The High Note (2020)
113 min|Drama, Music, Romance|29 May 2020
6.3Rating: 6.3 / 10 from 3,505 usersMetascore: 58
A superstar singer and her overworked personal assistant are presented with a choice that could alter the course of their respective careers.

The High Note adalah film drama roman bertema musik arahan Nisha Ganantra. Situasi pandemi menyebabkan film ini dirilis video on demand sejak tanggal 29 Mei baru lalu. Film berdurasi 113 menit ini dibintangi nama-nama besar, macam Dakota Johnson, Ice Cube, Tracee Ellis Ross, Kelvin Harrison Jr., dan Bill Pulman.

Maggie (Johnson) adalah asisten pribadi dari penyanyi superstar peraih 11 Grammy Awards, Grace Davis (Ross). Maggie mengurus semua jadwal aktivitas sang bintang hingga membersihkan kamar tidurnya. Maggie sendiri memiliki impian besar sebagai produser musik dengan bekal pengetahuan serta kecintaannya pada musik. Suatu ketika, ia bertemu dengan musikus jalanan bersuara emas, David, yang ia tawarkan kerjasama. Kesibukannya bersama David, membuat pekerjaannya sebagai asisten lambat laun mulai teralihkan.

The High Note merupakan drama ringan menghibur dengan selipan roman dengan struktur cerita konvensional dan alut plot yang tak sulit diantisipasi. Bedanya dengan film sejenisnya adalah The High Note memiliki nilai lebih pada sisi lagu dan musiknya. Beberapa nomor manis terlantun sepanjang cerita oleh para kastingnya. Maggie yang diperankan apik oleh Dakota Johnson, memiliki multi chemistry yang kuat, baik dengan Grace maupun David. Ini yang membuat kisahnya menjadi menarik dan penasaran untuk diikuti. Mana yang bakal Maggie pilih untuk karirnya ke depan? Passion-nya terhadap musik ternyata membawanya ke sesuatu yang lebih besar dari pilihannya.

Baca Juga  Gringo

The High Note adalah film drama roman bertema industri musik yang ringan dan menghibur didukung beberapa nomor manis yang dilantunkan para kastingnya. Dijamin, para pecinta musik, khususnya pop, bakal jatuh cinta pada film ini. Film ini bakal membuat hari burukmu menjadi lebih cerah. Sayang sekali, film seperti ini tidak bisa kita nikmati di bioskop dengan tata suara yang memadai.

Stay safe and Healthy!

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel Sebelumnya7500
Artikel BerikutnyaThe Vast of Night
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.