Promising Young Woman (2020)
113 min|Crime, Drama, Mystery|25 Dec 2020
7.5Rating: 7.5 / 10 from 210,096 usersMetascore: 72
Nothing in Cassie's life is what it appears to be - she's wickedly smart, tantalizingly cunning, and she's living a secret double life. Now, an unexpected encounter is about to give Cassie a chance to right the wrongs from the past.

Kita tentu sudah seringkali melihat dalam film, bagaimana para wanita tangguh membalaskan dendamnya secara brutal pada para lelaki yang telah menyiksa mereka. Dijamin, Promising Young Woman menampilkan sesuatu sama sekali berbeda dengan cara yang lebih berkelas dan sinematik. Promising Young Woman adalah film drama komedi thriller arahan sineas debutan Emerald Fennel. Promising dibintangi oleh Carrey Mulligan, Bo Burnham, Allison Brie, serta Adam Brodie. Film yang seharusnya tayang di bioskop pada bulan April tahun lalu ini, akhirnya dirilis secara streaming pada bulan Januari lalu.

Alkisah Casandra (Mulligan) adalah seorang wanita yang suka menjerat lelaki hidung belang untuk ia kerjai hingga kapok. Aksi ini rupanya dipicu oleh trauma masa lalu, di mana sahabat kentalnya, Nina, tewas diperkosa oleh rekan-rekan SMA-nya yang lolos dari jerat hukum. Satu momen rupanya mengingatkannya dengan peristiwa tersebut dan Casandra pun berniat untuk menuntut balas terhadap semua orang yang bertanggung jawab terhadap kematian Nina.

Tidak dapat dipungkiri, naskahnya yang begitu brilian sejauh ini adalah yang tersegar untuk subgenrenya (revenge). Lazimnya, tokoh utama membalaskan dendamnya dengan aksi brutal menghabisi para korbannya. Promising menggunakan cara yang jauh lebih berkelas dengan menggunakan otak cerdas Casandra dan skema brilian yang jauh lebih menusuk korbannya. Tentu tak bisa banyak komentar soal ini karena alasan spoiler. Bagi penikmat sejati, bisa jadi plotnya tak sulit diantisipasi tapi dijamin tidak untuk twist ending-nya. Ending-nya bisa jadi adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah genrenya (drama thriller).

Baca Juga  Silverton Siege

Selain naskah, salah satu kekuatan terbesar film ini adalah penampilan mengesankan dari Carrey Mulligan. Berperan sebagai Cassandra, ia mampu tampil begitu ekspresif dengan wajahnya mampu menampilkan dua sisi berbeda secara bersamaan, sebagai gadis normal serta gadis psikopat kelas kakap. Sosok Casandra dari banyak sisi memang mirip sosok Joker. Di luar itu, gaya penyutradaraan sang sineas yang berkelas mampu mengemas kisahnya dengan sangat brilian melalui perpaduan aspek sinematografi dan setting (properti dan kostum). Satu catatan kuat adalah penggunaan musik dan lagu untuk beberapa momen adegan yang disajikan begitu memorable.

Dengan naskah brilian dan segar serta penampilan kuat bintang utamanya, Promising Young Woman adalah salah satu plot “balas dendam” terbaik yang pernah ada. Naskah berkelas dan segar semacam ini amat jarang ditemui. Sentuhan sang sineas debutan, Emerald Fennel masih perlu kita nantikan pembuktiannya ke depan. Patut dicatat adalah penampilan Carrey Mulligan yang sebelumnya sang bintang tidak banyak terdengar. Rasanya ini adalah awal mula dari karir panjang sang aktris yang bakal semakin mengkilap.

Stay safe and Healthy!

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
90 %
Artikel SebelumnyaBelow Zero
Artikel BerikutnyaSpace Sweepers
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.