedang yang sangat ciamik, penembakan di tengah kabut, serta permainan panah yang lihai dan menghindar dari gerombolan zombi/monster yang beringas. Kingdom mampu memberikan suguhan horor, thriller, dan fantasi yang membuat penonton larut di dalamnya.

Tidak hanya fokus kepada aksinya saja, Kingdom memberikan edukasi yang sangat baik tentang kehidupan kerajaan, budaya, serta peraturan-peraturan yang ada pada masanya. Kemiskinan dan ketimpangan yang selalu menjadi masalah utama di setiap jaman Sosok ksatria yang berjuang demi negara namun tidak melupakan keluarga, penghianat dan pilihan pilihan penting di tengah situasi yang genting.  Kingdom menampilkan cerita yang tidak bertele-tele sehingga tidak membosankan dan membuat ingin terus mengikuti setiap episodenya. Mari kita tunggu musim selanjutnya!

Stay healthy, stay safe!

 

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaSekilas tentang Pagebluk, Debut Film Panjang Montase
Artikel BerikutnyaGo!
Tia Sukma Sari
Tia Sukma Sari lahir di Salatiga 14 November 1994. Sekarang ia masih menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jurusan Film dan Televisi. Kesukaannya terhadap dunia baca dan menulis membuatnya memilih konsentrasi di penulisan naskah film fiksi. Ia cukup aktif menulis di tumblr-nya, dan sekarang mencoba untuk semakin rajin menulis ulasan film.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.