The Block Island Sound (2020)
99 min|Horror, Mystery, Sci-Fi|11 Mar 2021
5.4Rating: 5.4 / 10 from 9,419 usersMetascore: N/A
Something lurks off the coast of Block Island, silently influencing the behavior of fisherman, Tom Lynch. After suffering a series of violent outbursts, he unknowingly puts his family in grave danger.

The Block Island Sound adalah film horor misteri unik yang diarahkan oleh dua bersaudara, Kevin dan Matthew McManus. Film berdurasi 97 menit ini dibintangi oleh beberapa nama yang masih asing, yakni Chris Sheffield, serta Jim Cummings. Film ini dirilis oleh platform Netflix beberapa hari lalu. Di tengah banyak film horor independen berkualitas yang dirilis awal tahun ini, film ini menawarkan sebuah kisah yang terhitung amat segar untuk genrenya.

Filmnya berkisah pada sebuah pulau wisata kecil di wilayah Rhode Island, AS yang bernama Block Island. Alkisah Harry menemukan sang ayah berperilaku aneh belakangan. Di saat bersamaan, satu anomali aneh terjadi di pulau tersebut yakni banyak burung dan ikan-ikan yang mati di pinggir pantai tanpa alasan jelas. Peristiwa ini menarik perhatian sebuah agensi lingkungan yang lalu mengirim, Audry, kakak perempuan Harry yang datang bersama putrinya. Sementara keanehan sang ayah makin menjadi hingga suatu ketika ia menghilang tanpa bekas.

Wow ada apa ini? Mendadak film-film horor bagus bermunculan belakangan ini. Block Island tidak hanya menyajikan keindahan panorama yang menawan, namun juga kisah horor misteri yang memikat. Alur plotnya memang berjalan pelan, namun tidak mengurangi sisi misteri tanpa membuat penonton bosan. Plotnya semakin lama berjalan semakin intens dan menegangkan hingga menuju klimaks. Menariknya, apa yang terjadi pada sang ayah, dijelaskan melalui pengulangan cerita layaknya “loop” melalui sosok Harry. Kita larut dalam ketegangan karena ancaman nyata dalam plotnya. Namun, jujur saja, saya sama sekali tak tahu apa yang terjadi. “I’m confuse”, ujar Audry. Sama. Apakah ini anomali alam, supernatural, atau apa, semua serba tak jelas. Ini yang menjadi masalah filmnya.

Baca Juga  The Ice Road

Premis horor yang segar, tegang, dan begitu menakutkan, The Block Island Sound hanya terganjal pada pesan filmnya yang kabur. Tak mampu dijelaskan dalam plot bisa berarti sebuah metafora (simbol). Hanya saja, petunjuk-petunjuk yang ada dalam plotnya tidak mengarah ke satu arah yang tegas. Beberapa hal memang disinggung dalam plotnya, seperti masalah gangguan kejiwaan, eksperimen pemerintah, hingga efek elektromagnetik dari baling-baling PLTA di lepas pantai pulau tersebut. Lebih ekstrim, bisa pula ini adalah sebuah anomali supernatural (roh jahat) atau mahluk luar angkasa (alien) yang menculik mahluk hidup di bumi untuk dipelajari. Mau pilih yang mana?

Stay safe and Healthy.

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
75 %
Artikel SebelumnyaInsight
Artikel BerikutnyaZack’s Snyder Justice League
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.