Malignant (2021)
111 min|Crime, Drama, Horror|10 Sep 2021
Rating: Metascore: N/A
Madison is paralyzed by shocking visions of grisly murders, and her torment worsens as she discovers that these waking dreams are in fact terrifying realities.

Malignant adalah film horor thriller arahan sineas horor kawakan, James Wan. Wan seperti kita tahu adalah sutrada dan produser di balik sukses seri horor The Conjuring, Saw, dan Insidious. Film berbujet USD 40 juta ini dibintangi oleh Annabelle Wallis, Maddie Hasson, serta George Young. Wan yang kini telah menjadi sineas papan atas, terlebih setelah sukses Aquaman dan kini tengah menggarap sekuelnya, rasanya memiliki alasan khusus menggarap film ini. Lantas, jika dibandingkan karya-karya horor sebelumnya, di manakah posisi Malignant?

Seorang perempuan muda, Madison (Wallis) kini tengah hamil tua yang tinggal bersama suaminya yang berperangai kasar. Dalam satu momen sang suami menciderainya, namun beberapa saat kemudian sosok misterius membunuh suaminya secara brutal. Peristiwa tersebut menyebabkan Madison kehilangan janinnya, dan tak hanya itu, kini kewarasannya diuji ketika mata batinnya mampu melihat sosok misterius tersebut membunuh orang-orang yang sama sekali tidak ia kenal.

Dibandingkan dengan film-film horor Wan sebelumnya, Malignant jelas memiliki pendekatan berbeda. Rasanya ini adalah film horornya yang paling dekat dengan genre fiksi ilmiah (bahkan superhero?). Sisi aksi dan thriller kini lebih dominan ketimbang horor. Kisahnya berjalan amat menarik dengan kombinasi sisi investigasi dan horor yang terus memancing rasa penasaran nyaris sepanjang film. Tidak seperti gaya pendekatan horor sebelumnya yang lebih konvensional (jump scare), Malignant banyak menggunakan efek visual untuk mendukung visualisasi narasinya. Sisi horor memang lantas melemah, namun tidak untuk sisi thriller-nya.

Baca Juga  The Lost City of Z

Unsur ketegangan benar-benar terjaga dengan konsisten, nonstop, hingga menjelang klimaks. Naskahnya begitu teliti dan detil, sekalipun motif dibelakang premisnya jauh dari nalar. Kombinasi antara sisi misteri dan ketegangan membuat penonton sulit beranjak dari layar karena rasa penasaran kita yang terus terusik. Satu sekuen kecil di kantor polisi, sedikit banyak mengingatkan pada adegan pembantaian dalam The Terminator. Satu hal yang menarik adalah Wan kini banyak menggunakan lensa yang lebar (wide) untuk mengeksplorasi sisi setting-nya dengan seringkali bermain-main dengan tata cahaya. Tone warna filmnya pun, sekalipun ber-setting masa kini, mengesankan era 80-an, yang bisa jadi menggambarkan trauma sang protagonis yang belum hilang.

Sebuah horor aksi thriller menghibur, Malignant adalah satu pendekatan berbeda dari James Wan yang mencoba lepas dari tradisi horor Conjuring-nya. Satu hal yang sedikit mengganjal adalah sosok antagonisnya yang tak jelas asal-usulnya dan bagaimana ia bisa memiliki kemampuan psikis dan fisik demikian hebat? Banyak kejanggalan dan motif cerita yang belum dijelaskan dengan tuntas. Sekuel mungkin? Rasanya tidak. Yang jelas Malignant sayang untuk dilewatkan, terlebih jika kamu adalah fans sang sineas. Bagi James Wan, satu percobaan besarnya ini masih membuktikan bahwa ia adalah salah seorang sineas yang bertalenta tinggi.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
75 %
Artikel SebelumnyaPrey
Artikel BerikutnyaKate
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.