Man vs Bee adalah miniseri yang digarap oleh David Kerr yang ditulis dan dibintangi oleh komedian legendaris, Rowan Atkinson. Miniseri ini terdiri dari 9 episode yang masing-masing berdurasi rata-rata hanya 10 menit. Miniseri yang dirilis Netflix ini dibintangi pula oleh Jing Lusi, Claudy Blakley, Tom Basden, dan Greg McHugh. Sang aktor mencoba sesuatu yang segar dan tak jauh dari kemampuan terbaiknya, kita lihat polah “Mr. Bean” kali ini, apakah ada sesuatu yang berbeda?

Trevor Bingley (Atkinson) suatu ketika mendapat pekerjaan untuk menjaga rumah modern yang ditinggal penghuninya. Malangnya, Trevor harus berurusan dengan satu lebah kecil yang amat mengganggu. Pertarungan kecil pun di mulai.

Mr. Bean vs. Bee lebih tepatnya. Sang aktor sulit bisa lepas dari sosok ikonik yang membesarkan namanya. Rasanya, penonton pun mengharapkan hal yang sama. Kekonyolan demi kekonyolan dilakukan Trevor persis sama dengan polah Bean, hanya bedanya kini, setting. Setting yang demikian megah penuh karya seni dengan peralatan super modern, plus anjing dan seekor lebah, adalah mise en scene yang sempurna untuk sosok “Bean”. Apa yang kamu harapkan dari sosok Bean, semuanya ada di sini. Jika kamu mengharapkan sesuatu yang berbeda. Lupakan saja.

Repetitif dan absurd, Man vs. Bee menyajikan apa yang biasanya dilakukan terbaik oleh sang komedian legendaris. Pertanyaan yang mengganjal hanyalah mengapa seri ini tidak digabung menjadi satu film? Toh, penonton bisa kontinu menonton sekalipun jeda tiap episode. Ini justru menggangu karena terpotong. Yah, ini bukan masalah besar. Jika kamu fans, kamu akan mendapatkan hiburan yang luar biasa.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaThe Black Phone
Artikel BerikutnyaThe Sea Beast
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Biodata lengkap dapat dilihat di https://montase.org/mt_team/himawan-pratista/

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.