Snake Eyes (2021)
121 min|Action, Adventure, Crime|23 Jul 2021
5.4Rating: 5.4 / 10 from 44,667 usersMetascore: 43
Snake Eyes, a tenacious loner, is welcomed into an ancient Japanese clan called the Arashikage, who teach him the ways of the ninja and provide him home. But when secrets from his past are revealed, his honor and allegiance will b...

Snake Eyes adalah prekuel spin-off dari seri G.I. Joe yang dengan dua film pendahulunya, G.I Joe: The Rise of Cobra (2009) dan G.I. Joe: Retaliation (2013). Sedikit terlambat? Mungkin ya, namun rasanya tidak bagi fansnya (HASBRO). Snake Eyes diarahkan oleh Robert Schwentke dengan amunisi USD 88 juta. Spin-off-nya kali ini sama sekali tidak membawa kasting lama karena latar waktu kisahnya pun jauh sebelum dua film pendahulunya. Para kastingnya, antara lain Henry Goulding, Andrew Koji, Samara Weaving, dan aktor laga kita, Iko Uwais.

Inti kisahnya adalah latar belakang sosok Snake Eyes yang kelak adalah member G.I. Joe yang paling populer dan rivalitasnya dengan Storm Shadows (Tommy). Snake (Goulding) adalah seorang pemuda bertalenta fisik tangguh yang memiliki dendam untuk membalas kematian sang ayah semasa ciliknya. Tekad membawanya pada Kenta yang memiliki lokasi keberadaan pembunuh ayahnya dan sang yakuza pun mengajak Snake bergabung kelompoknya. Di sanalah ia bertemu dengan Tommy (Koji) yang kelak membawanya ke Jepang untuk bergabung dengan klan Arashikage yang terafiliasi dengan kelompok G.I. Joe. Sementara Kenta sendiri merupakan bagian dari COBRA yang memanfaatkan Snake untuk mendapatkan satu artifak sakti yang mampu membinasakan materi.

Baca Juga  The Blackening

Agak mengherankan, seri ini tidak sukses-sukses amat, namun produser masih berani ambil resiko, walau bujetnya kini tidak sebesar sebelumnya. Terbukti masa pandemi semakin menambah segala rencana menjadi ambyar. Lalu apa yang diharapkan dari film ini? Tak perlu komentar soal cerita karena sebagian besar orang menonton jelas karena sekuen aksinya. Apakah aksinya sepadan? Yah, untuk sekadar hiburan tidak terlalu buruk. Terlebih ada aktor kita di sana yang berperan sebagai sosok ksatria tangguh, Hard Master. Hanya jika dibandingkan dua seri sebelumnya, ada satu aspek yang kini lebih menonjol, yakni set lokal “Jepang” yang memukau, baik interior maupun eksterior.

Spin-off medioker, Snake Eyes adalah upaya pembentukan semesta sinematik (G.I. Joe universe) baru tanpa ada sesuatu yang impresif. Ending filmnya seperti biasa membuka jalan bagi kisah lanjutannya. Bisa jadi tak banyak yang antusias, tapi jika film ini laris, sekuel bukan tidak mungkin. Laris pun sepertinya juga tidak. Satu rumor yang menarik adalah persilangan cerita sesama saudara (HASBRO) dengan seri Transformers. Bisa dibayangkan Megatron cs jika bergabung bersama COBRA versus Optimus Prime cs dan G.I. Joe? Ya bisa, lagi-lagi sekuen aksi tanpa ruh dan 100% pertunjukan efek visual belaka.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
50 %
Artikel SebelumnyaSelesai
Artikel BerikutnyaThe Green Knight
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.