The Deep House adalah film horor produksi Perancis garapan Julien Maury dan Alexandre Bustillo. Film unik berdurasi 85 menit ini dibintangi oleh James Jagger dan Camille Rowe. Film horor bertema rumah hantu sudah ratusan banyaknya, namun rumah hantu di bawah air? Rasanya baru ini. Kita lihat, apa yang akan ditawarkan film ini untuk genrenya.

Tina (Rowe) dan Ben (Jagger) adalah pasangan yang tengah merintis kanal youtube mereka dengan menampilkan konten rumah angker dari satu negara ke negara lain. Suatu ketika, mereka menjajagi satu lokasi di Perancis yang sama sekali tidak mereka duga, yakni sebuah rumah tua yang terletak di dasar danau di satu lokasi terpencil. Menyelam hingga kedalaman puluhan meter, mereka pun akhirnya tiba di lokasi tersebut. Mereka tidak menyadari, ada kekuatan gelap yang menunggu mereka di dalam sana.

Premisnya memang terhitung segar dan menarik. Kita sering melihat jenis thriller macam ini dalam genre horor atau fiksi ilmiah, di sebuah terminal atau laboratorium bawah laut, tapi tidak pernah di sebuah rumah tua. Bagaimana sebuah rumah bisa ada di dasar laut? Plotnya mengisahkannya dengan jelas dan runtut, hingga dua tokoh utama kita tiba di sana. Suasana dan tata cahaya sudah memberikan suasana yang sangat mencekam. Kita tahu sesuatu bakal terjadi. Ketika itu terjadi, tidak ada pengembangan kisah yang menarik, selain hanya production value semata.

Melalui kekuatan mise_en_scene-nya, The Deep House memiliki premis segar untuk tema “rumah hantu”, namun sayangnya dengan pengembangan plot tipikal genrenya. Harus diakui, tidak mudah untuk membuat ini semua dengan set rumah di bawah air yang luar biasa hingga mampu membawa penonton merasakan ketegangan tinggi. Penonton tahu jika ancaman bisa datang kapan dan di mana saja, dan menanti kejutan apa yang akan disajikan. Sayangnya, resolusi yang ditawarkan sudah terlalu jamak untuk genrenya. Fans horor rasanya harus menonton film yang satu ini.

Baca Juga  Smallfoot

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaBergman Island
Artikel BerikutnyaMenuju Malam Puncak FFWI XI: Persaingan Ketat Para Kandidat
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.