The 355 (2022)
122 min|Action, Thriller|07 Jan 2022
5.6Rating: 5.6 / 10 from 38,241 usersMetascore: 40
When a top-secret weapon falls into mercenary hands, a wild-card C.I.A. agent joins forces with three international agents on a mission to retrieve it, while staying a step ahead of a mysterious woman who's tracking their every move.

The 355 adalah film aksi spionase garapan Simon Kinberg yang kita kenal sebelumnya mengarahkan X-Men: Dark Phoenix. Istimewanya, film ini dibintangi sederetan aktris ternama, Jessica Chastain, Lupita Nyong’o, Diane Kruger, Penelope Cruz, Fan Bing-Bing, didampingi aktor Edgar Ramirez serta Sebastian Stan. Sejak beberapa tahun terakhir, banyak film aksi spionase perempuan yang dirilis, namun The 355 menampilkan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan beberapa kejutan.

Agen CIA perempuan, Mace (Chastain) bersama rekannya Nick (Stan) mendapat misi untuk mendapatkan satu perangkat canggih yang mampu mengendalikan sistem komputer apapun di muka bumi ini. Misi yang terlihat mudah ternyata gagal total karena di luar dugaan banyak pihak yang menginginkan alat ini. Diberi kesempatan kedua, Mace lalu meminta tolong rekan MI:6-nya, Khadijah (Nyong’o), namun di lapangan, Mace bersinggungan terbuka dengan rival mereka, yakni Marie, agen BND (CIA-nya Jerman), lalu Graciela, agen DNI (CIA-nya Kolombia), hingga Lin, agen MSS (Tiongkok). Aksi perburuan tanpa henti pun di mulai.

Jika setelah melihat poster atau trailer yang memberi kesan bernuansa komedi, kamu salah besar. The 355 adalah film aksi spionase serius! Tidak hingga kini, sebuah film aksi spionase memiliki kisah yang begitu solid dengan tokoh utama lebih dari satu orang, perempuan pula. Tidak diduga sama sekali pula, kisahnya berjalan nyaris tanpa henti, sejak menit awal hingga klimaks. Sisi misteri dan ketegangan begitu intens hingga klimaks, walau beberapa hal mudah kita antisipasi arahnya. Namun yang berbeda dibandingkan film aksi sejenis adalah penokohan lima kasting utamanya yang tersaji begitu kuat. Tak butuh waktu lama bagi penonton untuk bisa berempati penuh dengan mereka. Ditambah nilai plus lagi, chemistry di antara mereka terjalin begitu kuat, khususnya Mace dan Marie. Rivalitas dan pertemanan mereka berdua, sungguh membuat gregetan.

Baca Juga  Wall.E

Sebuah film aksi spionase yang mengejutkan, The 355 adalah aksi nonstop menghibur dengan deretan kasting perempuan yang bermain mengesankan, sekalipun satu dua hal, tak sulit diantisipasi plotnya. Memang, tidak ada aksi heboh layaknya film-film seri spionase besar (Bond, Bourne, M:I), namun untuk fans genrenya yang menuntut aksi dan kisah yang solid, The 355 adalah sebuah tontonan wajib, dijamin tidak mengecewakan. Jika membandingkan The 355 dengan seri spionase populer Charlie’s Angel, Angel terlihat seperti film anak-anak.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
75 %
Artikel SebelumnyaScream
Artikel BerikutnyaCinta Pertama, Kedua, & Ketiga
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.