The High Note (2020)
113 min|Drama, Music, Romance|29 May 2020
6.4Rating: 6.4 / 10 from 13,523 usersMetascore: 58
A superstar singer and her overworked personal assistant are presented with a choice that could alter the course of their respective careers.

The High Note adalah film drama roman bertema musik arahan Nisha Ganantra. Situasi pandemi menyebabkan film ini dirilis video on demand sejak tanggal 29 Mei baru lalu. Film berdurasi 113 menit ini dibintangi nama-nama besar, macam Dakota Johnson, Ice Cube, Tracee Ellis Ross, Kelvin Harrison Jr., dan Bill Pulman.

Maggie (Johnson) adalah asisten pribadi dari penyanyi superstar peraih 11 Grammy Awards, Grace Davis (Ross). Maggie mengurus semua jadwal aktivitas sang bintang hingga membersihkan kamar tidurnya. Maggie sendiri memiliki impian besar sebagai produser musik dengan bekal pengetahuan serta kecintaannya pada musik. Suatu ketika, ia bertemu dengan musikus jalanan bersuara emas, David, yang ia tawarkan kerjasama. Kesibukannya bersama David, membuat pekerjaannya sebagai asisten lambat laun mulai teralihkan.

The High Note merupakan drama ringan menghibur dengan selipan roman dengan struktur cerita konvensional dan alut plot yang tak sulit diantisipasi. Bedanya dengan film sejenisnya adalah The High Note memiliki nilai lebih pada sisi lagu dan musiknya. Beberapa nomor manis terlantun sepanjang cerita oleh para kastingnya. Maggie yang diperankan apik oleh Dakota Johnson, memiliki multi chemistry yang kuat, baik dengan Grace maupun David. Ini yang membuat kisahnya menjadi menarik dan penasaran untuk diikuti. Mana yang bakal Maggie pilih untuk karirnya ke depan? Passion-nya terhadap musik ternyata membawanya ke sesuatu yang lebih besar dari pilihannya.

Baca Juga  Escape Room

The High Note adalah film drama roman bertema industri musik yang ringan dan menghibur didukung beberapa nomor manis yang dilantunkan para kastingnya. Dijamin, para pecinta musik, khususnya pop, bakal jatuh cinta pada film ini. Film ini bakal membuat hari burukmu menjadi lebih cerah. Sayang sekali, film seperti ini tidak bisa kita nikmati di bioskop dengan tata suara yang memadai.

Stay safe and Healthy!

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel Sebelumnya7500
Artikel BerikutnyaThe Vast of Night
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.