Skater Girl (2021)
107 min|Drama, Family, Sport|11 Jun 2021
6.7Rating: 6.7 / 10 from 5,069 usersMetascore: N/A
When a teen in rural India discovers a life-changing passion for skateboarding, she faces a rough road as she follows her dream to compete.

Skater Girl adalah film drama olahraga produksi AS dan India yang diarahkan oleh Manjari Makijany. Film rilisan Netflix ini dibintangi beberapa pemain amatir, yakni Rachel Sanchita Gupta, Shafin Patel, termasuk pula aktris Inggris, Amrit Maghera. Uniknya film fiksi ini adalah berlokasi cerita di lokasi sesungguhnya, Desa Khempur, dan benar-benar membangun skateboard park di sana. Lalu, apa film ini memiliki sentuhan baru bagi genrenya?

Prerna (Gupta) dan Ankush (Patel) adalah dua kakak beradik yang tinggal di daerah tertinggal dan terisolir, Khempur, di wilayah Udaipur, Rajasthan, India. Keluarga mereka hidup dalam kemiskinan yang menjadi mayoritas warga di desanya. Tradisi kasta pun masih kental. Keduanya, suatu ketika bersinggungan dengan Jessica (Maghera), turis asal London yang menginap di sebuah motel di sana. Rekan Jessica. Erick suatu ketika datang beraksi dengan skateboard-nya. Anak-anak warga dusun pun tak lama antusias dengan olahraga ini, tak terkecuali Prerna dan Ankush. Tradisi dan warga yang kolot menjadi musuh terbesar mereka.

Untuk genrenya, kisahnya memang tak bisa terbilang segar. Film-film olahraga produksi India terbukti bisa berprestasi internasional, sebut saja Lagaan (cricket) dan Dangal (gulat). Mirip dengan keduanya yang memiliki sentuhan lokal yang kuat, namun Skater Girl memiliki keunikannya sendiri. Perlawanan Prerna dan anak-anak warga dusun terhadap tradisi mainstream di sana, tercatat adalah momen-momen yang menarik dalam plotnya. Suka duka mereka adalah kekuatan kisahnya. Walau memang kisahnya tak sulit diantisipasi tapi masih mampu menyajikan sisi drama yang menyentuh, khususnya untuk kaum feminis. Kebebasan dan keberanian menjadi pesan terbesarnya dengan aksi yang menginpirasi banyak orang. Sayangnya, problem internal sosok Jessica justru tak disinggung lebih banyak dalam plotnya sehingga terasa ada yang hilang dalam plotnya.

Baca Juga  Greyhound

Walau terhitung klise untuk genrenya, Skater Girl memberi perspektif unik dengan menabrakan sisi olahraga modern dengan tradisi dan adat lokalnya. Keberanian produser untuk membuat film berskala kolosal di lokasi terisolir macam ini patut diapresiasi tinggi. Hanya sayangnya, kisah filmnya ternyata bukan kisah nyata. Memang bukan masalah. Setidaknya, Skater Girl telah mampu memberikan satu kisah yang menggugah, sama baiknya dengan biopic berkualitas di genrenya.

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaInfinite
Artikel BerikutnyaLuca
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). A lifelong cinephile, he developed a profound passion for film from an early age. After completing his studies in architecture, he embarked on an independent journey exploring film theory and history. His enthusiasm for cinema took tangible form in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience eventually led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched students’ understanding through courses such as Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended well beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, Understanding Film, an in-depth examination of the essential elements of cinema, both narrative and visual. The book’s enduring significance is reflected in its second edition, released in 2018, which has since become a cornerstone reference for film and communication scholars across Indonesia. His contributions to the field also encompass collaborative and editorial efforts. He participated in the compilation of Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1–3 and 30 Best-Selling Indonesian Films 2012–2018. Further establishing his authority, he authored Horror Film Book: From Caligari to Hereditary (2023) and Indonesian Horror Film: Rising from the Grave (2023). His passion for cinema remains as vibrant as ever. He continues to offer insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com while actively engaging in film production with the Montase Film Community. His short films have received critical acclaim at numerous festivals, both nationally and internationally. In recognition of his outstanding contribution to film criticism, his writing was shortlisted for years in a row for Best Film Criticism at the 2021-2024 Indonesian Film Festival. His dedication to the discipline endures, as he currently serves as a practitioner-lecturer in Film Criticism and Film Theory at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta, under the Independent Practitioner Program from 2022-2024.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses