Skater Girl (2021)
107 min|Drama, Family, Sport|11 Jun 2021
6.7Rating: 6.7 / 10 from 2,652 usersMetascore: N/A
When a teen in rural India discovers a life-changing passion for skateboarding, she faces a rough road as she follows her dream to compete.

Skater Girl adalah film drama olahraga produksi AS dan India yang diarahkan oleh Manjari Makijany. Film rilisan Netflix ini dibintangi beberapa pemain amatir, yakni Rachel Sanchita Gupta, Shafin Patel, termasuk pula aktris Inggris, Amrit Maghera. Uniknya film fiksi ini adalah berlokasi cerita di lokasi sesungguhnya, Desa Khempur, dan benar-benar membangun skateboard park di sana. Lalu, apa film ini memiliki sentuhan baru bagi genrenya?

Prerna (Gupta) dan Ankush (Patel) adalah dua kakak beradik yang tinggal di daerah tertinggal dan terisolir, Khempur, di wilayah Udaipur, Rajasthan, India. Keluarga mereka hidup dalam kemiskinan yang menjadi mayoritas warga di desanya. Tradisi kasta pun masih kental. Keduanya, suatu ketika bersinggungan dengan Jessica (Maghera), turis asal London yang menginap di sebuah motel di sana. Rekan Jessica. Erick suatu ketika datang beraksi dengan skateboard-nya. Anak-anak warga dusun pun tak lama antusias dengan olahraga ini, tak terkecuali Prerna dan Ankush. Tradisi dan warga yang kolot menjadi musuh terbesar mereka.

Untuk genrenya, kisahnya memang tak bisa terbilang segar. Film-film olahraga produksi India terbukti bisa berprestasi internasional, sebut saja Lagaan (cricket) dan Dangal (gulat). Mirip dengan keduanya yang memiliki sentuhan lokal yang kuat, namun Skater Girl memiliki keunikannya sendiri. Perlawanan Prerna dan anak-anak warga dusun terhadap tradisi mainstream di sana, tercatat adalah momen-momen yang menarik dalam plotnya. Suka duka mereka adalah kekuatan kisahnya. Walau memang kisahnya tak sulit diantisipasi tapi masih mampu menyajikan sisi drama yang menyentuh, khususnya untuk kaum feminis. Kebebasan dan keberanian menjadi pesan terbesarnya dengan aksi yang menginpirasi banyak orang. Sayangnya, problem internal sosok Jessica justru tak disinggung lebih banyak dalam plotnya sehingga terasa ada yang hilang dalam plotnya.

Baca Juga  The Villainess

Walau terhitung klise untuk genrenya, Skater Girl memberi perspektif unik dengan menabrakan sisi olahraga modern dengan tradisi dan adat lokalnya. Keberanian produser untuk membuat film berskala kolosal di lokasi terisolir macam ini patut diapresiasi tinggi. Hanya sayangnya, kisah filmnya ternyata bukan kisah nyata. Memang bukan masalah. Setidaknya, Skater Girl telah mampu memberikan satu kisah yang menggugah, sama baiknya dengan biopic berkualitas di genrenya.

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaInfinite
Artikel BerikutnyaLuca
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.